Custom JavaScript Footer

Showing posts with label Roh Kudus. Show all posts
Showing posts with label Roh Kudus. Show all posts

Thursday, June 16, 2022

Syarat Untuk Mengalami Kepenuhan Roh Kudus

Syarat untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari kitab Kejadian 2:1-7. Dalam Kejadian 2:7, penulis kitab Kejadian dalam pimpinan, tuntunan, arahan, bimbingan dan ilham Roh Kudus, menulis: “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”. Kepenuhan Roh Kudus adalah suatu peristiwa spiritual yang dialami oleh setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Kepenuhan Roh Kudus adalah suatu peristiwa penting dalam perjalanan iman setiap orang percaya. Kepenuhan Roh Kudus adalah sangat penting bagi hidup rohani setiap orang Kristen. Kepenuhan Roh Kudus adalah juga merupakan karya Allah bagi hidup setiap murid Kristus. Kepenuhan Roh Kudus adalah penentu pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani dari gereja Tuhan. Pada sisi lain kepenuhan Roh Kudus adalah bagian integral bagi perkembangan gereja.
Meja, kursi, lemari, dan pintu adalah sebagian kecil dari hasil kerja seorang tukang kayu. Benda-benda itu diciptakan supaya dapat digunakan sesuai fungsi mereka masing-masing. Tukang kayu akan membuat sketsa desain, mengukur, memotong serta menggabungkan kayu untuk bisa ia bentuk sesuai keinginannya. Artinya setiap kali hendak membuat sesuatu, tukang kayu memiliki tujuan akan kegunaan benda tersebut. Tidak mungkin ia asal-asalan saat membuat sebuah benda. Allah pun demikian, Dia memiliki tujuan ketika Dia menciptakan bumi beserta isinya. Bukan tanpa tujuan pula, manusia menjadi ciptaan terakhir dari rangkaian penciptaan Allah. Setelah dunia lengkap dengan isinya, barulah Allah menciptakan manusia. Begitu istimewanya manusia bagi Allah, Dia juga menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Berbeda dengan ciptaan-Nya yang lain yang diciptakan hanya dengan berkata-kata, Dia menciptakan manusia secara khusus. Allah membentuk manusia dari debu tanah dan kemudian menghembuskan nafas kehidupan. Saat itu sebenarnya Allah mengimpartasikan Roh-Nya untuk memenuhi hidup manusia; sehingga manusia bukan hanya menjadi hidup, tetapi juga beroperasi di dimensi yang sama dengan dimensinya Allah, yaitu dimensi roh. Kepenuhan Roh Allah yang diterimanya itu membuat Adam menjadi manusia yang penuh dengan kuasa, segambar dan serupa dengan Allah. Kita pun diciptakan Allah dengan kapasitas untuk menerima kepenuhan Roh Allah. Roh manusia yang semula dipenuhi kemuliaan Allah memang telah mengalami kejatuhan saat manusia berdosa. Sehingga kini roh kita pun tidaklah sempurna. Namun ketika Roh Kudus turun ke atas kita, roh kita kembali diaktifkan. Sehingga kita dapat kembali beroperasi dalam dimensi roh. Saat kita menerima kepenuhan Roh, tujuan Allah dalam hidup kita pun dipulihkan. Kita dapat melangsungkan kehidupan serta memenuhi tanggung jawab kita di muka bumi ini sesuai dengan rencana besar Allah. Kepenuhan Roh Kudus adalah membantu setiap orang percaya untuk berfungsi secara maksimal di dunia ini. Pada sisi lain, kepenuhan Roh Kudus juga memberi kuasa rohani kepada setiap orang percaya untuk melakukan pekerjaan Tuhan di dunia ini. Kepenuhan Roh Kudus adalah cara Allah memperlengkapi umat-Nya untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Gereja tanpa kepenuhan Roh Kudus adalah gereja yang tidak berfungsi dengan baik. Pelayanan yang kita lakukan tanpa kepenuhan Roh Kudus adalah pelayanan daging bukan pelayanan rohani. Aktivitas rohani yang kita selenggarakan tanpa kepenuhan Roh Kudus adalah kegiatan agamawi dan perintah manusia saja. Berdasarkan pemaparan di atas, maka kita bisa melihat bahwa sesungguhnya kepenuhan Roh Kudus adalah sangat fundamental bagi hidup dan pelayanan gereja di akhir zaman ini. Kepenuhan Roh Kudus adalah kuasa yang membuat gereja bertumbuh dan berkembang sebagaimana yang Allah kehendaki. Jadi, kepenuhan Roh Kudus adalah sangat penting bagi kita.

Thursday, October 28, 2021

Ketika Roh Kudus Mengendalikan Hidup Kita

Ketika Roh Kudus mengendalikan hidup kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema ketika Roh Kudus mengendalikan hidup kita, diambil dari kitab Kisah Para Rasul 9:1-22. Firman Tuhan tersebut secara lengkap saya kutip dan lampirkan di bawah ini. Silahkan para pembaca setia blog ini membacanya secara seksama. 9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. 9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” 9:5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat”. 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. 9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” 9:11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi”. 9:13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu”. 9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku”. 9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus”. 9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. 9:19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus dalam lingkungan saudara-saudara (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. 9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 9:21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” 9:22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam Kisah Para Rasul 9:17, penulis Kisah Para Rasul dalam pimpinan Roh Kudus, menulis: “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus”. Ini adalah kisah pada zaman gereja mula-mula. Ada seorang pria buta di kota Damsyik yang sedang berdoa kepada Tuhan. Selama tiga hari tiga malam ia tidak makan dan minum. Entah ia sengaja berpuasa, atau hatinya begitu hancur sehingga ia tidak sanggup menelan makanan. Yang pasti, ia tengah merenungi jalan hidupnya selama ini. Tiga hari yang lalu, saat ia belum menjadi buta, hatinya begitu penuh dengan suatu keyakinan dan kebencian untuk memunahkan pengikut-pengikut Kristus. Namun, di tengah jalan, Tuhan menyatakan diri-Nya dalam sinar terang benderang. Ketika itulah ia menemukan kebenaran yang meruntuhkan keyakinannya selama ini. Mungkin ia berpikir hidupnya sudah tamat, tetapi oleh kasih karunia Tuhan, Ananias datang dan menumpangkan tangan kepadanya. Ia pun bisa melihat kembali dan penuh dengan Roh Kudus. Ya, ia adalah Saulus yang kemudian kita kenal sebagai Paulus. Selanjutnya ia memberitakan tentang Yesus dengan berani. Meski hidupnya sendiri kemudian berada dalam bahaya, Paulus tidak berhenti bekerja bagi Tuhan. Melalui surat-surat yang ditulisnya dalam penjara, ia meneguhkan iman para pengikut Tuhan di masa itu, bahkan sampai ke masa kini. Seluruh hidupnya yang tadinya dipakai untuk menganiaya umat Kristen kini Tuhan pakai secara luar biasa untuk pekerjaan-Nya. Saat Roh Kudus memenuhi dan mendominasi hidup kita, Dia akan mulai mengambil alih kehidupan kita. Dia akan berkarya dan memperluas kerajaan Allah melalui hidup kita. Untuk itu, Roh Kudus pun akan memanifestasikan karunia-karunia roh: berkata-kata dengan hikmat dan pengetahuan, iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berbahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Sejauh mana level kepenuhan Roh Kudus yang kita alami, sejauh itulah semuanya ini akan bermanifestasi dalam hidup kita. Marilah kita penuhi hidup kita dengan Roh Kudus dan biarkan Roh Kudus mengambil alih kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Friday, January 25, 2019

HIDUP YANG DIPIMPIN ROH KUDUS

Hidup yang dipimpin Roh Kudus ~ Peranan Roh di dalam Hidup Kita Materi kali ini membahas tentang peranan Roh Kudus dalam hidup kita, anak-anakNya. Ada beberapa hal yang dibahas di sini: Di dalam Alkitab “dipimpin” atau “dikuasai oleh Roh” adalah istilah yang biasa dipakai untuk menggambarkan orang yang hidupnya berkenan kepada Allah. Dalam 1 Samuel 16 dikisahkan bahwa Daud diurapi oleh Samuel. “Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud (1 Sam. 16:13). Kita tahu bagaimana hidup Daud dipimpin oleh Roh Allah sehingga ia menjadi raja Israel terbesar. Karena pimpinan Roh Allah itulah, maka Daud bisa menghadapi berbagai bahaya di dalam hidupnya. Mazmur 23, adalah ungkapan hati / sikap Daud yang merasa tenang dan damai karena ia selalu disertai oleh Tuhan. Dalam sejarah Gereja kita menemukan orang-orang yang hidupnya dikuasai oleh Roh sehingga mereka menjadi orang-orang yang pemberani. Polikarpus (69-155 M), seorang uskup dari Smirna (Turki), ditangkap karena menolak untuk menyembah kaisar Roma. Ia diikat lalu dibakar sampai mati. Ia dicatat pernah berkata seperti ini pada hari kematiannya, “Delapan puluh enam tahun aku telah melayani Dia, dan Dia tidak pernah melakukan kesalahan padaku. Jadi, bagaimana aku menghujat Raja dan Juruselamatku? Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan.” MARTIN LUTHER. Martin Luther, tokoh Reformasi yang berani melawan Gereja dan Paus pada waktu itu, dipanggil dalam sebuah persidangan pada tahun 1521 yang dipimpin oleh Kaisar Karl V. Pangeran Frederick III, Pangeran dari Sachsen. Martin Luther berdoa, berkonsultasi dengan teman-temannya, dan esok harinya ia menjawab persidangan terhadap dirinya oleh Kaisar Karl V. Pangeran Frederick III: “Apabila aku tidak diyakinkan oleh kesaksian Kitab Suci atau oleh penalaran yang jelas (karena aku tidak percaya kepada paus atau dewan semata-mata, karena sudah diketahui dengan luas bahwa mereka seringkali keliru dan bertentangan satu sama lain), aku terikat pada Kitab Suci yang telah kukutip dan hati nuraniku diikat oleh Firman Allah. Aku tidak dapat dan tidak akan mencabut satu kata pun, karena tidaklah aman dan tidak benar bila aku menolak hati nuraniku. Semoga Allah menolong aku!”
Pengajaran Paulus – Hidup Dipimpin Oleh Roh. Dalam Roma 8:10-11 Paulus mengatakan demikian: “Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Pada bagian bacaan ini, Paulus mengingatkan, bahwa sebagai anak-anak Allah, sebagai pengikut Kristus, kita telah memasuki kehidupan yang baru. Di dalam Kristus kita memperoleh Roh Kudus yang membangkitkan dan dengan demikian juga menjanjikan kebangkitan dari kematian kelak. Itulah sebabnya, orang-orang percaya seperti Robert Wolter Monginsidi, Polikarpus, dan Martin Luther, tidak takut menghadapi ancaman kematian sekalipun. Mereka tahu bahwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Kuasa kebangkitan yang telah membangkitkan Yesus telah memberikan keberanian luar biasa bagi setiap pengikut Kristus. Paulus melanjutkan pengajarannya sebagai berikut: “Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roma 8:12-17 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Rm. 8:12-17). Hidup di dalam kuasa Roh Kudus adalah hidup yang memerdekakan kita dari belenggu dosa. Dosa bukanlah sekadar daftar kejahatan atau pelanggaran yang kita lakukan, melainkan terutama belenggu yang membuat kita terus-menerus terjebak di dalam hawa nafsu kita sendiri. Dosa membuat kita gagal untuk menginginkan melakukan perbuatan yang baik, kepada Allah maupun kepada sesama kita dan bahkan kepada seluruh ciptaan. Hidup dalam Kekudusan. Apakah artinya kalau kita hidup di bawah pimpinan kuasa Roh? Hidup yang dipimpin oleh Roh adalah hidup yang diwarnai oleh kekudusan. Apa artinya “kekudusan”? Apakah itu berarti kamu menjadi orang aneh, yang sama sekali terasing dari teman-teman kamu dan meremehkan teman-teman kamu yang “tidak kudus”? Lihat Surat 1 Petrus 1:13-16. "Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." Ciri-ciri pengikut Kristus. Ada ciri-ciri yang mestinya terlihat sangat jelas yang membedakan seorang pengikut Kristus dengan orang lain. Surat Petrus mengajarkan agar kekudusan itu tampak nyata dalam hidup orang Kristen, antara lain dengan menaruh pengharapan kepada kasih karunia Tuhan, dan menjaga hidupnya dengan tidak menuruti hawa nafsu, serta mempertahankan dirinya tetap kudus. Hidup KUDUS. Kata “kudus” dalam bahasa Ibrani berarti “dipisahkan untuk dipakai khusus oleh Allah.” Benda-benda kudus yang dipergunakan di Bait Suci, misalnya, adalah benda-benda yang dibuat khusus untuk ibadah, dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lainnya di luar Bait Suci. Demikian pula, orang-orang yang kudus, seperti yang dijelaskan oleh Surat 1 Petrus 1:16, mestinya menunjukkan kehidupan yang khusus dan berbeda, karena mereka telah dipilih untuk menjadi milik Allah yang kudus. Bila Allah yang memanggil kita itu kudus, maka kita sebagai milik-Nya, juga harus menjadi kudus, memperlihatkan hidup kudus, dan menjauhkan diri dari kehidupan yang sembarangan, yang justru berlawanan dengan citra Allah yang kudus itu.