Custom JavaScript Footer

Showing posts with label Allah. Show all posts
Showing posts with label Allah. Show all posts

Tuesday, May 10, 2022

4 Rahasia Untuk Bisa Melewati Badai Kehidupan

4 rahasia untuk bisa melewati badai kehidupan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema 4 rahasia untuk bisa melewati badai kehidupan, diambil dari kitab Keluaran. Demikianlah firman Tuhan: “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu” – Keluaran 14:13a. Tuhan memili dan menetapkan Musa sebagai pemimpin Israel untuk membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dan membawa mereka menuju ke tanah terjanji. 400 tahun bangsa Israel diperbudak oleh bangsa Mesir. Untuk keluar dari Mesir bukanlah perkara mudah bagi mereka. Raja Firaun sebagai penguasa tertinggi di Mesir tidak sudi membiarkan Israel merdeka. Allah Abraham, Ishak dan Yakub harus turun tangan untuk memaksi raja Firaun membiarkan bangsa Israel bebas dari perbudakan. Ada 10 tulah dipakai Allah Israel untuk memaksa raja Firaun membebaskan bangsa Israel. Kendati demikian, raja Firaun tidak menyerah. Mereka dikejar oleh pasukan Firaun hingga mereka tiba di tepi Laut Teberau. Bagi bangsa Israel, sudah tidak ada jalan keluar lagi dari masalah yang ada pada saat itu. Di belakang mereka ada pasukan Firaun yang mengejar, sedangkan di depan mereka terbentang lautan yang luas dan dalam. Tidak ada jalan lagi bagi bangsa Israel pada saat itu, mereka benar-benar dalam keadaan yang terjepit. Kisah ini menggambarkan badai kehidupan yang sering dialami dalam kehidupan kekristenan kita. Begitu besar dan begitu banyak masalah yang menghimpit kehidupan kita, sehingga kita merasa tidak ada lagi jalan keluar. Segala cara sudah ditempuh, namun tidak membuahkan hasil. Mari kita belajar dari kisah Musa dan bangsa Israel, bagaimana cara mereka melalui masalah yang seperti itu. Ada beberapa rahasia yang bisa kita temukan dalam sejarah bangsa Israel bebas dari Mesir dan bagaimana mereka bisa melewati badai kehidupan. Rahasia dimaksud, yaitu:
Satu, miliki keberanian dan bebaskan diri dari rasa takut. Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut…“ Keluaran 14.13a Kita tidak boleh takut terhadap masalah sebesar apapun yang menghimpit hidup kita. Kita harus katakan kepada diri kita sendiri untuk tidak takut terhadap masalah tersebut. Bebaskan diri kita dari ketakutan, karena di dalam ketakutan tidak akan ada damai sejahtera. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Fil 4.7 Mintalah damai sejahtera dari Allah Bapa untuk memelihara hati dan pikiran kita dari ketakutan. Ketika damai sejahtera-Nya melingkupi hati kita, kita tidak akan pernah merasa takut lagi. Dua, jangan lemah namun tetap kuat. Masalah demi masalah mungkin akan membuat kita lelah atau bahkan terjatuh. Satu hal yang membuat kita dapat meraih keberhasilan adalah ketika kita bangkit dari kejatuhan dan berdiri kembali. Bukan seberapa dalam kita terjatuh, tetapi seberapa kuat kita mau berdiri kembali ketika kita terjatuh. “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu” Ef 6.13. Gunakan seluruh perlengkapan rohani yang sudah Tuhan sediakan bagi kita: Firman Tuhan, kebenaran, keadilan , doa, damai sejahtera, iman dan keselamatan (Ef 6.14-18). Dengan bangkit kembali dan tetap berdiri dalam kebenaran Tuhan, maka kita akan meraih keberhasilan dan kesuksesan di tengah-tengah masalah. Tiga, andalkan Tuhan dan kuasa-Nya serta pakailah potensi kita. Tongkat berbicara mengenai kuasa Tuhan. Dengan tongkat ini maka Musa dapat membelah laut. Pada kisah sebelumnya tulah-tulah terjadi melalui tongkat yang digunakan oleh Musa. Di kisah berikutnya-pun Musa juga menggunakan tongkat ini mengeluarkan air yang dapat diminum oleh bangsa Israel. Dan banyak mujizat lainnya yang terjadi untuk membuktikan kuasa Allah bagi bangsa Israel. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kis 1.8 Kuasa Tuhan telah dicurahkan melalui Roh-Nya yang telah turun dan tinggal di dalam hidup kita. Ketahuilah hal ini dan yakinlah bahwa Kuasa Tuhan ada di dalam kita. Kuasa ini adalah kuasa yang sama dengan kuasa yang digunakan Musa melalui tongkatnya. Gunakan otoritas yang telah Dia berikan bagi hidup kita untuk membelah laut di hadapan kita. Yakinilah bahwa kuasa Tuhan dapat digunakan untuk membuka jalan di tengah masalah-masalah yang kita hadapi. Perkatakan Firman Tuhan, perkatakan hal-hal positif dan perkatakan hal yang membangun. Empat, taati perintah Tuhan yang kita dengar. “Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering” Keluaran 14:16. Perintah untuk mengulurkan tangan adalah perintah agar Musa memiliki iman dan memberanikan diri untuk bertindak. Hasil dari tindakan iman inilah yang membuat Laut Teberau terbelah. “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” – Yakobus 2:26. Laut Teberau tidak akan terbelah, jika Musa tidak mengulurkan tangannya ke atas laut. Otoritas yang sudah Tuhan berikan ke dalam hidup kita tidak akan ada artinya jika kita tidak bertindak atau melangkah dengan iman. Masalah yang ada harus kita hadapi dengan penuh iman dan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan membuka jalan bagi kita. Dia akan memberikan kemampuan ilahi yang tidak dapat kita lihat dengan mata fisik, untuk menyelesaikan masalah yang ada. Bertindaklah dan melangkahlah dengan iman, maka kita akan melihat Tuhan membuka jalan bagi kita di saat tiada jalan. Jangan takut dan tetap berdiri bersama dengan Tuhan, maka kita akan melihat keselamatan demi keselamatan, dan mujizat demi mujizat terjadi dalam langkah hidup kita (Keluaran 14:13). Tuhan yang telah berfirman tidak akan meninggalkan kita begitu saja. Dia akan memberikan kekuatan dan kemampuan bagi kita untuk dapat berdiri tegak dan berjalan terus di tengah-tengah kesulitan yang ada. Yakinlah akan otoritas yang telah Tuhan berikan bagi hidup kita. Gunakan otoritas tersebut sebagai orang beriman untuk melangkah dengan berani di tengah-tengah badai yang menerpa. Tidak ada kuasa di dunia ini yang dapat mengalahkan kuasa Tuhan yang telah diberikan bagi hidup kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara-perkara besar. Haleluya!

Saturday, April 30, 2022

Akibat Buruk Dari Sikap Suka Menunda

Akibat buruk dari sikap suka menunda ~ Landasan firman Tuhan untuk tema akibat buruk dari sikap suka menunda diambil dari kitab 2 Samuel 20:1-5. Secara lengkap firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 20:1 Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: "Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel!" 20:2 Lalu semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri, sedangkan orang-orang Yehuda tetap berpaut kepada raja mereka, mengikutinya dari sungai Yordan sampai Yerusalem. 20:3 Sampailah Daud ke istananya di Yerusalem, lalu raja mengambil kesepuluh gundik yang ditinggalkannya untuk menunggui istana, kemudian dimasukkannya mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka, tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai hari mati mereka. 20:4 Berkatalah raja kepada Amasa: "Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!" 20:5 Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.
Banyak alasan mengapa seseorang menunda-nunda sebuah tugas atau pekerjaan. Ia merasa tidak tahu atau tidak mampu memgerjakannya. Ia harus mengerjakan berbagai hal lain, sehingga tidak fokus. Bisa juga ia merasa hal itu kurang penting, sehingga tidak memprioritaskannya. Beberapa pekerjaan yang ditunda-tunda mungkin tidak berdampak apa-apa bagi kita. Namun ada juga yang berakibat buruk, yang bahkan dapat membuat kita kehilangan berbagai hal berharga dalam hidup. Amasa adalah keponakan sekaligus panglima tentara Daud. Ketika Absalom kudeta takta ayahnya, Daud, ia pun mengangkat Amasa jadi pemimpin tentarnya (2Sam.17:25). Namun ketika Absalom tewas dan Daud kembali menjadi raja Israel, Amasa kembali diangkat sebagai panglima (2Sam.19:23). Namun tak lama kemudian, Seba, seorang Benyamin, memimpin pemberontakan terhadap Daud. Lalu Daud memerintahkan agar Amasa memimpin orang-orang Yehuda untuk menangkap Seba, dalam waktu tiga hari, lalu menghadap raja. Amasa pergi, namun ia menunda-nunda tugas itu hingga lewat tenggat waktunya. Sang raja pun mengalihkan tugas itu kepada orang lain. Salah satu pemimpin Daud, Yoab, menganggap penundaan Amasa itu sebagai perilaku tidak menghormati raja, lalu ia membunuhnya serta membereskan masalah Seba. Kisah Amasa ini mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda mengerjakan sesuatu yang penting. Terus belajar menetapkan prioritas. Agar kita tidak mengalami berbagai akibat buruk yang dapat menimpa. Jika kita menilai sesuatu itu penting, jangan menunda mengerjakannya hingga situasi menjadi genting. Tuhan Yesus memberkati!

Wednesday, December 15, 2021

Sekalipun Tidak Ada Alasan Untuk Berharap, Tetaplah Berharap

Sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah berharap ~ Landasan firman Tuhan untuk tema sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah berharap, diambil dari surat rasul Paulus kepada orang-orang kudus, orang-orang percaya yang ada di kota Roma. Rasul Paulus menulis dalam pimpinan, tuntunan, arahan dan bimbingan Roh Kudus, menulis demikian : “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” – Roma 4:18. Dalam menjalani hidup sampai dengan saat ini, tentunya ada banyak peristiwa atau kejadian yang menguras pikiran, perasaan, kehendak dan juga biaya/ dana. Terkadang peristiwa-peristiwa hidup sering membuat kita kewalahan, susah dan kondisi terpuruk. Semua itu tidak bisa kita hindari atau elakan dari hidup ini. Bahkan acap kali kita menemukan diri dalam keadaan kehilangan harapan. Waktu adalah milik manusia yang paling berharga. Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang tetapi Anda tidak dapat menciptakan lebih banyak waktu. Bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda adalah bukti di mana harapan Anda berada. Jika harapan Anda ada pada Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan menginvestasikan waktu di dalamnya.
Ayat bacaan hari ini menggambarkan bagaimana Abraham tidak ada dasar untuk berharap, tetapi Ia tetap meluangkan waktu untuk berharap. Kalimat "tidak ada dasar untuk berharap" adalah sebuah fakta yang sangat menakutkan pastinya bagi banyak orang. Semua pengharapan yang kita miliki, pastinya kita inginkan harus ada sebuah dasar atau fakta yang mendukung bahwa harapan itu bisa terjadi atau tercapai. Tidak selalu seperti itu. Walaupun kelihatannya tidak mungkin terjadi, selama kita memiliki janji Tuhan yang sudah tertulis di Alkitab, kita bisa berharap. Abraham menerima janji dari Tuhan bahwa keturunannya akan sebanyak bintang-bintang di langit. Bagi Abraham dan Sarah janji itu tampaknya sama sekali tidak mungkin, tubuh Abraham sudah sangat lemah dan rahim Sara sudah mati. Inilah arti sebuah pengharapan yang seolah-olah tidak ada dasarnya. Justru karena seolah-olah tampaknya tidak ada dasarnya, atau kelihatan mustahil, itu menjadi sebuah pengharapan. Jika tampaknya mungkin, bukan merupakan pengharapan lagi. Itu sebabnya, Tuhan suka ketika kita ada di posisi yang sulit, terpojok, tidak ada jalan keluar atau tidak ada dasar atau alasan untuk berharap. Itu adalah saat dimana Tuhan mau kita berharap kepada Dia. Ketika nanti Tuhan menjawab, maka kesaksian kita akan dipenuhi dengan kemuliaan bagi Tuhan bukan kehebatan diri kita. Ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit, teruslah percaya pada firman Tuhan, luangkan waktu untuk memahami, merenungkan, menyukai dan mempelajarinya dengan hati. Meluangkan waktu bersama Tuhan adalah cara Tuhan menghembuskan hikmat-Nya ke dalam diri Anda. Jangan tergoda untuk berpikir bahwa Anda akan lebih puas jika Anda menerima jawaban doa Anda. Minta kepada Tuhan untuk merasa kepuasan sekarang, justru sebelum menerima jawaban doa. Puas, karena pengharapan di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan (baca ROMA 5:1-5). Pengharapan dan kepuasan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Orang dunia akan merasa puas setelah mendapatkan apa yang ia harapkan. Anak Tuhan akan merasa puas justru sebelum melihat harapannya menjadi kenyataan. Itu semua terjadi karena ia tahu bahwa dirinya tidak pernah akan kecewa, karena hal baik akan terjadi bagi semua orang percaya. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu.

Tuesday, December 14, 2021

Hari Tuhan Sudah Dekat, Berjaga-jagalah

Hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah, diambil dari kitab Zefanya 1:1-18. Minggu ini kita memasuki Minggu Adven ketiga, yakni Joy. Dan kita akan membahasnya dari kitab nabi Zefanya. Nabi Zefanya hidup pada akhir pemerintahan Kerajaan Yehuda Selatan, sebelum benar benar di hancurkan oleh Babel semuanya. Nampaknya ada pengharapan yang muncul, saat raja Yosia bin Amon memerintah. Yosia hidup benar dihadapan Allah dan mengadakan reformasi besar besaran untuk mengembalikan umat Yehuda pada TUHAN Allah mereka. Yosia mencoba memulihkan Bait Suci dan menjauhi berhala berhala serta mengajak rakyat hanya menyembah kepada TUHAN, Allah Israel saja. Namun ini tentulah tidak mudah, sebab puluhan bahkan ratusan tahun mereka sudah terbiasa menyembah kepada ilah ilah lain dan mencampur-sandingkan dengan TUHAN, Allah Israel. Sinkritis itulah kira kira bahasa yang bisa kita kenakan kepada umat yang mencoba menggabungkan semua ilah dengan TUHAN dan mengijinkan untuk disembah semuanya. Ini tentu bukanlah sikap yang toleran dan atau inklusif (terbuka), tetapi sudah tergolong pencampuran semua keyakinan dan penyembahan. Siapa Allah tidak lagi utama, tetapi perayaan perayaan keagamaanlah yang lebih utama. Keyakinan iman sudah berubah menjadi keselarasan budaya. Itulah sebabnya saat raja Yosia hendak mengembalikan umat Allah hanya kepada TUHAN saja sebagai Allah mereka, tentulah tidak segampang membalikkan tangan. Karena kebiasaan sinkretis sudah mengakar kuat dalam tradisi dan ritual ritual agama, bahkan sudah membudaya.
Jika raja Yosia bisa melalukannya, itu tentu atas pertolongan Allah. Mengapa? Ya karena raja Yosia itu masih tergolong sangat muda (ia menjadi raja pada umur 8 th). Atas pertolongan Allah raja Yosia berani melakukan perubahan yang sangat drastis. Raja Yosia tidak hanya memusnahkan bukit-bukit pengorbanan bamot di wilayah Yehuda dan Benyamin tetapi ia juga menjangkau wilayah Efraim dan Naftali di Galilea. Ia menghancurkan semua peranti dan sarana ibadah penyembahan berhala. Raja Yosia juga memerintahkan agar umat kembali merayakan Paskah (2 Raja Raja 35:18). Sebuah keputusan besar, yang mengingatkan kembali siapa sebenarnya umat Allah dan siapa Allah mereka. Paskah adalah satu tanda pengingat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu reformasi Yosia adalah titik balik perubahan yang membawa pada pengharapan akan pemulihan Israel dan Yehuda. Tidak mengherankan jika nabi Zefana menubuatkan bahwa sesuatu yang baik bakal terjadi buat Yehuda. Bangsa Yehuda akan diselamatkan dan para penyembah berhala bakal dihukum habis oleh TUHAN, Allah Israel. Demikian sabda TUHAN : “Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya”. Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya. (Zefanya 1:4-7) Jadi Zefana diminta untuk menyatakan bahwa TUHAN akan menyelamatkan sisa sisa Yehuda (yang telah bertobat dan kembali hanya menyembah kepada Allah) dibawah kepemipinan Yosia; dan akan menghukum bangsa bangsa dan umat penyembah berhala. Hari itu akan tiba. Dan hari itu disebut hari TUHAN, hari penghakiman. TUHAN juga akan menggeledah setiap rumah di Yerusalem dengan memakai obor (artinya tidak ada yang bisa bersembunyi), dimana orang yang mendua hati juga akan dihukumnya (Zef 1:12). Hari TUHAN sudah dekat dan akan datang dengan sangat cepat. Ia akan menyapu bersih semua manusia bahkan hewan yang telah mengkhianati perjanjian kasih setia dengan TUHAN. Karena itu senyampang masih ada waktu... bertobatlah! Emas dan perak (kekayaan dan kekuasaan) tidak akan bisa menyelamatkanmu. TUHAN bukanlah Allah sogokan, yang bisa dibelokkan oleh korban bakaran dan korban sajian. Sebab yang IA inginkan adalah kemurnian hati dan pertobatan yang sejati. Kembalilah kepada TUHAN yang adalah Allahmu. Jangan lagi mendua hati! Itu pesan pembuka kitab nabi Zefanya.

Friday, November 12, 2021

Tuhan Mengasihi Kita Lebih Dari Kasih Seorang Ibu

Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu ~ Landasan firman Tuhan tema Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu, diambil dari kitab Yesaya. Demikianlah firman Tuhan : “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” – Yesaya 49:15. Di dalam YESAYA 49, Tuhan menjelaskan siapa Dia kepada umat-Nya. Ini harus menjadi pegangan kita selama kita hidup, untuk selalu mengerti betapa besar kasih-Nya kepada anak-anak-Nya. Nabi Yesaya menerima suara Tuhan sebagai sebuah pewahyuan yang sangat berharga untuk umat Israel saat itu, dan juga kita orang percaya. Dalam perikop ini, Tuhan memberitahu kita bahwa Dia adalah Tuhan yang penuh kasih kepada anak-anak-Nya. Kasih itu ditunjukkan-Nya lewat sosok Gembala Agung, Ibu, Pelukis dan Penakluk. Hari ini kita akan membahas kasih Tuhan yang melebihi sosok seorang ibu. Meskipun sangat jarang bagi seorang ibu meninggalkan bayinya yang baru lahir, namun itu terjadi di dunia yang kita hidupi ini. Bapa Surgawi kita tidak mungkin lupa atau gagal untuk mengasihi anak-anak-Nya. Hampir setiap orang pernah mengalami kesendirian atau penolakan karena ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Ayat bacaan hari ini meneguhkan janji Tuhan yang sangat istimewa. Kasih-Nya melebihi kasih seorang ibu.
Ada sebuah hubungan yang sangat dalam antara ibu dan anak. Anak berasal dari benih ayah, tetapi anak adalah bagian dari ibunya. Mereka menjadi satu, saat bayi terbentuk di dalam rahim sang ibu. Segala sesuatu yang dilakukan seorang ibu hamil mempengaruhi dua orang, dirinya sendiri dan anak yang dikandungnya. Ketika anak itu lahir, ia kembali ke ibunya untuk menyusu. Garis keturunan anak memang melalui ayahnya, tetapi garis kehidupan seorang anak melalui ibunya. Anda mungkin pernah merasa dilupakan oleh seseorang dalam hidup Anda, tetapi Tuhan tidak akan melupakan Anda, MAZMUR 27:10 mengatakan: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Ini gambaran yang Tuhan mau kita mengerti. Sama dengan seorang anak yang lahir dari ibunya dan selalu menjadi satu bagian dari ibunya yang tak terpisahkan, demikian pula kasih Tuhan kepada kita, bahkan melebihi koneksi dan kasih ibu kepada kita. Itu sebabnya Alkitab terus mengatakan bahwa kita ada di dalam Dia, menjadi satu dengan-Nya. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah (baca KEJADIAN 1:26-27). Karena Tuhan menciptakan kita laki-laki dan perempuan, kita tahu ada aspek maskulin dan feminin dari karakter Tuhan. Kasih seorang ibu dianggap yang terkuat dan terbaik yang pernah ada. Kasih Tuhan melampaui bahkan yang terbaik yang dapat ditawarkan dunia ini. Nabi Yesaya menggambarkan Israel sebagai anak yang menyusu dalam pelukan ibunya. Anak itu sepenuhnya bergantung pada ibunya dan percaya bahwa dia tidak akan pernah ditinggalkan olehnya. Betul, sebuah tangisan anak adalah indikasi ia membutuhkan sesuatu dan sang ibu akan bertindak, tetapi tanpa tangisan-pun, insting keibuannya akan terus memberitahunya kapan waktunya anak itu perlu makan, mandi atau diganti bajunya. Kebutuhan anak itu terjamin dan terurus dengan sangat baik karena ada kasih seorang ibu. Itu sebabnya mengapa Maria ibu Yesus berdiri di depan kayu salib ketika Yesus tergantung mengorbankan hidup-Nya untuk kita. Ketika para murid lari meninggalkan Yesus, ada yang menjual dan menyangkal Dia, Maria dengan kasih seorang ibu mendampingi Yesus. Ketika kita mengerti betapa dahsyat dan hebatnya kasih seorang ibu, maka hari ini kita disadarkan akan kasih Tuhan yang jauh melebihi kasih ibu di dunia ini. Makin kita menyadari kasih Tuhan atas hidup ini, kita akan makin kuat menghadapi semua pergumulan hidup. Karena kasih-Nya, semua kebutuhan kita ditanggung penuh oleh-Nya dan sebelum kita menangis dan menjerit minta pertolongan, Dia sudah menyiapkan yang terbaik bagi kita. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu

Sunday, November 7, 2021

Allah Mencurahkan Murka-Nya Kepada Siapa?

Allah mencurahkan murka-Nya kepada siapa? ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Allah mencurahkan murka-Nya kapada siapa?, diambil dari Roam 2:1-16. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut, saya lampirkan di bawah ini. Roma 2:1-16. 2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? 2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, 2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. 2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, 2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. 2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu. 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus. Pembacaan firman Tuhan kali ini jelas menyatakan bahwa Tuhan : “...akan membalas setiap orang menurut perbuatannya”, (ayat 6). Pasti kepada orang yang hidup dalam kebenaran akan diberikan kehidupan kekal; sebaliknya bagi yang tetap hidup dalam kelaliman akan beroleh murka dari Tuhan, artinya penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat. Tetapi sering kali yang kita lihat adalah orang jahat tetap mujur dan sepertinya hidup dalam kebahagiaan. Ini adalah penglihatan secara mata jasmani, namun tidaklah demikian adanya. Mungkin mereka berlimpah dengan harta, tapi sesungguhnya jiwa mereka kosong, merana dan hatinya tidak tenang. Hal inilah yang pasti mengganjal di benak setiap orang percaya, bahkan Yeremia pun menanyakannya kepada Tuhan: “Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga” (Yeremia 12:1b-2a). Bukankah kita juga bersikap demikian: iri hati dan marah kepada Tuhan? Mungkin kita juga berkata dalam hati, “Percuma bersusah payah melayani Tuhan, toh hidupku tidak ada perubahan. Sudahlah tidak usah terlalu rohani, hidup seperti orang dunia saja”. Stop berpikir demikian! Karena dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa jika kita suam-suam kuku alias tidak dingin dan tidak panas, Tuhan akan memuntahkan kita dari mulut-Nya (Wahyu 3:16). Apa pun keadaannya janganlah kita sampai terpengaruh dan terbawa oleh arus dunia ini. Tuhan menghendaki agar kita tetap setia sampai akhir. Memang tidak mudah menjadi orang setia, terlebih di akhir zaman ini, di mana banyak sekali ujian dan tantangan yang menghadang hidup orang percaya. Namun janji Tuhan jelas bahwa Dia akan “...memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia”, (Amsal 2:8) dan pada saatnya kita akan melihat bahwa Tuhan akan membuat perbedaan antara orang benar dan orang fasik (Maleakhi 3:18). Tuhan selalu adil dengan perbuatan-Nya, Ia pun akan membalaskan setiap orang setimpal dengan hasil perbuatannya! Tetaplah hidup dalam kebenaran, sebab mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia!

Friday, November 5, 2021

Pemeliharaan Allah Terhadap Orang Percaya

Pemeliharaan Allah Terhadap Orang Percaya ~ “Serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya sebab, Ia yang memelihara kamu” 1 Petrus 5:7. Orang-orang Kristen Yahudi yang hidup di perantauan tentu mengalami banyak tantangan secara khusus terkait dengan kehidupan iman mereka kepada Yesus Kristus. Guna menginspirasi dan memotivasi umat Tuhan yang ada diperantauan dan yang mengalami beragam ujian karena iman mereka kepada Yesus Kristus, rasul Petrus menulis suratnya. Kutipan firman Tuhan di atas, menegaskan bahwa sebagai orang percaya di dalam Kristus, rasul Petrus mendorong supaya mereka secara total menyerahkan hidup mereka kepada Allah. Mengapa? Alasan mendasarnya ialah karena Allah yang memelihara hidup mereka sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: “Bagaimana cara Allah memelihara orang-orang yang percaya kepada-Nya?” Berdasarkan firman Tuhan, maka ada beberapa cara Allah memelihara hidup umat-Nya, yaitu: 1. Allah menyelamatkan kita dari kebinasaan Manusia sudah berdosa dan pasti binasa karena dosanya. Namun, Allah mengasihi manusia, itu sebabnya Dia mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita dari :





Satu, kematian kekal. Dari kematian yang begitu mengerikan Allah telah dan akan menyelamatkan kami – “Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi” – 2 Korintus 1:10. Dua, melepaskan dari kegelapan ke dalam terang. Rasul Paulus menegaskan: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih” – Kolose 1:13. 2. Allah melindungi kita dari segala bahaya Dunia ini penuh dengan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Semua itu berpotensi mengancam keselamatan kita sebagai umat Allah. Namun, syukur kepada Tuhan sebab Dia melindungi kita dari semua malapetaka tersebut. Allah melindungi kita karena beberapa alasan kuat dan mendasar, sebagai berikut : Satu, kita adalah biji mata Allah. “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” – Mazmur 17:8. Lalu dilanjutkan: “Banyak kesakitan diderita oleh orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia” – Mazmur 32:10. Dua, kita hidup dalam taku akan Dia. Ketika kita hidup dalam rasa hormat dan takut kepada Allah, maka Allah mengganjar itu dengan memberikan perlindungan kepada kita. Pemazmur menegaskan bahwa: “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka” – Mazmur 34:8. 3. Allah menghibur kita dalam penderitaan Penderitaan, kesulitan dan kesukaran selalu ada di jalan hidup kita. Terkadang kita juga mengalami dan merasakan bagaimana sulitnya hidup ketika berada dalam penderitaan. Tetapi segala puji bagi Allah karena Dia menghibur kita di dalam semua kesusahan dan dukalara yang kita alami. Allah menghibur kita, karena: Satu, Dia adalah sumber penghiburan kita – “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan” – 2 Korintus 1:3. Dua, Dia telah menganugerahkan Roh Kudus sebagai penghibur kita – “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita” – 2 Tesalonika 2:16. Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita dapat mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya Allah memelihara kita dengan sempurna. Tidak ada satupun dari hidup kita sebagai umat-Nya yang tidak dilindungi oleh Allah. Namun, acap kali kita melupakan akan pemeliharaan Allah dalam hidup kita, sehingga kita meragukan Dia saat badai hidup menerpa kita. Padahal, Allah kita adalah yang mahakuasa yang sanggup memberikan perlindungan sempurna bagi kita. Kiranya penjelasan di atas meneguhkan iman kita dan memotivasi pembaca untuk mengingat bahwa Allah melindungi kita karenanya jangan pernah mencari perlindungan yang lain. Amin

Monday, November 1, 2021

Tuhan Menyerahkan Kuasa Kepada Kita Untuk Mengalahkan Musuh

Tuhan menyerahkan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Tuhan menyerahkan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh, diambil dari 1 Samuel 24:1-8. Firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1 Samuel 24:1-8. 1 Samuel 24:1-8 Konteks 24:1 Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi”. 24:2 Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. 24:3 Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. 24:4 Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. 24:5 Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
24:6 lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN”. 24:7 Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya. 24:8 Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: “Tuanku raja!” Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. “Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu, Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam” – 1 Samuel 24:5. Yang Kaupandang Baik Dengan 3.000 prajurit, Saul memburu Daud. Daud dan kelompoknya terpojok, bersembunyi di gua. Tiba-tiba, Saul memasuki gua. Sendiri. “Tuhan menyerahkan dia ke tanganmu” kata para pengikut Daud. “Perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”, desak mereka (ay. 5). Tetapi, Daud menolak membunuh raja itu. Dialog antara Daud dan para pengikutnya menunjukkan bahwa apa yang baik menurut seseorang, belum tentu baik menurut yang lain. Memang, semua pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan? selalu bisa dijawab dengan, “Lakukanlah yang baik”. Tetapi, jika ditanyakan, “Manakah yang baik itu?” jawab orang bisa tak sama. Tiap orang bisa memiliki versi berbeda tentang apa yang baik. Faktor apa yang menentukan? Faktor penentunya adalah sesuatu yang diyakini sebagai hal yang terpenting. Bagi para pengikut Daud, hidup aman dan nyaman adalah hal yang terpenting. Sebab itu, bagi mereka, yang baik adalah memusnahkan penghalang bagi hidup aman dan nyaman itu: bunuh Saul. Tetapi bagi Daud, Tuhan dan kehendak-Nyalah yang terpenting. Tuhanlah yang mengurapi Saul. Hormat dan kasih Daud kepada Tuhan membuatnya menghormati dan mengasihi orang yang diurapi Tuhan (ay. 7). Dan, Daud sungguh melakukan hal yang diyakininya. Pertanyaan bagi kita: Apakah yang kita yakini sebagai hal terpenting? Hal macam apakah yang kita pandang baik? Maukah kita meniadakan jarak antara apa yang kita pandang baik, dan tindakan yang kita lakukan? Tuhan menolong kita. Berbahagialah orang yang secara jujur menemukan dalam dirinya bahwa Tuhanlah yang terpenting dalam hidupnya

Monday, October 25, 2021

Hidup Kita Yang Benar Mendatangkan Kemuliaan Bagi Allah

Hidup kita yang benar mendatangkan kemuliaan bagi Allah ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hidup kita yang benar mendatangkan kemuliaan bagi Allah diambil dari Injil Matius. Demikianlah firman Tuhan : “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” – Matius 5:16. Di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru, karakter yang lama, yang sia-sia, yang jahat, yang berdosa, yang menyimpang, yang gelap dan yang bertentangan dengan firman Tuhan sudah harusnya tidak ada lagi. Karakter yang baru, yang benar, yang sesuai dengan firman Tuhan, yang sesuai dengan kehendak Roh Kudus, dan yang berkenan kepada Allah menjadi bagian yang baru di dalam hidup kita. Rasul Paulus berkaitan dengan ciptaan yang baru dalam Kristus, menulis firman Tuhan demikian : “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” – 2 Korintus 5:17. BUAT APA TERANG YANG ADA DALAM HIDUP KITA?. Saat lampu mati mendadak, seluruh penghuni di kompleks perumahan seperti koor paduan suara, serempak berteriak, wah ! Lampu atau terang dibutuhkan oleh semua orang. Melewati jalan gelap, orang pasti membawa senter. Supaya terhindar masuk ke selokan, jangan sampai terantuk batu, menabrak orang lain atau masuk kedalam jurang jika berada di pegunungan.
TERANG LAMPU/CAHAYA SAJA BEGITU DIBUTUHKAN MANUSIA, APALAGI TERANG TUHAN. Karena dosa telah menjerat manusia, mereka kini hidup dan berjalan dalam kegelapan. Manusia sulit membedakan mana terang, mana gelap. Dosa sudah dianggap biasa. Manusia membutuhkan terang supaya hidupnya tidak menuju kepada kebinasaan. Anak anak, remaja, pemuda hingga orang dewasa perlu terang. Masa depan mereka gelap, segelap jalan yang mereka lalui sekarang. Banyak orang putus asa dan akhirnya bunuh diri akibat gelap sudah menguasai hidup mereka. BERAPA BANYAK ORANG YANG MATI BUNUH DIRI?. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setiap detik terdapat satu orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka orang yang kehilangan nyawa akibat bunuh diri bahkan lebih parah dibanding jumlah orang yang terbunuh dalam perang. Total terdapat 800 ribu orang yang tercatat melakukan bunuh diri tiap tahunnya. Anda bisa bayangkan dalam 10 tahun terakhir, 8 juta orang mati bunuh diri. Siapakah mereka? Mungkin saja orang yang dekat dengan anda. Bisa juga keluarga sedarah sedaging dengan anda. Bukan tidak mungkin, orang tua atau anak anak kita. APAKAH ANDA AKAN DIAM SAJA, TIDAK PERDULI? Sebagai orang orang yang sudah memiliki TERANG, kita harus segera bertindak. Jangan diam saja ! Jangan jadi penonton ! Sebagai anak Terang kita harus mempengaruhi dunia, jangan sebaliknya, dunia mempengaruhi anda ! BAGAIMANA CARANYA?. Simak apa yang ditulis dalam Efesus 5:8-9 berikut ini : “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran. KEBAIKKAN APA YANG ANDA SUDAH LAKUKAN KEPADA SESAMA KITA SELAMA INI?. Paulus menasehati jemaat di Galatea untuk tidak bosan bosan berbuat baik. Jika itu anda lakukan, kelak anda akan menuai apa yang anda tabur. Semua kekayaan anda, harta milik anda, apapun, akan berakhir dipinggir kuburan. Anda tidak akan pernah bisa membawanya ! SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN, BAGIKANLAH TERANG KEPADA SESAMA KITA. ANDA TIDAK AKAN PERNAH MENYESAL TELAH MENABUR KEBAIKKAN.

Friday, October 8, 2021

4 Jaminan Bahwa Tuhan Tidak Pernah Melupakan Kita

4 jaminan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema 4 jaminan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita, diambil dari kita Yesaya. Demikianlah firman Tuhan : “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” – Yesaya 49:15. Secara natural atau alamiah, seorang perempuan yang memiliki bayi sudah pasti ia akan selalu ingat akan bayinya. Seorang ibu akan berusaha sedemikian rupa untuk selalu dekat dengan bayinya. Hal ini bisa terjadi sedemikian rupa oleh karena sang ibu sangat mengasihi bayinya. Sembilan bulan ia mengandung bayinya. Semenjak dalam kandungan, sang ibu akan mengasihi, menjaga, merawat dan akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang janinnya semenjak dari dalam kandungan. Sang ibu akan mendukung bayinya supaya bertumbuh dan berkembang dalam rahimnya. Sang ibu akan ke dokter untuk memeriksa perkembangan bayinya. Ia akan berusaha untuk mengikuti petunjuk-petunjuk dalam buku yang diberikan oleh dokter karena dalam buku tersebut ada catatan dokter tentang kondisi bayinya dan apa yang harus dilakukan.
Sang ibu akan berusaha untuk memberikan Air Susu Ibu sampai bayinya disapih. Lebih jauh lagi sang ibu akan memberikan tambahan nutrisi untuk asupan sang bayi. Semua itu dilakukan karena sang ibu sangat mengasihi dan mencintai bayinya. Dia tidak akan pernah melupakan bayinya. Mengapa? Karena itulah harta yang paling berharga yang dimilikinya. Kalaupun ada seorang ibu melupakan bayinya tentu ini kasus yang khusus. Mungkin sang ibu mengalami gangguan kejiwaan. Mungkin sang ibu mengalami musibah yang menyebabkan memori ingatannya menjadi terganggu. Karena itulah ia bisa melupakan bayinya. Bagaimana dengan Tuhan? Tuhan adalah pencipta alam semesta dan segala isinya. Kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Bagaimana kamu meresponi waktu Tuhan bilang Dia melupakanmu? Dia bisa lupa dengan nomor ponselmu, alamat emailmu, dan gambaran mukanya. Waktu Dia bilang kalau Dia gak lagi mengenali rupamu. Bagaimana perasaanmu? Mungkin kamu akan seperti Musa. Waktu dia membela salah satu orang sebangsanya, dia malah harus melarikan diri dan pergi meninggalkan sanak keluarganya. Semua hal baik yang ditakdirkan untuk dia, termasuk akan jadi raja dan menikahi putri Firaun seketika sirna. Di pelarian, Musa hanya jadi seorang gembala selama 40 tahun. Atau seperti Saulus yang dikenal sebagai sosok yang cendikiawan. Tapi kemudian dia harus meninggalkan semua gelar dan pendidikannya. Sama seperti Musa dan Saulus, kita mungkin pernah punya rencana masa depan yang besar dan brilian. Kita membayangkan diri kita akan jadi seorang pemimpin yang berpengaruh. Tapi tiba-tiba, kita kehilangan semua mimpi itu. Bagaimana kita harusnya meresponi saat Tuhan mengubah jalan hidup kita sepenuhnya? Kenapa Tuhan harus melakukan hal itu atas hidup kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari merenungkan beberapa poin di bawah ini: 1. Tuhan adalah pencipta yang bertanggungjawab atas hidup kita Sejak lahir, Tuhan sudah memanggil Musa untuk jadi sosok yang akan menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan. Kronologi perjalanan hidup Musa bisa saja gak akan seberat itu kalau dia gak melakukan tindakan gegabah. Sebagai pribadi yang berkuasa, Tuhan bisa mengubah situasi yang sangat buruk untuk mendatangkan kebaikan. Dan Dia pun melakukannya melalui Musa. Tuhan tahu kerinduan Musa kepada sanak saudaranya di Mesir. Dan sesuai dengan waktuNya, Musa kembali dipanggil untuk menggenapi panggilan-Nya. Jadi Tuhan gak pernah melukapan kita. 2. Tuhan adalah penguasa yang sanggup melakukan yang tidak mungkin bagi kita mungkin bagi Dia Siapa yang pernah mengira kalau Dia akan membangun sebuah bangsa lewat seorang pria pembunuh? Lewat Musa, Tuhan membawa umat-Nya ke tanah perjanjian yang penuh dengan madu dan gandum. 3. Tuhan adalah pribadi yang hidup yang selalu rindu untuk bersekutu dengan kita Musa dan Saulus adalah dua pribadi yang mengalami transformasi hidup sepenuhnya. Dari yang sangat dihormati jadi pribadi yang dibenci dan dikucilkan. Tapi, Tuhan selalu memakai orang-orang seperti ini untuk mengerjakan proyekNya. 4. Tuhan adalah pribadi yang mau bekerjasama dengan kita yang lemah dan terbatas Sekalipun Musa berkata kalau dia gak pintar berkata-kata, tapi Tuhan terus mendesaknya untuk pergi. Pernah gak kita berpikir kalau Musa dan Saulus adalah dua orang yang lemah dan dilupakan oleh banyak orang? Tapi Tuhan justru membuat mereka jadi pribadi yang tak terlupakan sepanjang sejarah. Kalau kamu merasa dilupakan, sadarilah kalau Tuhan gak pernah melupakanmu. Tuhan gak memalingkan wajah-Nya darimu atau menyingkirkanmu dari tujuan-Nya. Tuhan sedang mempersiapkanmu untuk sesuatu yang besar. Jadi, tetaplah menaatiNya dan tunggu waktu Tuhan berbicara atas hidupmu.

Friday, February 8, 2019

SUARA ALLAH YANG MENENANGKAN KITA

Suara Allah yang menenangkan kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema suara Allah yang menenangkan kita, diambil dari kitab Mazmur 23:1-6. Saya lampirkan firman Tuhan tersebut dibawah ini. TUHAN, gembalaku yang baik 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Menurut beberapa penelitian, mendengar suara air dapat membuat seseorang merasa lebih tenang dan nyaman. Suara gemericik air bisa mempengaruhi pikiran seseorang agar tetap tenang, nyaman, dan tidak khawatir dengan keadaan. Air yang jatuh secara teratur dan terus-menerus seperti rintik hujan dan aliran sungai, mampu mengalihkan fokus pendengaran kita dari bunyi-bunyi tak nyaman. Bahkan suara yang sama dapat membuat kita mengantuk. Selain itu, suhu udara di sekitar juga akan terasa mendukung suasana damai tersebut. Para psikolog bahkan menggunakan suara air sebagai terapi agar tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Kehidupan yang penuh dengan tekanan, kesibukan, dan pergolakan sering memaksa kita untuk lari dari kenyataan dan mencari ketenangan. Kita bisa mendapat ketenangan dari berbagai hal di dunia ini, namun semua itu tidak memberi jaminan bahwa kita akan memperoleh kedamaian. Kita bisa melarikan diri dari segala permasalahan pada hal yang sia-sia, namun hal itu bukannya menyelesaikan permasalahan yang ada, justru menambahnya. Ketenangan yang sejati hanya kita dapat di dalam Allah. Seperti suara air yang membawa ketenangan bagi jiwa kita, kasih Allah pun akan memberi kedamaian bagi hidup kita. Melalui firman yang kita baca dan renungkan, melalui pujian dan doa yang kita naikkan, Allah akan menyatakan kuasa-Nya dan menjaga kita tetap berada dalam perlindungan. Saat dekat dengan Allah hidup kita akan semakin diperbaharui, jiwa kita akan kembali tenang, kita memperoleh kekuatan untuk menghadapi segala perkara, dan semakin mengakui kebesaran Tuhan yang melampaui kekurangan kita. Datanglah kepada Allah dan rasakan kasih-Nya yang begitu besar yang mampu memberi ketenangan diantara segala beban dan pergumulan kita. “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya” – Mazmur 23:2-3.

TAK BERKESUDAHAN KASIH SETIA TUHAN BAGI KITA

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan bagi kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tak berkesudahan kasih setia Tuhan bagi kita, diambil dari kitab Ratapan 3:21-23. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan dibawah ini. 3:21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Penulis kitab Ratapan menegaskan demikian : “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya”. Hal ini menegaskan pertama-tama bahwa Yahwe Elohim adalah Pribadi hidup dan yang berkuasa. Dia adalah Pribadi yang penuh kasih yang mengasihi umat-Nya dengan kasih yang sempurna. Selain itu, Dia juga adalah Allah yang setia dan persediaan rahmat-Nya tidak akan pernah habis.
Penulis suarat Yakobus dalam 1:17, menulis demikian : “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”. Di sini, penulis surat Yakobus menegaskan bahwa Yahwe Elohim adalah Pribadi yang senantiasa memberikan yang baik kepada setiap anak-anak-Nya berdasarkan anugerah yang sempurna. Dia adalah Allah yang kekal dan tidak akan pernah berubah. Kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia penulis kitab Yeremia. Isi kitab Ratapan penuh dengan ratap tangisan dan seruan bangsa Israel, khususnya Nabi Yeremia kepada Allah sebagai akibat dari kehancuran dan kejatuhan kota Yerusalem ke tangan musuh, yaitu bangsa Babel. Umat Allah ditawan dan dibawa ke negeri Babel. Seruan ratapan yang dipanjatkan kepada Allah merupakan ungkapan rasa sedih dan dukacita yang mendalam. Walaupun demikian, ternyata Nabi Yeremia tidak putus harapan. Ia percaya bahwa Allah adalah Allah yang tetap setia kepada umat-Nya. Yeremia mendesak bangsa Israel untuk mengingat kembali bahwa Allah sungguh-sungguh pemurah dan setia. Yeremia mengingatkan bahwa Allah juga baik kepada mereka yang mengandalkan Dia. Ayat 22-23 menegaskan kembali, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” Yeremia percaya Tuhan akan memulihkan dan menolong umat-Nya. Tuhan memiliki kasih setia yang tiada habis-habisnya kepada umat-Nya. Karena kasih setia Tuhan inilah, Yeremia yakin Dia akan mengampuni umat-Nya dan mengembalikan status mereka sebagai umat kesayangan Tuhan. Kata “kasih setia” berasal dari khesed, yang berarti kebaikan, kemurahan, pengampunan atau belas kasihan. Selain itu, kasih setia juga erat kaitannya dengan perjanjian yang telah dibuat Allah terhadap umat Israel, yaitu janji bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih. Kasih setia Allah menunjukkan kesetiaan-Nya terhadap janji yang Dia telah ikrarkan. Di dalam kasih setia Tuhan, ada pengampunan terhadap orang yang berdosa. Kita hendaklah yakin bahwa meskipun kita telah jatuh ke dalam jurang dosa, telah diasingkan dan diabaikan, masih ada Allah yang dengan kasih setia-Nya mengangkat kita. Karena kasih setia Tuhan yang tiada habis-habisnya ini pula yang membuat Allah Bapa mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, hadir ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita. Kehadiran Kristus Yesus di dunia adalah bentuk pernyataan bahwa manusia berdosa masih memiliki pengharapan di dalam keselamatan. Inilah bentuk kepedulian Allah terhadap umat manusia supaya mereka tidak lagi terbelenggu oleh dosa tetapi menerima anugerah keselamatan dari Allah. TIADA KATA “STOP” UNTUK ALLAH MENGASIHI KITA, DIA PEDULI DAN KASIH-NYA SELALU ADA BAGI DIRI KITA.

Kita Yang Terhilang Ditemukan Kembali Oleh Tuhan

Kita yang terhilang ditemukan kembali oleh Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema kita yang terhilang ditemukan kembali oleh Tuhan, diambil dari Injil Lukas 15:1-9. Secara lengkap firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” 15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 15:4 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” 15:8 “Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. “Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan” – Lukas 15:6. Pada saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka berusaha untuk bersembunyi dari Allah. Mereka mengalami ketakutan yang sebelumnya tidak pernah mereka alami. Dosa telah memisahkan kita dari Allah. Namun, kita bersyukur karena Allah mencari dan menemukan Adam dan Hawa serta tentunya kita juga. Ada kisah yang hilang Saya dan istri menjadi panik saat menyadari bahwa ibu mertua saya menghilang ketika ia sedang berbelanja dengan seorang saudara. Ingatan Ibu kurang baik, dan kami tidak tahu apa yang sedang dilakukannya. Apakah ia berputar-putar di pasar itu, atau justru menaiki bus untuk pulang ke rumah? Saat mencarinya, kami sudah memikirkan kemungkinan yang terburuk, sambil berseru kepada Allah dalam hati, “Tolonglah kami menemukannya.” Berjam-jam kemudian, ibu mertua saya ditemukan sedang berjalan kepayahan di jalan yang bermil-mil jauhnya. Kami sungguh bersyukur dapat menemukannya kembali. Beberapa bulan kemudian, kami kembali bersyukur, karena pada usianya yang ke-80, beliau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Saat membandingkan manusia dengan domba yang hilang, Yesus memberikan ilustrasi berikut: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, . . . ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan” (Luk. 15:4-6). Para gembala biasa menghitung domba mereka untuk memastikan jumlah domba sudah lengkap. Sama seperti Yesus, yang menyamakan diri-Nya seperti gembala, menghargai setiap dari kita, tua maupun muda. Saat kita mengarungi hidup ini, mencari-cari makna dan tujuan hidup kita, selalu ada kesempatan untuk berbalik kepada Kristus. Allah rindu kita mengalami kasih dan berkat-Nya. Leslie Koh Tuhan, Engkau mencari dan menemukan kami. Kami bersyukur Engkau menjadikan kami milik-Mu.

Diproses Untuk Memberitakan Kemasyhuran Tuhan Part 1

Diproses untuk memberitakan kemasyuran Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema diproses untuk memberitakan kemasyuran Tuhan, diambil dari kitab Yesaya. Demikian firman Tuhan : “Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku” – Yesaya 43:21. Tidak ada yang instan dalam Kerajaan Allah karena hanya umat yang diproses Tuhan, yang dibentuk Tuhan yang akan memberitakan kemasyhuran Tuhan. Kalau Anda mau dipakai Tuhan, Anda harus diproses. Segala sesuatu yang berharga, indah, dan mulia lahir dari sebuah proses. Tidak ada yang langsung, semua yang berharga, indah, dan mulia pada awalnya tidaklah demikian. Anda harus menapak tahap kehidupan Anda satu demi satu. Tidak ada yang instan. Semakin tinggi dan sulit prosesnya, semakin tinggi nilai dan kualitas barang tersebut. Sebuah berlian hanyalah sebuah arang yang dapat bertahan dalam tekanan dan panas yang luar biasa hebatnya. Berlian dan arang bahan dasarnya sama, yaitu karbon. Yang membedakan: prosesnya. Kalau ingin jadi berlian, harus diproses. Enak tidak diproses? Tidak. Sakit. Namun, percayalah, umat yang Kubentuk akan memberitakan kemasyhuran-Ku. Paulus mengatakan dalam Roma 8:18 Sebab, aku menganggap bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Memahami Makna Akronim P.R.O.S.E.S. P: PEREMUKAN Tahap pertama dalam PROSES adalah PEREMUKAN. Ulangan 8:2: Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu. Berapa tahun waktu yang Tuhan perlukan untuk membuat umat-Nya merendahkan hati? Dan di mana? Mana yang lebih mudah bagi Tuhan: membuat mukjizat atau merendahkan hati kita? Bagi Tuhan lebih mudah untuk membuat mukjizat, tetapi butuh 40 tahun bagi Tuhan untuk memproses haati umat Israel. Mana lebih mudah bagi manusia: membuat mukjizat atau merendahkan hati kita? Kita tidak bisa membuat mukjizat, tetapi kita bisa merendahkan hati kita.
Mana yang lebih penting bagi Tuhan: membuat mukjizat atau merendahkan hati kita? Mengapa Tuhan tidak membuat mukjizat saja untuk membuat umat Israel masuk ke tanah Kanaan? Apakah Tuhan tidak sanggup membawa umat Israel masuk tanah Kanaan melalui mukjizat? Tentu Tuhan sanggup melakukan mukjizat untuk membawa umat Israel memasuki tanah Kanaan tetapi Tuhan tidak melakukan itu dan memilih memroses umat-Nya selama 40 tahun di padang gurun karena bagi Tuhan lebih penting hati umat-Nya daripada mukjizat. Tidak ada yang lebih penting bagi Tuhan selain hati kita. Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita tetapi dengan hati kita. Apa pun masalah kita, sebesar apa pun itu, Tuhan tidak punya masalah dengan masalah kita. Namun, Tuhan punya masalah dengan hati kita. Tuhan ingin berurusan dengan hati kita lebih daripada dengan masalah kita. Masalahnya, kita lebih ingin Tuhan berurusan dengan masalah kita lebih daripada dengan hati kita. Banyak orang datang kepada Tuhan dalam doa dan ibadah, yang dibawa apa? Masalah. Kenapa hati kita? Sombong, congkak, angkuh. Kalau orang ditanya: "Punya masalah apa, Bu?" Jawabannya: "Suami saya, Pak." "Anak saya, Pak." "Keuangan saya, Pak." Tidak pernah ada yang mengatakan, "Masalahnya saya, Pak." Pada dasarnya manusia itu sombong. Kalau Anda ingin dipakai Tuhan, diangkat Tuhan, Anda harus merendahkan hati terlebih dahulu agar diangkat Tuhan. Yesaya 57:15 "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. Tuhan ingin meremukkan hati kita terlebih dahulu karena Tuhan ingin bertakhta di hati kita. Kerajaan Tuhan tidak bisa datang dalam hidup kita kalau kita masih sombong. Tuhan bisa meremukkan diri kita tetapi hanya diri kita yang bisa merendahkan hati kita. Banyak orang sudah direndahkan orang tidak segera merendahkan hati, tetapi malah mengeraskan hati. Oleh sebab itu, rendahkanlah hatimu. R: RESPONS Amsal 29: 1 Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. Ketika ada masalah, ketika kita sedang diremukkan, apa respons kita? Kebanyakan kita meresponsnya dengan: lari dari masalah, menyalahkan, dan kecewa. Menyalahkan, misalnya, “Saya hancur begini karena Papa meninggalkan keluarga”. Ketika kita menyalahkan, semakin hancur hidup kita. Begitu kita percaya sebagai korban, habis hidup kita. (Bagi orang percaya, tidak ada satu pun yang menjadi korban. Korban kita hanya satu, yakni Tuhan Yesus Kristus yang telah mati bagi kita.) Kebanyakan kalau kita sedang diremukkan, kita ingin cepat-cepat melewatinya. Kita ingin cepat melihat hasilnya. Kita tidak sabar dalam peremukan Tuhan. Kita tidak tunduk dalam kepemimpinan Tuhan, malahan kita ingin mengatur Tuhan. Kadang tanda sadar kita merasa lebih tahu dari Tuhan, merasa paling tahu akan hidup kita. Kita harus memiliki respons yang tepat saat diremukkan oleh Tuhan. Mazmur 119:71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. O: OMONGAN Kita tahus jamu, jaga mulut. Ini penting. Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 1 Petrus 3:10 Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Semua orang punya masalah, Orang kaya punya masalah, tidak kaya-kaya juga masalah. Yang penting bukan masalahnya tetapi apa yang kita katakan dalam hati dan pikiran kita mengenai masalah itu. Masalah saya yang sesungguhnya bukan masalahnya melainkan apa yang saya katakan tentang masalah itu. Itu yang menentukan hidup saya. Saya tidak bisa mengubah keadaan, saya tidak bisa mengubah istri saya, tetapi saya bisa mengubah apa yang saya katakan tentang keadaan saya, tentang istri saya. Setiap kata yang kita ucapkan dan pikirkan adalah kendaraan pribadi kita yang akan membawa kita tiba pada suatu tempat dalam hidup ini. Kalau terhadap masalah, kita katakan, "Mati kita. Habis kita." Perkataan ini akan membawa kita ke mana? Namun, arah mana yang akan kita tuju ketika terhadap masalah yang sama kita katakan, “Masih ada Tuhan yang sanggup menolong kita. Tuhan pasti buka jalan. Ini baik buat saya”. Kita harus belajar berkata-kata kepada masalah. Kalau tidak, masalah kita yang akan berkata-kata kepada kita (membuat kita frustrasi, membuat kita stres). Tuhan dan Firman-Nya itu satu. Ketika Anda berkata-kata tentang masalah Anda menggunakan Firman Tuhan, Anda sedang bersama-sama dengan Tuhan, Anda sedang berjalan bersama Tuhan. Dan kalau Anda bersama Tuhan, siapa yang dapat melawan? Kadang tidak sinkron antara kondisi, perkataan mulut kita, dan hati kita. Kita melihat keadaan yang istri kita kacau, mulut kita mengatakan "Istri yang cakap, siapa yang mendapatkannya", sementara hati kita mengatakan "cakap apanya?" Tetapi tetap kita harus belajar mengatakan Firman Tuhan terhadap masalah kita karena perkataan itu punya kuasa untuk mengubah dan menciptakan. Kita harus belajar memperkatakan FIRMAN kepada masalah kita. Ketika menghadapi situasi kekurangan, katakan, "Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku." Kata Jehovah Jireh muncul ketika Abraham ditanya Ishak saat ia akan dikorbankan. Abraham mengajari kita bagaimana memperkatakan Firman Tuhan ketika menghadapi masalah. Kejadian 22:8 Sahut Abraham: “Tuhan yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku”. Kita harus sadar di mana penyediaan Tuhan bagi kita: di mulut kita.

Diproses Untuk Memberitakan Kemasyuran Tuhan Part 2

Diproses untuk memberitakan kemasyuran Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema diproses untuk memberitakan kemasyuran Tuhan, diambil dari kitab Yesaya. Demikian firman Tuhan : “Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku” – Yesaya 43:21. Tidak ada yang instan dalam Kerajaan Allah karena hanya umat yang diproses Tuhan, yang dibentuk Tuhan yang akan memberitakan kemasyhuran Tuhan. Kalau Anda mau dipakai Tuhan, Anda harus diproses. Segala sesuatu yang berharga, indah, dan mulia lahir dari sebuah proses. Tidak ada yang langsung, semua yang berharga, indah, dan mulia pada awalnya tidaklah demikian. Anda harus menapak tahap kehidupan Anda satu demi satu. Tidak ada yang instan. Semakin tinggi dan sulit prosesnya, semakin tinggi nilai dan kualitas barang tersebut. Sebuah berlian hanyalah sebuah arang yang dapat bertahan dalam tekanan dan panas yang luar biasa hebatnya. Berlian dan arang bahan dasarnya sama, yaitu karbon. Yang membedakan: prosesnya. Kalau ingin jadi berlian, harus diproses. Enak tidak diproses? Tidak. Sakit. Namun, percayalah, umat yang Kubentuk akan memberitakan kemasyhuran-Ku. Paulus mengatakan dalam Roma 8:18 Sebab, aku menganggap bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Memahami Makna Akronim P.R.O.S.E.S. S: SEMANGAT Amsal 18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. Untuk bersemangat, caranya gampang. Angkat kedua tangan membentuk huruf V, pandangan ke atas. Pasti yang akan muncul di hati kita: rasa syukur kepada Tuhan. Sikap tubuh seperti ini membuat kita susah berpikir negatif. Kita tahu adalah tidak gampang mengubah hati kita, tetapi sikap tubuh kita akan membantu kita mengubah pikiran dan hati kita. Kalau kita bersemangat kita akan dapat menanggung penderitaan dan beban hidup kita. Tuhan menyertai orang yang bersemangat. Dan orang yang bersemangat disertai Tuhan. Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi. E: ENJOY Amsal 30:8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Pengkhotbah 3:13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. Filipi 4:12-13 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Cukupkan diri dengan bagian kita. Tak perlu iri dengan berkat yang diberikan Tuhan kepada orang lain. Nikmati dan syukuri berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Jangan sampai utang agar bisa seperti orang lain. S: SETIA Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya. Ibrani 10:35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Kalau kita setia pada proses, pada peremukan, tidak lari dari masalah, tidak menyalahkan, dan tidak menjadi kecewa, memilih respons yang benar, memperkatakan Firman Tuhan terhadap masalah kita, tetap semangat dan percaya Tuhan sanggup menolong, dan mensyukuri dan menikmati apa yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, pada akhirnya akan ada buah yang manis yang menanti kita. Kalau kita setia, setiap di jalan yang sudah Tuhan tetapkan bagi hidup kita. Memang kadang kita merasa proses Tuhan terlalu lama, lalu kita memilih jalan kita sendiri yang kita yakini atau sangka akan lebih cepat membawa kita sampai tujuan. Namun, ingat, Amsal 16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Setan akan selalu menawarkan kepada kita jalan pintas, berbuat curang, jangan terpancing. Tetap setia pada proses. Dan umat yang Kubentuk bagiku, pribadi yang Kubentuk bagi-Ku, pernikahan yang Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.

Thursday, February 7, 2019

Melakukan Yang Terbaik Untuk Tuhan

Melakukan yang terbaik untuk Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk melakukan yang terbaik untuk Tuhan, diambil dari surat rasul Paulus kepada orang percaya di kota Kolose, yaitu dalam Kolose 3:18-25. Secara lengkap firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. 3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. 3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
Tuhan menciptakan manusia dengan jalan hidupnya masing-masing. Ada yang terlahir dari keluarga kaya raya dan ada pula yang lahir di tengah keluarga miskin. Ada yang tinggal di desa, ada pula yang tinggal di kota. Setiap kita memiliki bagian dan peran yang berbeda-beda. Yang menjadi pertanyaan untuk kita adalah, “Apakah kita sudah bisa melakukan yang terbaik dari apa yang saat ini Tuhan percayakan kepada kita?” Di dalam pekerjaan, apakah kita sudah bisa bekerja dengan jujur dan bersungguh-sungguh, meskipun atasan tidak melihat kita? Di sekolah, apakah kita sudah belajar serius dan berperilaku baik, tidak hanya di hadapan guru dan teman-teman kita? Di rumah, sudahkah kita menjalankan peran kita sebagai ayah, ibu, atau anak yang baik? Ataukah selama ini kita hanya melakukan hal-hal dengan baik ketika ada orang yang melihat kita saja? Mungkin kita tidak menyadari bahwa selama ini kita hanya menginginkan pujian dari orang-orang di sekeliling kita. Kita memiliki motivasi yang salah, baik ketika kita melayani Tuhan, ketika kita bekerja, di rumah, maupun di sekolah. Saat ini Tuhan mengingatkan kembali, supaya di mana pun dan bagian apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita, Dia ingin kita melakukan segala sesuatunya dengan kualitas yang terbaik. Dia ingin kita mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Bukan untuk atasan kita, teman-teman kita, orangtua kita, ataupun nama baik kita sendiri. Ingatlah untuk selalu mengandalkan dan mengutamakan Tuhan, serta taat kepada-Nya, maka Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit atas hidup kita. Ketika kita terus-menerus melakukan yang terbaik dan mau belajar mengelola keuangan dengan baik, maka Tuhan pun akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar. RENUNGAN: LAKUKANLAH YANG TERBAIK dalam segala pekerjaan kita, maka TUHAN AKAN MENYERTAI KITA sehingga TEROBOSAN PASTI TERJADI. APLIKASI. 1. Sudahkah Anda melakukan pekerjaan atau bagian Anda dengan kualitas terbaik? Jika belum, mengapa? 2. Adakah penghalang bagi Anda untuk bisa melakukan pekerjaan Anda yang terbaik? Sebutkan! 3. Apa komitmen Anda supaya Tuhan menyertai setiap pekerjaan dan langkah-langkah hidup Anda? DOA UNTUK HARI INI. “Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah mengingatkan kami supaya melakukan pekerjaan kami dengan terbaik. Ampuni kami, jika kami memiliki motivasi yang salah selama ini. Kami percaya Engkau selalu menyertai kami dan Engkau akan membuat terobosan yang besar dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Memenuhi Panggilan Sorgawi Kita

Memenuhi panggilan sorgawi kita ~Landasan firman Tuhan untuk tema memenuhi panggilan sorgawi kita, diambil dari kitab Mazmur 96. Panggilan sorgawi adalah panggilan yang dilakukan oleh Allah kepada manusia. Disebut juga undangan sorgawi. Di dalam Mazmur 96 terdapat 3 macam panggilan, yaitu : 1. Kita dipanggil untuk memberi kesaksian tentang iman kepada Tuhan Yesus – Mazmur 96:1-6. Bersaksi bisa dengan berbagai cara, seperti bernyanyi untuk Tuhan, memberikan khotbah, dll. Orang percaya harus memberitakan nama Yesus ke seluruh dunia. Kita telah mendapatkan keselamatan bukan karena kita melakukan hal baikte tapi karena anugerah Tuhan. Kita dipanggil untuk menyaksikan keselamatan yang dari Tuhan kepada orang yang belum tahu dan kepada mereka yang menolak Tuhan. Di dalam Perjanjian Baru Yesus memberikan kita mandat yaitu Amanat Agung supaya kita pergi memberitakan kabar keselamatan ke seluruh bumi. Jaman sekarang banyak orang suka bersaksi tentang dirinya sendiri yaitu tentang keunggulan, kehebatan dan kekayaannya. Tetapi kita dipanggil untuk menyaksikan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Keselamatan di dalam Tuhan Yesus yang telah dinyatakan di dalam hidup kita adalah sesuatu yang sangat ajaib. Sudahkan kita menyaksikannya? Sudahkan kita memenuhi panggilan ini? Semoga kita diberi kekuatan oleh Tuhan untuk melakukan panggilan ini sehingga kita bisa terus bersaksi bagi Tuhan.
2. Kita dipanggil untuk beribadah kepada Tuhan dalam Roh dan Kebenaran – Mazmur 96:7-9.) Di ayat 7-8 terdapat 3 kali kata berilah. Kita diminta untuk memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Semua bangsa harus mengakui Allah, memberikan kemuliaan dan penghargaan bagi Allah karena Dia memang layak menerimanya. Pada saat beribadah kita harus memberikan kemuliaan bagi Tuhan dengan cara menempatkan keseriusan di dalam beribadah. Bukan dengan tepuk tangan seperti para kaum karismatik. Beribadah harus dengan hormat dan takut. Tidak boleh main-main atau berbahak-bahak. Ibadah harus dilakukan di dalam kekudusan. Allah menerima penyembahan yang dilakukan dengan sikap batin yang hormat dan murni serta suatu keinginan untuk dekat kepada Tuhan. Semua itu harus kita lakukan dengan komitmen. Marilah kita beribadah dengan benar. Berilah kemuliaan kepada Tuhan. Pada saat beribadah, marilah kita arahkan diri kepada Tuhan. Fokuskan diri untuk memuliakan Tuhan. Lakukan semua bagian ibadah sesuai dengan dengan keinginan Tuhan supaya ibadah kita tidak ditolak Tuhan. Di ayat 7-9 pemazmur telah memberikan rincian tentang panggilan ibadah itu. Bawalah persembahan untuk Tuhan dan berilah totalitas diri kita di dalam ibadah yang benar. 3. Kita dipanggilan untuk mempersiapkan diri bertemu dengan Tuhan dan tinggal bersama-Nya dalam kerajaan sorga – Mazmur 96:11-13. Bagian ini memberitahu kita bahwa Tuhan akan datang lagi. Ia akan menjadi raja dan hakim yang adil. Semua kita diminta untuk menyiapkan diri. Bagi yang belum percaya, segeralah percaya Yesus. Waktunya sudah dekat. Semua akan mendapatkan mendapatkan undangan ini. Sudahkah kita menyiapkan diri kita untuk panggilan Allah yang ini? Untuk menghadiri pesta Allah? Ibadah yang kekal? Alkitab memberitahukan kita bahwa ini adalah tugas setiap manusia untuk menyiapkan diri sebelum Ia datang kembali ke muka bumi. Pada saat Ia datang kembali, Ia akan menghakimi seluruh dunia. Orang yang tidak percaya akan dihakimi dan dibuang ke danau api yang kekal. Yang telah percaya akan bersuka-cita bersama Dia di Kerajaan Sorga selama-lamanya. Sudahkah kita menyiapkan diri? Marilah kita menyelidiki isi hati kita, apakah kita sudah menjadi orang yang menyiapakan diri yaitu telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat ktia pribadi. Semoga setiap kita telah memenuhi panggilan ini. Amin.

Membangun Kembali "Pagar Tembok" Yang Telah Runtuh

Membangun kembali “pagar tembok” yang telah runtuh ~ Landasan firman Tuhan untuk tema membangun kembali “pagar tembok” yang telah runtuh, diambil dari kitab Mikha 7:1-20. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. Kemerosotan akhlak Israel. 7:1 Celaka aku! Sebab keadaanku seperti pada pengumpulan buah-buahan musim kemarau, seperti pada pemetikan susulan buah anggur: tidak ada buah anggur untuk dimakan, atau buah ara yang kusukai. 7:2 Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring. 7:3 Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; j pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!
7:4 Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri, yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri; hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang, sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka! 7:5 Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! 7:6 Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Pengharapan baru bagi Sion. 7:7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 7:8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 7:9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 7:10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: “Di mana TUHAN, Allahmu?” Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 7:11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 7:12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 7:13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka. Doa minta tindakan dan belas kasihan Allah. 7:14 Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala. 7:15 Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban! 7:16 Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli. 7:17 Biarlah mereka menjilat debu seperti ular, seperti binatang menjalar di bumi; biarlah mereka keluar dengan gemetar dari kubunya, dan datang kepada TUHAN, Allah kami, dengan gentar, dengan takut kepada-Mu! 7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? 7:19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. 7:20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!

5 Tujuan Iman Diuji Dan Dimurnikan

5 tujuan iman diuji dan dimurnikan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat Ibrani 4:15. Penulis surat Ibrani dalam pimpinan Roh Kudus menegaskan demikian: “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa”. Saat ini kita sedang masuk dalam masa-masa akhir jaman. Dimana iman setiap orang percaya diuji dan dimurnikan (Daniel 12:1a). Iman yang sejati harus berhasil diuji dan dimurnikan. Pertanyaan penting yang patut diajukan ialah: “Apa saja tujuan iman diuji dan dimurnikan?” Berdasarkan firman Tuhan, maka ada beberapa tujuan iman diuji dan dimurnikan, yaitu: 1. Untuk dipromosikan oleh Tuhan. Otoritas dan kuasa datang terlebih dahulu dengan adanya ujian iman. Contoh: Yusuf selama 13 tahun mengalami berbagai macam ujian (ditolak, dibenci, direndahkan, dibuang, difitnah dan dilupakan).
Dan Yusuf lulus melalui semua itu dan semua kesengsaraan itu membawanya kepada promosi Allah. (Kejadian 41 : 37-57) Allah melihat kualitas iman Yusuf yang luar biasa itu, sebab disaat mengalami hal-hal yang tidak baik dalam hidupnya, dia tidak kecewa dan tidak menyalahkan Tuhan. Tetapi justru memandang semua masalah dengan cara positif. Kejadian 50:20 "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." 2. Untuk mengalami kesempatan belajar dari Tuhan. Dengan membaca alkitab kita akan menemukan solusi dari setiap ujian yang kita hadapi. Dan kita bisa belajar dari guru Agung kita " Tuhan Yesus ". Saat masih di dunia, sebagai manusia Ia juga mengalami berbagai macam ujian dan cobaan yang sangat berat sekali. Namun Tuhan Yesus tak pernah gagal. Ibrani 4:14 "Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita." 3. Untuk dapat mengalami kuasa Tuhan. Prinsipnya ialah bahwa kita tidak akan pernah mengalami kuasa Tuhan jika iman kita tidak diuji dan dimurnikan. Jadi, semakin besar masalah yang kita hadapi, semakin besar pula mujizat yang akan dinyatakan Tuhan ke dalam hidup kita. Asalkan kita mau berserah kepada Tuhan sepenuhnya. 4. Untuk membuktikan kesetiaan Tuhan kepada kita. Harus kita akui bahwa acap kali kita tidak setia kepada Tuhan ketika ujian datang menimpa hidup kita. Namun, sekalipun kita tidak setia kepada Tuhan, justru sebaliknya Tuhan tetap setia kepada kita. Artinya ujian yang kita alami tidak mengurangi kesetiaan Tuhan kepada kita. Dengan berbagai ujian yang kita alami, akan terbukti apakah kita semakin menjauh dari Tuhan, atau malah semakin dekat dengan Tuhan. Karena dengan masalah hidup yang kita hadapi membuat kita semakin menyadari bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Pertolongannya tidak pernah terlambat. karena itu kita harus tetap tekun beriman sampai pada akhirnya. 1 Yohanes 4:19: “Kita mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita”. 5. Untuk membawa kita kembali kepada Tuhan. Dengan ujian yang kita alami, akan menyadarkan kita bahwa Tuhan lah satu-satunya jawaban untuk semua masalah kita. Bukan dengan harta, kepandaian, atau kekuasaan yang membuat kita berhasil mengatasi masalah. Tetapi hanya dengan berserah kepada Tuhan, maka segala kesukaran hidup yang kita alami teratasi. Pandanglah Dia, sebab Dia lebih besar dari semua masalahmu. Tuhan Yesus memberkati.

Bolehkah Manusia Menipu Allah ?

Bolehkah manusia menipu Allah? ~ Para pembaca setia blog ini yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, pertanyaan tersebut terkesan provokatif dan mengada-ada. Dikatakan provokatif karena pertanyaan itu bisa membangkitkan adrenalin dan emosi Anda. Dan dikatakan mengada-ada karena mana mungkin ada orang yang pernah hidup dan masih hidup sampai saat ini tega menipu Allah. Sejujurnya saya mau tegaskan bahwa tema tulisan saya dalam nada bertanya itu bukan hasil olah rasio saya, tetapi tema itu diambil dari Alkitab Perjanjian Lama khususnya dalam kitab Malekhi 3:8a: “Bolehkah manusia menipu Allah?”. Pertanyaan tersebut bukan berasal dari manusia, tetapi ada di hati Allah dan keluar dari mulut Allah secara langsung dan ditulis oleh nabi Maleakhi tentu dalam pimpinan Roh Kudus. Satu-satunya bangsa yang berani menipu Allah hanya bangsa Israel. Bangsa yang dipilih oleh Allah menjadi umat kesayangan-Nya. Allah sangat mengasihi bangsa Israel sebagaimana ditulis oleh nabi Maleakhi, “Aku mengasihi kamu”, firman TUHAN…” – Maleakhi 1:2a. Tapi kasih dan kebaikan Allah kepada Israel dibalas dengan kejahatan, seperti peribahasa, “Air susu dibalas dengan air tuba”. Bangsa Israel membohongi Allah. Latar belakang kitab Maleakhi. Kitab Maleakhi merupakan kitab terakhir dari 39 kitab di dalam Perjanjian Lama. Kitab Maleakhi dimasukan dalam kelompok kitab nabi-nabi kecil. Sebagai kitab terakhir (penutup) harusnya berita yang disampaikan merupakan berita yang menyenangkan dan membahagiakan (happy ending). Namun, faktanya berita yang ditulis oleh nabi Maleakhi sangat menyedihkan.
Bangsa Israel tidak menghormati Allah sebagai Bapa, melakukan perkawinan campur yang dilarang oleh Allah dan percerian menjadi hal yang biasa pada hal Allah sangat benci kepada perceraian. Itu sebabnya Allah menyatakan penghukuman-Nya atas bangsa Israel. Dari kitab Maleakhi, khususnya pasal 3:6-12, ada beberapa pertanyaan penting yang patut kita renungkan dan menemukan jawabannya bagi kita, yaitu: 1. Apa alasan teologis mengoreksi bangsa Israel?. Alasan teologis mengoreksi bangsa Israel ialah: Pertama, fakta membuktikan Tuhan tidak berubah – Maleakhi 3:6a. Penulis surat Ibrani dalam nada yang sama menulis: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” – Ibrani 13:8. Dalam totalitas keberadaan dan kepribadian Tuhan Allah, sesungguhnya Dia tidak pernah berubah. Kedua, fakta bahwa Allah memiliki tujuan final bagi bangsa Israel yaitu bangsa Israel tidak akan lenyap atau punah – Maleakhi 3:6b. Sekali Tuhan Allah memilih dan menetapkan Israel sebagai umat-Nya, maka selama-lamanya bangsa Israel tetap menjadi umat-Nya. Sekali Tuhan Allah menyelamatkan kita di dalam dan melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita tetap menjadi umat-Nya. 2. Mengapa Tuhan Allah mengoreksi bangsa Israel?. Tuhan Allah melakukan koreksi total terhadap bangsa Israel, karena: Pertama, adanya penyimpangan terstruktur. Nabi Maleakhi menulis: “Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya” – Maleakhi 3:7a. Kedua, adanya penipuan berjemaah. Nabi Maleakhi menulis: “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!” – Maleakhi 3:8-9; band. 2:17. 3. Bagaimana supaya koreksi tersebut berhasil? Tuhan Allah memiliki tujuan terhadap koreksi yang dilakukan-Nya terhadap bangsa Israel. Dari tulisan nabi Maleakhi kita menemukan beberapa hal yaitu: Pertama, dari pihak bangsa Israel. Menurut Maleakhi bangsa Israel harus melakukan tindakan, yaitu: 1) Bertobat dalam kerendahan hati – Maleakhi 3:7b. 2) Taat melakukan perintah Tuhan – Maleakhi 3:10a. 3) Implikasinya pasti ada kebahagiaan – Maleakhi 3:12. Kedua, dari pihak Tuhan. Menurut nabi Maleakhi dari pihak Tuhan, maka ada tindakan Tuhan bagi bangsa Israel, yaitu: 1) Tuhan pasti berdamai kembali dengan umat-Nya – Maleakhi 3:7b. 2) Tuhan pasti membuka kembali pintu berkat bagi umat-Nya – Maleakhi 3:10b. 3) Tuhan pasti memelihara (providensia) hidup umat-Nya dengan semua yang ada padanya – Maleakhi 3:11. Allah sudah menyatakan betapa besar kasih-Nya kepada bangsa Israel dan juga kepada kita umat yang telah ditebus dengan darah Anak-Nya yang mahal. Sudah seharusnya kita tidak membalas air susu dengan air tuba. Jangan kita membalas kasih dan kebaikan Tuhan dengan kejahatan. Tetapi sebaliknya, dengan rendah hati kita bertobat dan taat melakukan perintah-Nya dalam totalitas hidup kita. Amin.