Custom JavaScript Footer

Saturday, April 30, 2022

Akibat Buruk Dari Sikap Suka Menunda

Akibat buruk dari sikap suka menunda ~ Landasan firman Tuhan untuk tema akibat buruk dari sikap suka menunda diambil dari kitab 2 Samuel 20:1-5. Secara lengkap firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 20:1 Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: "Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel!" 20:2 Lalu semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri, sedangkan orang-orang Yehuda tetap berpaut kepada raja mereka, mengikutinya dari sungai Yordan sampai Yerusalem. 20:3 Sampailah Daud ke istananya di Yerusalem, lalu raja mengambil kesepuluh gundik yang ditinggalkannya untuk menunggui istana, kemudian dimasukkannya mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka, tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai hari mati mereka. 20:4 Berkatalah raja kepada Amasa: "Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!" 20:5 Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.

Banyak alasan mengapa seseorang menunda-nunda sebuah tugas atau pekerjaan. Ia merasa tidak tahu atau tidak mampu memgerjakannya. Ia harus mengerjakan berbagai hal lain, sehingga tidak fokus. Bisa juga ia merasa hal itu kurang penting, sehingga tidak memprioritaskannya. Beberapa pekerjaan yang ditunda-tunda mungkin tidak berdampak apa-apa bagi kita. Namun ada juga yang berakibat buruk, yang bahkan dapat membuat kita kehilangan berbagai hal berharga dalam hidup. Amasa adalah keponakan sekaligus panglima tentara Daud. Ketika Absalom kudeta takta ayahnya, Daud, ia pun mengangkat Amasa jadi pemimpin tentarnya (2Sam.17:25). Namun ketika Absalom tewas dan Daud kembali menjadi raja Israel, Amasa kembali diangkat sebagai panglima (2Sam.19:23). Namun tak lama kemudian, Seba, seorang Benyamin, memimpin pemberontakan terhadap Daud. Lalu Daud memerintahkan agar Amasa memimpin orang-orang Yehuda untuk menangkap Seba, dalam waktu tiga hari, lalu menghadap raja. Amasa pergi, namun ia menunda-nunda tugas itu hingga lewat tenggat waktunya. Sang raja pun mengalihkan tugas itu kepada orang lain. Salah satu pemimpin Daud, Yoab, menganggap penundaan Amasa itu sebagai perilaku tidak menghormati raja, lalu ia membunuhnya serta membereskan masalah Seba. Kisah Amasa ini mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda mengerjakan sesuatu yang penting. Terus belajar menetapkan prioritas. Agar kita tidak mengalami berbagai akibat buruk yang dapat menimpa. Jika kita menilai sesuatu itu penting, jangan menunda mengerjakannya hingga situasi menjadi genting. Tuhan Yesus memberkati!

No comments:
Write komentar