Custom JavaScript Footer

Showing posts with label Kristen. Show all posts
Showing posts with label Kristen. Show all posts

Saturday, May 21, 2022

Dalam Anugerah Tuhan Kita Dipanggil Untuk Melayani Dia

Dalam anugerah Tuhan kita dipanggil untuk melayani Dia ~ Landasan firman Tuhan untuk tema dalam anugerah Tuhan kita dipanggil untuk melayani Dia diambil dari surat rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius, yaitu dalam 2 Timotius 1:3-12. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan itu saya lampirkan di bawah ini. 1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Ketika Jhon Wesley berumur lima tahun rumah keluarganya terbakar. Semua anggota keluarga wesley selamat dari musibah tersebut, termasuk jhon Wesley. Namun Jhon Wesley hampir saja tidak terselamatkan, saat itu ia sedang berada di kamar atas. Ia diselamatkan orangtuanya di menit-menit terakhir ketika rumahnya roboh akibat kobaran api. Dikemudian hari, Wesley melihat peristiwa itu sebagai sebuah tanda bahwa Tuhan mempunyai rencana yang besar didalam hidupnya yaitu melayani Tuhan secara penuh waktu. Kita di panggil menjadi percaya kepada Kristus dan menjadi mitra-Nya dalam pelayanan bukan karena Dia melihat kita baik dan berkualitas dari segala sisi kehidupan kita. Melainkan karena belas kasihan Tuhan. Dalam Roma 11:29, Paulus berkata: “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.” Artinya apa? Allah begitu mengasihi kita (Yohanes 3:16) dan Dia tidak pernah menyesal dengan segala keputusanNya. Lalu bagaimanakah sikap dan tindakan yang benar dalam menerima panggilan Tuhan? Berdasarkan 2 Timotius 1:3-12 sedikitnya ada tiga hal penting yang mesti kita perhatikan. Satu, mengikuti dan melayani Tuhan semestinya dengan hati nurani yang murni (3). Paulus sosok hamba Tuhan yang memiliki hati nurai yang murni di dalam melayani Tuhan. Dia melayani denga kejujuran, kesungguhan hati. Tidak ada motivasi terselubung di dalam pelayanannya selain hanya untuk menyenangkan tuannya Yesus Kristus. Kemurnian hati seseorang dalam pelayanan akan terlihat dan itu di uji oleh waktu dan tantangan yang dihadapinya. Dua, terimalah panggilan dengan iman yang tulus ikhlas (5). Di dalam buku “Teologi Dasar 2” tulisan Dr.Charles C.Ryrie. iman ialah keyakinan menganggap sesuatu atau seseorang itu benar. Iman kekeristenan adalah menganggap Yesus adalah pribadi yang benar dan satu-satunya yang sanggup menyelamatkan manusia berdosa. Dalam kontek pelayanan, kehidupan dan pelayanan kita ada dalam kendali Tuhan. Itulah iman yang tulus. Tiga, panggilan Tuhan sifatnya kudus maka kehidupan si penerima panggilan mesti kudus (9). Panggilan Allah kepada kita bukanlah main-main. Karena yang memanggil kita bukan manusia tetapi Allah, Raja segala raja. Dia adalah pribadi yang kudus. Oleh karena itu kehidupan kitapun harus mencerminkan kekudusan-Nya. Melayani Allah adalah kesempatan yang paling berharga didalam kehidupan ini karena itu jagalah pelayanan kita agar tidak menjadi batu sandungan.

Friday, May 13, 2022

Memelihara Hati Nurani Yang Murni

Memelihara hati nurani yang murni ~ Landasan firman Tuhan untuk tema memelihara hati nurani yang murni, diambil dari kitab Kisah Para Rasul. Demikianlah firman Tuhan : ”Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia” – Kisah Para Rasul 24:16.* Hati nurani adalah kesanggupan dalam diri kita yang mengaitkan dirinya dengan tolok ukur tertinggi yang saya ketahui, dan kemudian terus-menerus mengingatkan saya tentang apa yang dituntut oleh tolok ukur tersebut untuk saya lakukan. Hati nurani adalah mata jiwa yang memandang keluar, baik ke arah Allah atau ke arah tolok ukur tertinggi. Hal ini menjelaskan mengapa suara hati nurani pada masing-masing orang selalu berbeda. Jika saya terbiasa dengan berpegang teguh pada tolok ukur Allah, hati nurani saya akan selalu mengarahkan saya pada hukum Allah yang sempurna dan memberi tuntunan pada apa yang harus saya lakukan.
Pertanyaannya adalah apakah saya mau mematuhinya? Saya harus berusaha memelihara hati nurani saya tetap peka agar saya dapat hidup tanpa menggusarkan siapa pun. Saya harus hidup dalam keserasian yang sempurna dengan Anak Allah supaya roh saya dibarui dalam setiap situasi kehidupan, dan supaya saya dengan cepat sanggup “membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna” (Roma 12:2; lihat juga Efesus 4:23). Allah selalu memberi petunjuk kepada kita dengan amat terperinci. Apakah telinga saya cukup peka untuk mendengar bisikan Roh Kudus yang paling lembut sehingga saya tahu apa yang harus saya lakukan? “Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah ...” (Efesus 4:30). Roh Allah tidak berbicara dengan suara seperti guntur. Suara-Nya sedemikian lembutnya sehingga mudah bagi kita untuk mengabaikannya. Satu-satunya cara untuk memelihara hati nurani kita agar tetap peka ialah kebiasaan untuk membuka hati kepada Allah. Bila Anda mulai mendebat, berhentilah seketika. Jangan bertanya “Tuhan, mengapa saya tidak dapat melakukan (yang) ini?” Anda berdiri di jalur yang salah. Tidak ada kemungkinan untuk perdebatan jika hati nurani Anda berbicara. Apa pun itu -- buanglah, dan jagalah agar hati nurani Anda tetap jernih. Selamat beraktivitas, tetap semangat dan selalu andalkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati hidup, keluarga, pekerjaan dan pelayanan kita. Amin

Tuesday, May 10, 2022

4 Rahasia Untuk Bisa Melewati Badai Kehidupan

4 rahasia untuk bisa melewati badai kehidupan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema 4 rahasia untuk bisa melewati badai kehidupan, diambil dari kitab Keluaran. Demikianlah firman Tuhan: “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu” – Keluaran 14:13a. Tuhan memili dan menetapkan Musa sebagai pemimpin Israel untuk membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dan membawa mereka menuju ke tanah terjanji. 400 tahun bangsa Israel diperbudak oleh bangsa Mesir. Untuk keluar dari Mesir bukanlah perkara mudah bagi mereka. Raja Firaun sebagai penguasa tertinggi di Mesir tidak sudi membiarkan Israel merdeka. Allah Abraham, Ishak dan Yakub harus turun tangan untuk memaksi raja Firaun membiarkan bangsa Israel bebas dari perbudakan. Ada 10 tulah dipakai Allah Israel untuk memaksa raja Firaun membebaskan bangsa Israel. Kendati demikian, raja Firaun tidak menyerah. Mereka dikejar oleh pasukan Firaun hingga mereka tiba di tepi Laut Teberau. Bagi bangsa Israel, sudah tidak ada jalan keluar lagi dari masalah yang ada pada saat itu. Di belakang mereka ada pasukan Firaun yang mengejar, sedangkan di depan mereka terbentang lautan yang luas dan dalam. Tidak ada jalan lagi bagi bangsa Israel pada saat itu, mereka benar-benar dalam keadaan yang terjepit. Kisah ini menggambarkan badai kehidupan yang sering dialami dalam kehidupan kekristenan kita. Begitu besar dan begitu banyak masalah yang menghimpit kehidupan kita, sehingga kita merasa tidak ada lagi jalan keluar. Segala cara sudah ditempuh, namun tidak membuahkan hasil. Mari kita belajar dari kisah Musa dan bangsa Israel, bagaimana cara mereka melalui masalah yang seperti itu. Ada beberapa rahasia yang bisa kita temukan dalam sejarah bangsa Israel bebas dari Mesir dan bagaimana mereka bisa melewati badai kehidupan. Rahasia dimaksud, yaitu:
Satu, miliki keberanian dan bebaskan diri dari rasa takut. Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut…“ Keluaran 14.13a Kita tidak boleh takut terhadap masalah sebesar apapun yang menghimpit hidup kita. Kita harus katakan kepada diri kita sendiri untuk tidak takut terhadap masalah tersebut. Bebaskan diri kita dari ketakutan, karena di dalam ketakutan tidak akan ada damai sejahtera. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Fil 4.7 Mintalah damai sejahtera dari Allah Bapa untuk memelihara hati dan pikiran kita dari ketakutan. Ketika damai sejahtera-Nya melingkupi hati kita, kita tidak akan pernah merasa takut lagi. Dua, jangan lemah namun tetap kuat. Masalah demi masalah mungkin akan membuat kita lelah atau bahkan terjatuh. Satu hal yang membuat kita dapat meraih keberhasilan adalah ketika kita bangkit dari kejatuhan dan berdiri kembali. Bukan seberapa dalam kita terjatuh, tetapi seberapa kuat kita mau berdiri kembali ketika kita terjatuh. “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu” Ef 6.13. Gunakan seluruh perlengkapan rohani yang sudah Tuhan sediakan bagi kita: Firman Tuhan, kebenaran, keadilan , doa, damai sejahtera, iman dan keselamatan (Ef 6.14-18). Dengan bangkit kembali dan tetap berdiri dalam kebenaran Tuhan, maka kita akan meraih keberhasilan dan kesuksesan di tengah-tengah masalah. Tiga, andalkan Tuhan dan kuasa-Nya serta pakailah potensi kita. Tongkat berbicara mengenai kuasa Tuhan. Dengan tongkat ini maka Musa dapat membelah laut. Pada kisah sebelumnya tulah-tulah terjadi melalui tongkat yang digunakan oleh Musa. Di kisah berikutnya-pun Musa juga menggunakan tongkat ini mengeluarkan air yang dapat diminum oleh bangsa Israel. Dan banyak mujizat lainnya yang terjadi untuk membuktikan kuasa Allah bagi bangsa Israel. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kis 1.8 Kuasa Tuhan telah dicurahkan melalui Roh-Nya yang telah turun dan tinggal di dalam hidup kita. Ketahuilah hal ini dan yakinlah bahwa Kuasa Tuhan ada di dalam kita. Kuasa ini adalah kuasa yang sama dengan kuasa yang digunakan Musa melalui tongkatnya. Gunakan otoritas yang telah Dia berikan bagi hidup kita untuk membelah laut di hadapan kita. Yakinilah bahwa kuasa Tuhan dapat digunakan untuk membuka jalan di tengah masalah-masalah yang kita hadapi. Perkatakan Firman Tuhan, perkatakan hal-hal positif dan perkatakan hal yang membangun. Empat, taati perintah Tuhan yang kita dengar. “Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering” Keluaran 14:16. Perintah untuk mengulurkan tangan adalah perintah agar Musa memiliki iman dan memberanikan diri untuk bertindak. Hasil dari tindakan iman inilah yang membuat Laut Teberau terbelah. “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” – Yakobus 2:26. Laut Teberau tidak akan terbelah, jika Musa tidak mengulurkan tangannya ke atas laut. Otoritas yang sudah Tuhan berikan ke dalam hidup kita tidak akan ada artinya jika kita tidak bertindak atau melangkah dengan iman. Masalah yang ada harus kita hadapi dengan penuh iman dan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan membuka jalan bagi kita. Dia akan memberikan kemampuan ilahi yang tidak dapat kita lihat dengan mata fisik, untuk menyelesaikan masalah yang ada. Bertindaklah dan melangkahlah dengan iman, maka kita akan melihat Tuhan membuka jalan bagi kita di saat tiada jalan. Jangan takut dan tetap berdiri bersama dengan Tuhan, maka kita akan melihat keselamatan demi keselamatan, dan mujizat demi mujizat terjadi dalam langkah hidup kita (Keluaran 14:13). Tuhan yang telah berfirman tidak akan meninggalkan kita begitu saja. Dia akan memberikan kekuatan dan kemampuan bagi kita untuk dapat berdiri tegak dan berjalan terus di tengah-tengah kesulitan yang ada. Yakinlah akan otoritas yang telah Tuhan berikan bagi hidup kita. Gunakan otoritas tersebut sebagai orang beriman untuk melangkah dengan berani di tengah-tengah badai yang menerpa. Tidak ada kuasa di dunia ini yang dapat mengalahkan kuasa Tuhan yang telah diberikan bagi hidup kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara-perkara besar. Haleluya!

Saturday, April 30, 2022

Akibat Buruk Dari Sikap Suka Menunda

Akibat buruk dari sikap suka menunda ~ Landasan firman Tuhan untuk tema akibat buruk dari sikap suka menunda diambil dari kitab 2 Samuel 20:1-5. Secara lengkap firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 20:1 Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: "Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel!" 20:2 Lalu semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri, sedangkan orang-orang Yehuda tetap berpaut kepada raja mereka, mengikutinya dari sungai Yordan sampai Yerusalem. 20:3 Sampailah Daud ke istananya di Yerusalem, lalu raja mengambil kesepuluh gundik yang ditinggalkannya untuk menunggui istana, kemudian dimasukkannya mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka, tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai hari mati mereka. 20:4 Berkatalah raja kepada Amasa: "Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!" 20:5 Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.
Banyak alasan mengapa seseorang menunda-nunda sebuah tugas atau pekerjaan. Ia merasa tidak tahu atau tidak mampu memgerjakannya. Ia harus mengerjakan berbagai hal lain, sehingga tidak fokus. Bisa juga ia merasa hal itu kurang penting, sehingga tidak memprioritaskannya. Beberapa pekerjaan yang ditunda-tunda mungkin tidak berdampak apa-apa bagi kita. Namun ada juga yang berakibat buruk, yang bahkan dapat membuat kita kehilangan berbagai hal berharga dalam hidup. Amasa adalah keponakan sekaligus panglima tentara Daud. Ketika Absalom kudeta takta ayahnya, Daud, ia pun mengangkat Amasa jadi pemimpin tentarnya (2Sam.17:25). Namun ketika Absalom tewas dan Daud kembali menjadi raja Israel, Amasa kembali diangkat sebagai panglima (2Sam.19:23). Namun tak lama kemudian, Seba, seorang Benyamin, memimpin pemberontakan terhadap Daud. Lalu Daud memerintahkan agar Amasa memimpin orang-orang Yehuda untuk menangkap Seba, dalam waktu tiga hari, lalu menghadap raja. Amasa pergi, namun ia menunda-nunda tugas itu hingga lewat tenggat waktunya. Sang raja pun mengalihkan tugas itu kepada orang lain. Salah satu pemimpin Daud, Yoab, menganggap penundaan Amasa itu sebagai perilaku tidak menghormati raja, lalu ia membunuhnya serta membereskan masalah Seba. Kisah Amasa ini mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda mengerjakan sesuatu yang penting. Terus belajar menetapkan prioritas. Agar kita tidak mengalami berbagai akibat buruk yang dapat menimpa. Jika kita menilai sesuatu itu penting, jangan menunda mengerjakannya hingga situasi menjadi genting. Tuhan Yesus memberkati!

Hanya Tuhan Yesus Yang Sanggup Mengatasi Masalah Rohani Kita

Hanya Yesus yang sanggup mengatasi masalah rohani kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hanya Yesus yang sanggup mengatasi masalah rohani kita, diambil dari Injil Lukas. Demikian firman Tuhan : “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia” – Lukas 24:16 HIDUP ADALAH KESEMPATAN. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka. Dalam bahasa aslinya, ayat diatas diterjemahkan mata mereka tertahan dari mengenal Dia. Artinya, mereka terhalang untuk mengenali Yesus. Tetapi disaat makan, orang asing ini melakukan tindakan yang membuat mereka tersentak. Ia memecahkan roti. Detik itu juga mata rohani mereka terbuka. Yang duduk bersama mereka adalah Yesus yang sudah bangkit. Nah kalau begitu, rupanya yang tadi berjalan bersama mereka dan sekarang duduk dimeja makan adalah Yesus sendiri. Anehnya, begitu mereka mengenali Yesus, Dia langsung raib. UNTUK MENGENAL YESUS, MATA ROHANI KITA HARUS CELIK. Mata rohani beda dengan mata jasmani. Mata jasmani sering menipu kita. Kelihatannya menggiurkan, padahal racun. Nampaknya jalannya mulus, padahal penuh jebakan. Sekilas menjanjikan kebahagiaan, padahal menyengsarakan. Untuk bisa mengenali Yesus yang sudah bangkit, maka kuncinya, mata rohani setiap orang harus dicelikkan. Jika mata rohani kita buta, jangan harap bisa mengenali Yesus yang bangkit. Alih alih mengenali Yesus yang bangkit, mengenali Yesus yang belum mati saja sulit !
INGAT KISAH DUA BELAS PENGINTAI?. Dalam Perjanjian Lama, tatkala kedua belas orang pengintai itu diutus untuk menyelidiki keadaan kota Kanaan, apa yang terjadi? Kesepuluh orang pulang dengan bersungut sungut, mereka katakan kita mustahil bisa merebut Kanaan. Disitu tembok kotanya tinggi tinggi, penghuninya manusia raksasa dan sebagainya. Beda halnya dengan Yosua dan Kaleb, mereka pulang dengan wajah berseri seri. Dengan penuh optimisme, keyakinan diri, mereka katakan Kita pasti menang Apakah kedua belas orang itu matanya buta sehingga melihat keadaan yang berbeda? T I D A K ! Mereka semuanya sehat matanya, bisa melihat dengan jelas. Tetapi yang membedakan adalah yang sepuluh orang mata rohaninya buta. Sedangkan yang dua orang, Kaleb dan Yosua, tidak buta ! APA BEDANYA MATA ROHANI YANG CELIK DENGAN YANG BUTA? Mata rohani yang buta tidak bisa melihat kondisi yang sebenarnya. Mata rohani yang buta, hanya mengandalkan mata jasmani. Yang muncul adalah ketakutan dan tidak nampak harapan. Mata rohani yang buta membuat Kesempatan menjadi kesia siaan Bedanya dengan mata rohani yang celik, sebaliknya. Mata rohani yang terbuka akan membuat Hidup yang sia sia menjadi kesempatan. Kesulitan memang didepan mata. Rintangan kelihatan jelas menghalangi. Tembok kesusahan kokoh berdiri. Tetapi mata rohani yang sudah dicelikkan, akan melihat ada Tuhan yang menyertainya. JANGAN JADI SEPERTI PARA MURID PADA WAKTU ITU. Mereka begitu terbuai dengan pengharapan mereka sendiri. Akibatnya tatkala apa yang mereka harapkan tidak terwujud, mereka kecewa berat. Seakan akan apa yang mereka lakukan selama mengikuti Yesus sia sia. Contoh yang paling jelas ada pada diri Petrus. Petrus merasa lebih baik kembali ke hidupnya dimasa lalu, menjadi nelayan kembali. YESUS SANGAT MENGASIHI PETRUS, JUGA ANDA. Cita cita Petrus yang ingin kembali kepada hidupnya yang lama tidak kesampaian. Yesus menangkapnya kembali untuk menjadi Penjala manusia. Saat itu, Yesus sudah berdiri dihadapan Petrus dan teman temannya. Tetapi mereka tidak mengenali Yesus. Petrus yang sudah kembali kepada hidupnya yang lama, setelah melihat Yesus yang bangkit, akhirnya berubah pikiran, kini kembali mengikut Yesus, Tuhan yang tidak pernah bosan mengasihinya. Petrus menyerah saat menyaksikan cinta Yesus yang teramat hebat kepadanya. KONDISI ANDA KINI SEPERTI PETRUS? Berada dalam kebimbangan. Hampir kehilangan harapan. Maju kena, mundur kena. Anda ingin kembali ke cara hidup anda yang lama? Anda merasa sia sia mengikuti Yesus ? Pertanyaan yang harus anda jawab dengan jujur, Apakah saat ini mata rohani anda berfungsi dengan baik ? Jika anda merasa ada masalah, datanglah kepada Yesus, mohon kepadaNya untuk mencelikkan mata rohani anda. Hanya orang orang yang mata rohaninya celik, bisa melihat bahwa masih ada kesempatan didalam Yesus. Para murid termasuk Petrus, akhirnya mendapat kesempatan setelah mata mereka celik. Petrus dan para murid mengalaminya, mengapa anda tidak ?

Thursday, March 17, 2022

Kristus Mengasihi Kita Agar Kita Juga Mengasihi Sesama

Kristus mengasihi kita agar kita juga mengasihi sesama ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Kristus mengasihi kita agar kita juga mengasihi sesama, diambil dari surat rasul Paulus kepada orang-orang percaya, orang-orang kudus, jemaat Tuhan Yesus yang ada di kota Efesus, yaitu dalam Efesus 5:2. Demikianlah firman Tuhan : ”dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah”. Rasul Paulus dalam pimpinan Roh Kudus menuliskan surat ini dan mengirimkannya kepada jemaat di Efesus. Rasul Paulus memberi motivasi dan juga memberi nasihat rohani kepada mereka supaya kasih itu menjadi cara hidup mereka. Mengapa demikian? Jawaban dan alasannya ialah karena Tuhan Yesus Kristus telah mengasihi mereka yang dibuktikan dengan mengorbankan, memberikan dan menyerahkan diri-Nya mati di atas kayu salib. Tentunya hal tersebut tidak hanya ditujukan kepada jemaat di Efesus saja, namun firman Tuhan itu juga buat kita sampai dengan hari ini. Allah sudah memberikan teladan kepada kita dengan pengorbanan Yesus, Anak yang dikasihi-Nya sebagai perdamaian di antara kita dengan Allah dan mengangkat kita menjadi anak-anak Allah. Yesus sudah menjadi persembahan yang harum bagi Allah, demikian juga kita sekarang. Itulah manifestasi kasih yang sempurna. Dan Allah menghendaki kita untuk memanifestasikan kasih dalam hidup kita melalui wujud perbuatan iman atau buah Roh. Kita seharusnya menghasilkan buah Roh. Kehidupan kekristenan tak dapat dipisahkan dari kasih, artinya setiap orang yang percaya kepada Kristus harus memiliki kasih dalam hidupnya.
Kasih seperti apa? Bukan kasih yang hanya digembar-gemborkan di atas mimbar atau ditulis dalam slogan dengan huruf besar dan tinta berwarna supaya menarik banyak orang, tetapi kasih yang diwujudkan dalam tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa? “… sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Kor. 4:7-8). OLEH KARENA ITU, SETIAP ORANG KRISTEN DIPERINTAHKAN UNTUK HIDUP DI DALAM KASIH. JADI, MENGASIHI DENGAN KASIH KRISTUS ADALAH GAYA HIDUP ORANG KRISTEN. TUHAN YESUS BERKATA, “DENGAN DEMIKIAN SEMUA ORANG AKAN TAHU, BAHWA KAMU ADALAH MURID-MURID-KU, YAITU JIKALAU KAMU SALING MENGASIHI” (YOH. 13:35). Identitas orang percaya bukan hanya terlihat dari pengakuannya saja di muka umum bahwa dia adalah orang Kristen, melainkan juga dengan mendemonstrasikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Orang percaya harus hidup saling mengasihi dengan kasih Kristus. Hidup dalam kasih berarti harus membuang semua sifat “manusia lama” kita yang cenderung egois, mementingkan diri sendiri dan tidak punya kepedulian terhadap orang lain. Bukan hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga mampu mengasihi orang yang telah menyakiti dan membenci kita. Bila kita tetap memperlihatkan kasih kita kepada Kristus dengan menanggalkan manusia lama yang cenderung egois dan mementingkan diri sendiri, maka kita sedang mengalahkan dunia dengan segala kemewahan dan kegemerlapannya yang sewaktu-waktu bisa memperdaya kita dengan kesombongan dan keangkuhan. Yang terutama dari itu, kita seharusnya mau belajar meneladani kasih Yesus. DALAM KASIH-NYA, YESUS MEMBERIKAN TELADAN YANG LUAR BIASA. DI MANA KASIH YESUS ADALAH KASIH YANG TIDAK MEMANDANG MUKA, TIDAK MEMANDANG WAKTU, TANPA PAMRIH DAN TANPA SYARAT (BEBERAPA RENUNGAN BERIKUTNYA AKAN MEMBAHAS TENTANG KASIH YESUS INI, YAKNI TANPA PANDANG MUKA, HINGGA TANPA SYARAT). Itulah mengasihi yang dikehendaki oleh Kristus Yesus di dalam kita, di mana kasih Kristus mewarnai hidup kita dan kita pun mewarnai sekeliling kita dengan kasih-Nya.

Wednesday, December 15, 2021

Sekalipun Tidak Ada Alasan Untuk Berharap, Tetaplah Berharap

Sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah berharap ~ Landasan firman Tuhan untuk tema sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah berharap, diambil dari surat rasul Paulus kepada orang-orang kudus, orang-orang percaya yang ada di kota Roma. Rasul Paulus menulis dalam pimpinan, tuntunan, arahan dan bimbingan Roh Kudus, menulis demikian : “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” – Roma 4:18. Dalam menjalani hidup sampai dengan saat ini, tentunya ada banyak peristiwa atau kejadian yang menguras pikiran, perasaan, kehendak dan juga biaya/ dana. Terkadang peristiwa-peristiwa hidup sering membuat kita kewalahan, susah dan kondisi terpuruk. Semua itu tidak bisa kita hindari atau elakan dari hidup ini. Bahkan acap kali kita menemukan diri dalam keadaan kehilangan harapan. Waktu adalah milik manusia yang paling berharga. Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang tetapi Anda tidak dapat menciptakan lebih banyak waktu. Bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda adalah bukti di mana harapan Anda berada. Jika harapan Anda ada pada Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan menginvestasikan waktu di dalamnya.
Ayat bacaan hari ini menggambarkan bagaimana Abraham tidak ada dasar untuk berharap, tetapi Ia tetap meluangkan waktu untuk berharap. Kalimat "tidak ada dasar untuk berharap" adalah sebuah fakta yang sangat menakutkan pastinya bagi banyak orang. Semua pengharapan yang kita miliki, pastinya kita inginkan harus ada sebuah dasar atau fakta yang mendukung bahwa harapan itu bisa terjadi atau tercapai. Tidak selalu seperti itu. Walaupun kelihatannya tidak mungkin terjadi, selama kita memiliki janji Tuhan yang sudah tertulis di Alkitab, kita bisa berharap. Abraham menerima janji dari Tuhan bahwa keturunannya akan sebanyak bintang-bintang di langit. Bagi Abraham dan Sarah janji itu tampaknya sama sekali tidak mungkin, tubuh Abraham sudah sangat lemah dan rahim Sara sudah mati. Inilah arti sebuah pengharapan yang seolah-olah tidak ada dasarnya. Justru karena seolah-olah tampaknya tidak ada dasarnya, atau kelihatan mustahil, itu menjadi sebuah pengharapan. Jika tampaknya mungkin, bukan merupakan pengharapan lagi. Itu sebabnya, Tuhan suka ketika kita ada di posisi yang sulit, terpojok, tidak ada jalan keluar atau tidak ada dasar atau alasan untuk berharap. Itu adalah saat dimana Tuhan mau kita berharap kepada Dia. Ketika nanti Tuhan menjawab, maka kesaksian kita akan dipenuhi dengan kemuliaan bagi Tuhan bukan kehebatan diri kita. Ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit, teruslah percaya pada firman Tuhan, luangkan waktu untuk memahami, merenungkan, menyukai dan mempelajarinya dengan hati. Meluangkan waktu bersama Tuhan adalah cara Tuhan menghembuskan hikmat-Nya ke dalam diri Anda. Jangan tergoda untuk berpikir bahwa Anda akan lebih puas jika Anda menerima jawaban doa Anda. Minta kepada Tuhan untuk merasa kepuasan sekarang, justru sebelum menerima jawaban doa. Puas, karena pengharapan di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan (baca ROMA 5:1-5). Pengharapan dan kepuasan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Orang dunia akan merasa puas setelah mendapatkan apa yang ia harapkan. Anak Tuhan akan merasa puas justru sebelum melihat harapannya menjadi kenyataan. Itu semua terjadi karena ia tahu bahwa dirinya tidak pernah akan kecewa, karena hal baik akan terjadi bagi semua orang percaya. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu.

Tuesday, December 14, 2021

Hari Tuhan Sudah Dekat, Berjaga-jagalah

Hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah, diambil dari kitab Zefanya 1:1-18. Minggu ini kita memasuki Minggu Adven ketiga, yakni Joy. Dan kita akan membahasnya dari kitab nabi Zefanya. Nabi Zefanya hidup pada akhir pemerintahan Kerajaan Yehuda Selatan, sebelum benar benar di hancurkan oleh Babel semuanya. Nampaknya ada pengharapan yang muncul, saat raja Yosia bin Amon memerintah. Yosia hidup benar dihadapan Allah dan mengadakan reformasi besar besaran untuk mengembalikan umat Yehuda pada TUHAN Allah mereka. Yosia mencoba memulihkan Bait Suci dan menjauhi berhala berhala serta mengajak rakyat hanya menyembah kepada TUHAN, Allah Israel saja. Namun ini tentulah tidak mudah, sebab puluhan bahkan ratusan tahun mereka sudah terbiasa menyembah kepada ilah ilah lain dan mencampur-sandingkan dengan TUHAN, Allah Israel. Sinkritis itulah kira kira bahasa yang bisa kita kenakan kepada umat yang mencoba menggabungkan semua ilah dengan TUHAN dan mengijinkan untuk disembah semuanya. Ini tentu bukanlah sikap yang toleran dan atau inklusif (terbuka), tetapi sudah tergolong pencampuran semua keyakinan dan penyembahan. Siapa Allah tidak lagi utama, tetapi perayaan perayaan keagamaanlah yang lebih utama. Keyakinan iman sudah berubah menjadi keselarasan budaya. Itulah sebabnya saat raja Yosia hendak mengembalikan umat Allah hanya kepada TUHAN saja sebagai Allah mereka, tentulah tidak segampang membalikkan tangan. Karena kebiasaan sinkretis sudah mengakar kuat dalam tradisi dan ritual ritual agama, bahkan sudah membudaya.
Jika raja Yosia bisa melalukannya, itu tentu atas pertolongan Allah. Mengapa? Ya karena raja Yosia itu masih tergolong sangat muda (ia menjadi raja pada umur 8 th). Atas pertolongan Allah raja Yosia berani melakukan perubahan yang sangat drastis. Raja Yosia tidak hanya memusnahkan bukit-bukit pengorbanan bamot di wilayah Yehuda dan Benyamin tetapi ia juga menjangkau wilayah Efraim dan Naftali di Galilea. Ia menghancurkan semua peranti dan sarana ibadah penyembahan berhala. Raja Yosia juga memerintahkan agar umat kembali merayakan Paskah (2 Raja Raja 35:18). Sebuah keputusan besar, yang mengingatkan kembali siapa sebenarnya umat Allah dan siapa Allah mereka. Paskah adalah satu tanda pengingat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu reformasi Yosia adalah titik balik perubahan yang membawa pada pengharapan akan pemulihan Israel dan Yehuda. Tidak mengherankan jika nabi Zefana menubuatkan bahwa sesuatu yang baik bakal terjadi buat Yehuda. Bangsa Yehuda akan diselamatkan dan para penyembah berhala bakal dihukum habis oleh TUHAN, Allah Israel. Demikian sabda TUHAN : “Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya”. Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya. (Zefanya 1:4-7) Jadi Zefana diminta untuk menyatakan bahwa TUHAN akan menyelamatkan sisa sisa Yehuda (yang telah bertobat dan kembali hanya menyembah kepada Allah) dibawah kepemipinan Yosia; dan akan menghukum bangsa bangsa dan umat penyembah berhala. Hari itu akan tiba. Dan hari itu disebut hari TUHAN, hari penghakiman. TUHAN juga akan menggeledah setiap rumah di Yerusalem dengan memakai obor (artinya tidak ada yang bisa bersembunyi), dimana orang yang mendua hati juga akan dihukumnya (Zef 1:12). Hari TUHAN sudah dekat dan akan datang dengan sangat cepat. Ia akan menyapu bersih semua manusia bahkan hewan yang telah mengkhianati perjanjian kasih setia dengan TUHAN. Karena itu senyampang masih ada waktu... bertobatlah! Emas dan perak (kekayaan dan kekuasaan) tidak akan bisa menyelamatkanmu. TUHAN bukanlah Allah sogokan, yang bisa dibelokkan oleh korban bakaran dan korban sajian. Sebab yang IA inginkan adalah kemurnian hati dan pertobatan yang sejati. Kembalilah kepada TUHAN yang adalah Allahmu. Jangan lagi mendua hati! Itu pesan pembuka kitab nabi Zefanya.

Monday, November 29, 2021

Saling Menyembuhkan Di Dalam Tuhan

Saling menyembuhkan di dalam Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema, saling menyembuhkan di dalam Tuhan, diambil dari surat Yakobus 5. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. Yakobus 5. Peringatan kepada orang kaya. 5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
Bersabar dalam penderitaan. 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Penjelasan bagian pertama sudah saya sampaikan dalam artikel terdahulu. Dan ini merupakan pembahasan kedua sebagai lanjutan dari yang pertama. Silahkan pembaca setia blog ini mengutinya di bawah ini. Dua, kekuatan komunitas orang percaya. Pada ayat 7-20, Yakobus menyatakan bahwa walau kita itu miskin bukan berarti kita tidak memiliki apa apa. Oh, kita punya banyak hal. Paling tidak kita punya komunitas yang saling support. Dan didalam komunitas iman, kita bisa kaya dalam berbagai macam karunia dan kebajikan yang berdampak. Mungkin apa yang kita lakukan itu itu kecil tetapi itu cukup buat menghidupkan api semangat kebersamaan. Di dalam komunitas, kita bisa saling meneguhkan dan memiliki harapan yang sangat besar akan Kerajaan Allah (yang mungkin bagi penguasan dan orang kaya, ini adalah kebodohan; namun bagi umat Allah ini dalah kekuatan yang luas biasa untuk menjalani hari hari dalam kemiskinan dan penderitaan). Kita diingatkan akan nasehat (dan janji berkat) dari Tuhan Yesus sendiri : “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3). Nah, nasehat Tuhan Yesus Kristus inilah yang ditegaskan kembali oleh Yakobus : “Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yak 5:10-11) Yakobus juga mengajak agar kita semua bisa hidup dalam komunitas yang saling memperhatikan dan menyembuhkan. Memang kita bisa jadi miskin dan (seolah) tidak memiliki apa apa.. namun kita kaya dalam berbagai karunia, dan kita punya Tuhan dan punya saudara yang saling memperdulikan. Kita punya Tuhan yang terbukti peduli dan menyertai, dengan kuasanya yang ajaib. Dan kita punya saudara seiman yang saling menguatkan. Kita juga punya penatua yang bisa berdoa dan mengoleskan minyak untuk menyembuhkan, mana kala kita sakit. Sebab doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak 5:16). Ingatlah akan kisah Elia, walau paceklik mencekik dan kemiskinan membawa kepada kematian, namun pertolongan Tuhan itu pasti akan datang tepat pada waktunya. Karena itu bersabarlah, hadapi semua dengan kekuatan iman dan kebersamaan dalam komunitas yang saling menguatkan. Biarlah yang berkelebihan (kaya) memperhatikan sesamanya dan biarlah kita saling membangun dan menguatkan dengan lidah kita. Jangan iri kalau miskin dan jangan sombong kalau kaya. Jauhilah perkara perkara duniawi yang menimbulkan perselisihan diantara jemaat dan hiduplah sebagaimana panggilan untuk bertumbuh dalam komunitas yang berTuhan yang utuh dalam prektek iman dan perbuatan. Amin

Thursday, November 18, 2021

7 Langkah Memiliki Hati Yang Berhikmat

7 langkah memiliki hati yang berhikmat ~ Landasan firman Tuhan untuk tema 7 langkah memiliki hati yang berhikmat diambil dari kitab 1 Raja-Raja 10:1-13. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1 Raja-Raja 10:1-13. 10:1 Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 10:2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 10:3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 10:4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 10:5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 10:6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 10:7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 10:8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 10:9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." 10:10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu. 10:11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 10:12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 10:13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.
Untuk memiliki hati yang berhikmat, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: Satu, memiliki kerinduan untuk selalu mendengar firman Tuhan. Guna memiliki hati yang berhikmat, maka kita harus selalu membaca dan merenungkan firman Tuhan. Mengapa? Karena firman Tuhan memiliki kuasa untuk memberi pengertian kepada kita. Ini langkah pertama. Dua, memiliki kerinduan untuk berkorban. Kesediaan untuk berkorban juga menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan hati yang berhikmat. Mengapa? Karena dalam pengorbanan itu, kita menemukan arti dan makna dari kehidupan kita. Tiga, memiliki kerinduan untuk mau belajar dari orang berhikmat. Belajar merupakan suatu proses seumur hidup. Belajar juga membantu kita untuk memiliki pengetahuan. Tetapi selain itu, kita juga belajar dari orang-orang yang sudah memiliki pengalaman dalam hidupnya. Dari pengalaman mereka itu kita bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa saja belum kita tahu. Empat, memiliki kerinduan untuk mewujudkan visi. Visi adalah suatu gambaran masa depan yang diinginkan terjadi. Dengan dasar sebuah visi, kita digerakkan untuk melakukan misi guna merealisasikan visi. Dari sini kita bisa menemukan cara terbaik sehingga kita memiliki hati yang berhikmat untuk membuat visi menjadi kenyataan. Lima, memiliki motivasi untuk memperoleh hikmat. Hikmat tidak datang atau terjadi dengan sendiri. Harus diperjuangkan dan diusahakan dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu, kita harus mempunyai motivasi yang sungguh-sungguh untuk memperoleh hikmat itu. Dengan begitu, percayalah bahwa kita bisa memperoleh hikmat itu. Enam, memiliki kerinduan untuk memuji Tuhan. Hikmat selalu berakhir untuk kemuliaan Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus memiliki sikap hati yang murni dalam mencari hikmat. Sikap hati yang murni kunci untuk mendapatkan hikmat. Dan itu dimulai dari hati yang menyembah dan memuji Tuhan dalam roh dan kebenaran. Tujuh, memiliki hidup yang selalu mengucap syukur. Pada saat kita memiliki hikmat, kita tidak boleh sombong. Semakin kita memiliki hikmat, maka semakin hidup kita memuliakan Tuhan. Semakin bertambah hikmat kita, semakin besar juga rasa syukur kita kepada Tuhan. Rasul Paulus menulis: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” – 1 Tesalonika 5:18. Hal ini penting bagi kita yaitu untuk selalu mengucap syukur dalam totalitas hidup kita. Bila kita sudah diberkati oleh Tuhan dengan hikmat yang luar biasa, kita tidak boleh melupakan Tuhan. Kita juga tidak boleh menjadi tinggi hati. Tetapi sebaliknya selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas segala hikmat yang Dia berikan kepada kita. Kita juga harus semakin rendah hati dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi berkat bagi sesama kita.

Monday, November 15, 2021

Manfaat Komunitas Bagi Kehidupan Kita

Manfaat komunitas bagi kehidupan kita ~ Saat ini, nyaris ada semua jenis komunitas untuk berbagai macam minat dan hobi. Ada komunitas sepeda, komunitas merajut, komunitas pecinta merk jam tertentu, komunitas pecinta k-pop band tertentu. Orang-orang mencari orang lain yang mempunyai minat yang sama dengannya. Saya tergelak melihat iklan salah satu pasangan capres-cawapres pada pemilu 2019 yang sangat menggambarkan pentingnya komunitas dalam kehidupan masyarakat saat ini. Mereka mengundang mulai dari “Komunitas Ibu-ibu Penghuni Kafe Sekitar Sekolahan Anak,” “Forum Pecinta Bubur Diaduk dan Tidak Diaduk,” sampai “Aliansi Suami Selalu Salah Istri Selalu Benar” untuk datang ke acara kampanye mereka. Komunitas Rohani. Komunitas adalah sesuatu yang sudah ada sejak manusia ada, karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Karenanya, dengan aman kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan memang mendesain kita untuk berada dalam komunitas. Saya sangat menyukai satu kutipan di dalam buku The Power of Discipling, karya Gordon Ferguson: Saat kita mempelajari Alkitab, kita melihat bahwa takkan mungkin ada seorang Kristen “penyendiri”. Kita memainkan peranan sangat penting dalam kehidupan satu sama lain. Jadi, apakah mungkin jika seseorang ingin mengikut Yesus, tetapi menolak untuk berada dalam komunitas orang-orang percaya? Berikut adalah beberapa hal yang tidak mungkin kita dapatkan tanpa berada dalam komunitas. 1. Komunitas Memberikan Encouragement. Suami saya kurang suka berolahraga. Tetapi, sejak bergabung dengan komunitas sepeda, dia rela bangun jam 5 pagi setiap akhir pekan untuk bersepeda bersama komunitasnya. Dia juga terpacu untuk semakin melatih otot kakinya agar dapat mengayuh lebih cepat. Begitu pun dengan saya. Dulu, seringkali saya merasa kosong dan ingin bertobat. Namun, saat dijalani sendirian, tekad itu hanya bertahan sementara. Mungkin satu-dua minggu atau satu-dua bulan. Saat saya mengenal komunitas orang-orang yang memutuskan untuk sungguh-sungguh mengikut Yesus, kami saling menyemangati dalam pertobatan kami. Ada kalanya saya jatuh dosa kembali, tetapi kali ini saya tidak sendirian. Ada orang-orang yang menyemangati saya untuk bangkit kembali. “Therefore encourage one another and build each other up, just as in fact you are doing.” 1 Tesalonika 5:1
2. Komunitas Adalah Training Ground Terbaik. Saat SMU, saya tidak menyukai pelajaran Fisika. Saya merasa tidak ada gunanya mempelajari rumus kuat arus listrik atau teori Inersia. Pada suatu kesempatan saya mengunjungi pameran sains dan terkagum-kagum melihat beberapa peragaan teori-teori Fisika. Saya menyadari bahwa dulu saya tidak suka Fisika karena terlalu banyak teori tanpa pernah dipraktikkan. Di dalam komunitas, mau tidak mau kita harus mempraktikkan apa yang kita ketahui. Dalam komunitas kuliner, pasti anggotanya saling bertukar informasi dan mencoba tempat-tempat kuliner baru. Dalam komunitas fotografi, selain bertukar trik-trik foto, pasti para anggotanya hunting foto bersama. Jangan biarkan firman Tuhan hanya sekadar menjadi pengetahuan bagi kita. Komunitas rohani adalah tempat terbaik untuk mempraktikkannya. Misalnya saja, ada 59 ayat “saling” di Alkitab. Komunitas mengasah kita untuk saling mengasihi, saling menasihati, saling mendoakan, saling mengampuni dan masih banyak lagi. “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” – Yohanes 13:35. 3. Di Dalam Komunitas Selalu Ada Guru dan Murid. Di dalam komunitas, kita selalu dapat belajar dari orang lain. Kita pun dapat membagikan pengalaman kita dan membantu orang lain bertumbuh. Belum lama ini, saya mengobrol dengan seorang kakak rohani yang sudah menikah selama hampir 30 tahun. Selama ini saya mengira dia adalah seorang yang cuek dan pendiam. Namun, setelah mengobrol beberapa saat saya melihat bahwa sebenarnya dia adalah seorang wanita yang tenang. Spirit-nya mengingatkan saya akan 1 Petrus 3:4 tentang wanita yang lemah lembut dan tenteram. Saya belajar sangat banyak darinya tentang respon yang benar dalam menghadapi suami dan anak. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” – Amsal 27:17. 4. Dalam Komunitas Ada Pertanggungjawaban. Di dalam komunitas, para anggotanya setidaknya mempunyai beberapa kesamaan nilai. Setiap anggota berharap anggota lainnya memakai standar tersebut sebagai patokan. Di dalam komunitas Kristen, kita bertanggung jawab menjaga satu sama lain untuk hidup menurut standar-standar Tuhan. Mungkin ada saatnya ini terasa mengganggu. Saya ingat pernah merasa kesal karena pembimbing rohani saya setiap hari menanyakan saat teduh saya. Namun, setelah berbicara dari hati ke hati dan berdoa bersama, saya menyadari bahwa dia hanya ingin memastikan prioritas saya benar. Saya bersyukur karena dia telah bersusah-payah menolong saya. Saya juga pernah merasa tidak enak hati saat harus mem-follow up pertobatan seorang saudari yang mengakui dosanya kepada saya. Ternyata, saudari itu merasa perlu ada yang mengingatkannya dan dia bersyukur atas follow up saya. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Galatia 6:1-2. Satu Tubuh Tetapi Banyak Anggota. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus – 1 Korintus 12:12. Mungkinkah ada tubuh yang dapat hidup tanpa kepala, atau tangan yang dapat berfungsi terpisah dari tubuh? Mungkin hanya di film-film horor, ya… Tuhan mengumpamakan jemaat sebagai satu tubuh, dengan Kristus sebagai kepala dan tiap-tiap dari kita sebagai anggotanya. Saat kita memperhatikan tubuh kita, setiap inci berfungsi dan kita tidak ingin kehilangan secuil pun anggota tubuh. Demikian juga dengan orang Kristen. Kita baru dapat berfungsi saat kita menjadi bagian dari tubuh. Jadi, komunitas rohani bukan hanya penting untuk kita miliki. Komunitas rohani adalah sesuatu yang harus kita miliki. Bersama komunitas rohani, kita dapat bertumbuh maksimal sesuai yang Tuhan rancangkan. Saya teringat sebuah peribahasa terkenal dari Afrika. “If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.” Alkitab sendiri mencatat dengan sangat indah apa yang dapat dicapai oleh komunitas orang percaya saat mereka berfungsi bersama-sama sebagai satu tubuh. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. -Kisah Para Rasul 2:41-47

Friday, November 12, 2021

Tuhan Mengasihi Kita Lebih Dari Kasih Seorang Ibu

Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu ~ Landasan firman Tuhan tema Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu, diambil dari kitab Yesaya. Demikianlah firman Tuhan : “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” – Yesaya 49:15. Di dalam YESAYA 49, Tuhan menjelaskan siapa Dia kepada umat-Nya. Ini harus menjadi pegangan kita selama kita hidup, untuk selalu mengerti betapa besar kasih-Nya kepada anak-anak-Nya. Nabi Yesaya menerima suara Tuhan sebagai sebuah pewahyuan yang sangat berharga untuk umat Israel saat itu, dan juga kita orang percaya. Dalam perikop ini, Tuhan memberitahu kita bahwa Dia adalah Tuhan yang penuh kasih kepada anak-anak-Nya. Kasih itu ditunjukkan-Nya lewat sosok Gembala Agung, Ibu, Pelukis dan Penakluk. Hari ini kita akan membahas kasih Tuhan yang melebihi sosok seorang ibu. Meskipun sangat jarang bagi seorang ibu meninggalkan bayinya yang baru lahir, namun itu terjadi di dunia yang kita hidupi ini. Bapa Surgawi kita tidak mungkin lupa atau gagal untuk mengasihi anak-anak-Nya. Hampir setiap orang pernah mengalami kesendirian atau penolakan karena ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Ayat bacaan hari ini meneguhkan janji Tuhan yang sangat istimewa. Kasih-Nya melebihi kasih seorang ibu.
Ada sebuah hubungan yang sangat dalam antara ibu dan anak. Anak berasal dari benih ayah, tetapi anak adalah bagian dari ibunya. Mereka menjadi satu, saat bayi terbentuk di dalam rahim sang ibu. Segala sesuatu yang dilakukan seorang ibu hamil mempengaruhi dua orang, dirinya sendiri dan anak yang dikandungnya. Ketika anak itu lahir, ia kembali ke ibunya untuk menyusu. Garis keturunan anak memang melalui ayahnya, tetapi garis kehidupan seorang anak melalui ibunya. Anda mungkin pernah merasa dilupakan oleh seseorang dalam hidup Anda, tetapi Tuhan tidak akan melupakan Anda, MAZMUR 27:10 mengatakan: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Ini gambaran yang Tuhan mau kita mengerti. Sama dengan seorang anak yang lahir dari ibunya dan selalu menjadi satu bagian dari ibunya yang tak terpisahkan, demikian pula kasih Tuhan kepada kita, bahkan melebihi koneksi dan kasih ibu kepada kita. Itu sebabnya Alkitab terus mengatakan bahwa kita ada di dalam Dia, menjadi satu dengan-Nya. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah (baca KEJADIAN 1:26-27). Karena Tuhan menciptakan kita laki-laki dan perempuan, kita tahu ada aspek maskulin dan feminin dari karakter Tuhan. Kasih seorang ibu dianggap yang terkuat dan terbaik yang pernah ada. Kasih Tuhan melampaui bahkan yang terbaik yang dapat ditawarkan dunia ini. Nabi Yesaya menggambarkan Israel sebagai anak yang menyusu dalam pelukan ibunya. Anak itu sepenuhnya bergantung pada ibunya dan percaya bahwa dia tidak akan pernah ditinggalkan olehnya. Betul, sebuah tangisan anak adalah indikasi ia membutuhkan sesuatu dan sang ibu akan bertindak, tetapi tanpa tangisan-pun, insting keibuannya akan terus memberitahunya kapan waktunya anak itu perlu makan, mandi atau diganti bajunya. Kebutuhan anak itu terjamin dan terurus dengan sangat baik karena ada kasih seorang ibu. Itu sebabnya mengapa Maria ibu Yesus berdiri di depan kayu salib ketika Yesus tergantung mengorbankan hidup-Nya untuk kita. Ketika para murid lari meninggalkan Yesus, ada yang menjual dan menyangkal Dia, Maria dengan kasih seorang ibu mendampingi Yesus. Ketika kita mengerti betapa dahsyat dan hebatnya kasih seorang ibu, maka hari ini kita disadarkan akan kasih Tuhan yang jauh melebihi kasih ibu di dunia ini. Makin kita menyadari kasih Tuhan atas hidup ini, kita akan makin kuat menghadapi semua pergumulan hidup. Karena kasih-Nya, semua kebutuhan kita ditanggung penuh oleh-Nya dan sebelum kita menangis dan menjerit minta pertolongan, Dia sudah menyiapkan yang terbaik bagi kita. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu

Sunday, November 7, 2021

Allah Mencurahkan Murka-Nya Kepada Siapa?

Allah mencurahkan murka-Nya kepada siapa? ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Allah mencurahkan murka-Nya kapada siapa?, diambil dari Roam 2:1-16. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut, saya lampirkan di bawah ini. Roma 2:1-16. 2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? 2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, 2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. 2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, 2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. 2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu. 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus. Pembacaan firman Tuhan kali ini jelas menyatakan bahwa Tuhan : “...akan membalas setiap orang menurut perbuatannya”, (ayat 6). Pasti kepada orang yang hidup dalam kebenaran akan diberikan kehidupan kekal; sebaliknya bagi yang tetap hidup dalam kelaliman akan beroleh murka dari Tuhan, artinya penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat. Tetapi sering kali yang kita lihat adalah orang jahat tetap mujur dan sepertinya hidup dalam kebahagiaan. Ini adalah penglihatan secara mata jasmani, namun tidaklah demikian adanya. Mungkin mereka berlimpah dengan harta, tapi sesungguhnya jiwa mereka kosong, merana dan hatinya tidak tenang. Hal inilah yang pasti mengganjal di benak setiap orang percaya, bahkan Yeremia pun menanyakannya kepada Tuhan: “Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga” (Yeremia 12:1b-2a). Bukankah kita juga bersikap demikian: iri hati dan marah kepada Tuhan? Mungkin kita juga berkata dalam hati, “Percuma bersusah payah melayani Tuhan, toh hidupku tidak ada perubahan. Sudahlah tidak usah terlalu rohani, hidup seperti orang dunia saja”. Stop berpikir demikian! Karena dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa jika kita suam-suam kuku alias tidak dingin dan tidak panas, Tuhan akan memuntahkan kita dari mulut-Nya (Wahyu 3:16). Apa pun keadaannya janganlah kita sampai terpengaruh dan terbawa oleh arus dunia ini. Tuhan menghendaki agar kita tetap setia sampai akhir. Memang tidak mudah menjadi orang setia, terlebih di akhir zaman ini, di mana banyak sekali ujian dan tantangan yang menghadang hidup orang percaya. Namun janji Tuhan jelas bahwa Dia akan “...memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia”, (Amsal 2:8) dan pada saatnya kita akan melihat bahwa Tuhan akan membuat perbedaan antara orang benar dan orang fasik (Maleakhi 3:18). Tuhan selalu adil dengan perbuatan-Nya, Ia pun akan membalaskan setiap orang setimpal dengan hasil perbuatannya! Tetaplah hidup dalam kebenaran, sebab mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia!

Friday, November 5, 2021

Pemeliharaan Allah Terhadap Orang Percaya

Pemeliharaan Allah Terhadap Orang Percaya ~ “Serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya sebab, Ia yang memelihara kamu” 1 Petrus 5:7. Orang-orang Kristen Yahudi yang hidup di perantauan tentu mengalami banyak tantangan secara khusus terkait dengan kehidupan iman mereka kepada Yesus Kristus. Guna menginspirasi dan memotivasi umat Tuhan yang ada diperantauan dan yang mengalami beragam ujian karena iman mereka kepada Yesus Kristus, rasul Petrus menulis suratnya. Kutipan firman Tuhan di atas, menegaskan bahwa sebagai orang percaya di dalam Kristus, rasul Petrus mendorong supaya mereka secara total menyerahkan hidup mereka kepada Allah. Mengapa? Alasan mendasarnya ialah karena Allah yang memelihara hidup mereka sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: “Bagaimana cara Allah memelihara orang-orang yang percaya kepada-Nya?” Berdasarkan firman Tuhan, maka ada beberapa cara Allah memelihara hidup umat-Nya, yaitu: 1. Allah menyelamatkan kita dari kebinasaan Manusia sudah berdosa dan pasti binasa karena dosanya. Namun, Allah mengasihi manusia, itu sebabnya Dia mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita dari :





Satu, kematian kekal. Dari kematian yang begitu mengerikan Allah telah dan akan menyelamatkan kami – “Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi” – 2 Korintus 1:10. Dua, melepaskan dari kegelapan ke dalam terang. Rasul Paulus menegaskan: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih” – Kolose 1:13. 2. Allah melindungi kita dari segala bahaya Dunia ini penuh dengan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Semua itu berpotensi mengancam keselamatan kita sebagai umat Allah. Namun, syukur kepada Tuhan sebab Dia melindungi kita dari semua malapetaka tersebut. Allah melindungi kita karena beberapa alasan kuat dan mendasar, sebagai berikut : Satu, kita adalah biji mata Allah. “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” – Mazmur 17:8. Lalu dilanjutkan: “Banyak kesakitan diderita oleh orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia” – Mazmur 32:10. Dua, kita hidup dalam taku akan Dia. Ketika kita hidup dalam rasa hormat dan takut kepada Allah, maka Allah mengganjar itu dengan memberikan perlindungan kepada kita. Pemazmur menegaskan bahwa: “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka” – Mazmur 34:8. 3. Allah menghibur kita dalam penderitaan Penderitaan, kesulitan dan kesukaran selalu ada di jalan hidup kita. Terkadang kita juga mengalami dan merasakan bagaimana sulitnya hidup ketika berada dalam penderitaan. Tetapi segala puji bagi Allah karena Dia menghibur kita di dalam semua kesusahan dan dukalara yang kita alami. Allah menghibur kita, karena: Satu, Dia adalah sumber penghiburan kita – “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan” – 2 Korintus 1:3. Dua, Dia telah menganugerahkan Roh Kudus sebagai penghibur kita – “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita” – 2 Tesalonika 2:16. Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita dapat mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya Allah memelihara kita dengan sempurna. Tidak ada satupun dari hidup kita sebagai umat-Nya yang tidak dilindungi oleh Allah. Namun, acap kali kita melupakan akan pemeliharaan Allah dalam hidup kita, sehingga kita meragukan Dia saat badai hidup menerpa kita. Padahal, Allah kita adalah yang mahakuasa yang sanggup memberikan perlindungan sempurna bagi kita. Kiranya penjelasan di atas meneguhkan iman kita dan memotivasi pembaca untuk mengingat bahwa Allah melindungi kita karenanya jangan pernah mencari perlindungan yang lain. Amin

Monday, November 1, 2021

Ini 5 Kunci Sukses Dalam Hidup

Ini 5 Kunci sukses dalam hidup ~ Semua orang pasti ingin sukses dalam hidupnya. Namun tidak semua bisa mencapai sukses seperti yang diinginkannya. Penyebabnya bervariasi atau beragam. Salah satunya ialah karena tidak mengetahui dan mengerti cara untuk mencapai sukses tersebut. Ini 5 kunci sukses dalam hidup. Guna menjawab kebutuhan akan sukses dan cara mencapainya, maka ada 5 kunci sukses dalam hidup yang musti diketahui. Jika kita juga mempelajari pengusaha sukses lainnya, kemungkinan besar mereka juga akan menyetujui hal yang sama. Ini dia 5 kunci sukses tersebut. Satu, mempunyai target dan gol atau tujuan yang optimal. Sebuah gol atau tujuan adalah syarat utama untuk sukses. Kalau belum jelas, maka kita akan berjalan tanpa arah, tidak tahu sukses itu dimana. Gol yang ingin kita capai dalam bisnis biasanya selaras dan mendukung gol atau impian besar dalam hidup kita. Satu hal yang paling penting adalah komitmen. Tanamkan mindset ini pada diri kita, “Apapun yang terjadi, saya akan terus berjalan menuju gol ini sampai tercapai.” Tidak perlu khawatir jika saat ini kita tidak tahu bagaimana caranya. Setiap orang pasti mengalami hal yang sama. Maka dari itu, kita akan menggunakan kunci sukses yang kedua.
Dua, memppunyai komitmen untuk terus menambah pengetahuan. Sekarang kita mau mencari cara untuk mencapai gol kita. Kita cari orang-orang yang sudah pernah berhasil mencapai gol kita, setidaknya mereka juga sudah pernah berjalan menuju gol yang kita inginkan. Pelajari bagaimana strategi mereka dan hal-hal apa saja yang mereka lakukan. Menurut Jack Ma, kita sebaiknya jangan hanya belajar dari keberhasilan orang lain. Kita juga harus bisa belajar dari kegagalan atau kesalahan mereka. Dengan begitu, kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama. Kita pun bisa lebih cepat mencapai gol kita. Di samping itu, kita juga harus rutin mengisi otak kita dengan ilmu atau informasi terbaru. Dari sini kita bisa saja menemukan cara lain yang bisa mempercepat kesuksesan kita. Kita juga bisa mencari seorang bisnis coach atau mentor untuk membantu kita. Setelah business check-up, mereka akan mengerti bagaimana kondisi bisnis kita dan kemudian membantu kita menuju arah yang benar. Proses belajar kita akan menjadi jauh lebih efektif. Tiga, mempunyai cara berpikir strategis mulai dari hal kecil sampai hal yang besar. Banyak orang menyerah di awal-awal, atau bahkan belum memulainya, ketika hendak menyelesaikan sesuatu. Karena ukuran hal tersebut sangat besar, motivasi langsung hilang. Dalam mengatasi masalah ini, kita harus pintar melakukan perencanaan. Buat daftar hal apa saja yang perlu kita lakukan. Kemudian pisah menjadi bagian-bagian kecil agar terlihat gampang dikerjakan. Ini adalah cara agar kita bisa tetap termotivasi. Beri diri kita sebuah hadiah setelah berhasil menyelesaikan beberapa bagian. Contohnya, Anda boleh makan permen coklat setelah menyelesaikan 3 tugas kecil, kemudian Anda boleh nonton sebuah film jika berhasil menyelesaikan 10 tugas dalam satu hari.

Tuhan Menyerahkan Kuasa Kepada Kita Untuk Mengalahkan Musuh

Tuhan menyerahkan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Tuhan menyerahkan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh, diambil dari 1 Samuel 24:1-8. Firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1 Samuel 24:1-8. 1 Samuel 24:1-8 Konteks 24:1 Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi”. 24:2 Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. 24:3 Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. 24:4 Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. 24:5 Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
24:6 lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN”. 24:7 Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya. 24:8 Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: “Tuanku raja!” Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. “Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu, Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam” – 1 Samuel 24:5. Yang Kaupandang Baik Dengan 3.000 prajurit, Saul memburu Daud. Daud dan kelompoknya terpojok, bersembunyi di gua. Tiba-tiba, Saul memasuki gua. Sendiri. “Tuhan menyerahkan dia ke tanganmu” kata para pengikut Daud. “Perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”, desak mereka (ay. 5). Tetapi, Daud menolak membunuh raja itu. Dialog antara Daud dan para pengikutnya menunjukkan bahwa apa yang baik menurut seseorang, belum tentu baik menurut yang lain. Memang, semua pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan? selalu bisa dijawab dengan, “Lakukanlah yang baik”. Tetapi, jika ditanyakan, “Manakah yang baik itu?” jawab orang bisa tak sama. Tiap orang bisa memiliki versi berbeda tentang apa yang baik. Faktor apa yang menentukan? Faktor penentunya adalah sesuatu yang diyakini sebagai hal yang terpenting. Bagi para pengikut Daud, hidup aman dan nyaman adalah hal yang terpenting. Sebab itu, bagi mereka, yang baik adalah memusnahkan penghalang bagi hidup aman dan nyaman itu: bunuh Saul. Tetapi bagi Daud, Tuhan dan kehendak-Nyalah yang terpenting. Tuhanlah yang mengurapi Saul. Hormat dan kasih Daud kepada Tuhan membuatnya menghormati dan mengasihi orang yang diurapi Tuhan (ay. 7). Dan, Daud sungguh melakukan hal yang diyakininya. Pertanyaan bagi kita: Apakah yang kita yakini sebagai hal terpenting? Hal macam apakah yang kita pandang baik? Maukah kita meniadakan jarak antara apa yang kita pandang baik, dan tindakan yang kita lakukan? Tuhan menolong kita. Berbahagialah orang yang secara jujur menemukan dalam dirinya bahwa Tuhanlah yang terpenting dalam hidupnya

Saturday, October 30, 2021

Tetap Bersama Yesus Walau Kita Ada Di Jalan Penderitaan

Tetap bersama Yesus walau kita ada di jalan penderitaan ~ Ketika Yesus berada di Galilea, datanglah orangorang Farisi kepada-Nya, mereka berkata: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau”. Kita tahu bahwa selama perjalanan hidup Yesus, orang-orang Farisi tidak suka kepada-Nya, mereka berusaha mencobai Yesus karena sikap Yesus yang tidak mengenal kompromi terhadap kelakuan orang-orang Farisi pada umumnya. Alkitab juga tidak menjelaskan apakah peringatan dari orang-orang Farisi itu adalah sebuah kepedulian yang tulus untuk memperingatkan Yesus tentang bahaya yang datang dari penguasa negeri itu atau sekedar ingin menakut-nakuti Yesus agar Ia cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut. Namun Yesus menjawab peringatan orang-orang Farisi tersebut dengan berkata: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu, Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga, Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidak semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.” (Luk.13:32-33).
Yesus sebagai Anak Allah tahu benar akan misi karya keselamatan Allah yang harus diselesaikan-Nya di Yerusalem, bukanlah di Galilea. Dia juga tahu benar bahwa yang akan menganiaya diri-Nya bukanlah dari golongan non Yahudi seperti Herodes, melainkan para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi yang merasa amat terganggu dengan kehadiran Yesus karena kehadiran-Nya membuat citra mereka di mata umat Yahudi menurun dan mereka berpaling kepada Yesus yang telah banyak menolong mereka dengan mengusir setan, menyembuhkan orang-orang yang mengalami sakit-penyakit, bahkan yang sudah bertahun-tahun sakit dan tidak ada yang dapat menyembuhkan mereka kecuali Yesus. Di samping itu Yesus juga melakukan banyak mujizat yang membuat umat Israel menjadi yakin bahwa Dia-lah sang mesias. Tetap bersama Yesus walau kita ada di jalan penderitaan. Perjalanan Yesus menuju Yerusalem bukanlah perjalanan biasa, melainkan adalah sebuah perjalanan menyongsong penderitaan yang akan ia alami sampai dengan akhir hayat-Nya. Bisa saja Yesus tetap berlama-lama di Galilea atau membatalkan perjalanan ke Yerusalem, dengan konsekuensi misi karya penyelamatan Allah bagi manusia tidak akan terlaksana. Tetapi hal itu mungkin bisa dilakukan oleh orang biasa dan bukan oleh Yesus yang adalah Anak Allah yang taat kepada misi yang sudah ditentukan dan dinubuatkan oleh Allah dengan perantaraan para nabi. Yesus tidak lari dari “cawan pahit” yang disediakan bagi-Nya meskipun harus menjalani penderitaan dan kesengsaraan untuk menggenapi misi yang diemban-Nya. Penderitaan, penganiayaan, bahkan kematian yang dialami Yesus bukanlah dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan, melainkan oleh mereka yang mengaku memiliki pengetahuan agama yang tinggi seperti para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi. Mereka merasa terganggu kemapanannya dengan hadirnya Yesus dalam masyarakat Yahudi yang membuat seakan mereka ditinggalkan oleh umat dan tidak ada lagi kebanggaan bagi mereka, sehingga tega melakukan penghakiman terhadap Yesus. Marilah kita belajar untuk tidak bersikap seperti mereka yang gemar membanggakan kemapanan teologi maupun pengetahuan lain untuk merendahkan orang lain. Marilah kita melakukan pertobatan dengan tindakan koreksi diri. Adakah anggota-anggota tubuh kita yang membuat kita berdosa melalui pikiran, perkataan, dan tingkah laku yang merugikan orang lain dan tidak sesuai dengan kehendak dan perintah Allah? Marilah kita semua bersedia mengikut Yesus di jalan penderitaan dan kerendahan.

Thursday, October 28, 2021

Ketika Roh Kudus Mengendalikan Hidup Kita

Ketika Roh Kudus mengendalikan hidup kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema ketika Roh Kudus mengendalikan hidup kita, diambil dari kitab Kisah Para Rasul 9:1-22. Firman Tuhan tersebut secara lengkap saya kutip dan lampirkan di bawah ini. Silahkan para pembaca setia blog ini membacanya secara seksama. 9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. 9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” 9:5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat”. 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. 9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” 9:11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi”. 9:13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu”. 9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku”. 9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus”. 9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. 9:19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus dalam lingkungan saudara-saudara (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. 9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 9:21 Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” 9:22 Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam Kisah Para Rasul 9:17, penulis Kisah Para Rasul dalam pimpinan Roh Kudus, menulis: “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus”. Ini adalah kisah pada zaman gereja mula-mula. Ada seorang pria buta di kota Damsyik yang sedang berdoa kepada Tuhan. Selama tiga hari tiga malam ia tidak makan dan minum. Entah ia sengaja berpuasa, atau hatinya begitu hancur sehingga ia tidak sanggup menelan makanan. Yang pasti, ia tengah merenungi jalan hidupnya selama ini. Tiga hari yang lalu, saat ia belum menjadi buta, hatinya begitu penuh dengan suatu keyakinan dan kebencian untuk memunahkan pengikut-pengikut Kristus. Namun, di tengah jalan, Tuhan menyatakan diri-Nya dalam sinar terang benderang. Ketika itulah ia menemukan kebenaran yang meruntuhkan keyakinannya selama ini. Mungkin ia berpikir hidupnya sudah tamat, tetapi oleh kasih karunia Tuhan, Ananias datang dan menumpangkan tangan kepadanya. Ia pun bisa melihat kembali dan penuh dengan Roh Kudus. Ya, ia adalah Saulus yang kemudian kita kenal sebagai Paulus. Selanjutnya ia memberitakan tentang Yesus dengan berani. Meski hidupnya sendiri kemudian berada dalam bahaya, Paulus tidak berhenti bekerja bagi Tuhan. Melalui surat-surat yang ditulisnya dalam penjara, ia meneguhkan iman para pengikut Tuhan di masa itu, bahkan sampai ke masa kini. Seluruh hidupnya yang tadinya dipakai untuk menganiaya umat Kristen kini Tuhan pakai secara luar biasa untuk pekerjaan-Nya. Saat Roh Kudus memenuhi dan mendominasi hidup kita, Dia akan mulai mengambil alih kehidupan kita. Dia akan berkarya dan memperluas kerajaan Allah melalui hidup kita. Untuk itu, Roh Kudus pun akan memanifestasikan karunia-karunia roh: berkata-kata dengan hikmat dan pengetahuan, iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berbahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Sejauh mana level kepenuhan Roh Kudus yang kita alami, sejauh itulah semuanya ini akan bermanifestasi dalam hidup kita. Marilah kita penuhi hidup kita dengan Roh Kudus dan biarkan Roh Kudus mengambil alih kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Wednesday, October 27, 2021

Diselamatkan Untuk Berbuat Baik

Diselamatkan untuk berbuat baik ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat rasul Paulus kepada orang Kristen yang ada di kota Galatia, yaitu dalam Galatia 6:1-10. Dalam Galatia 6:9, rasul Paulus dalam pimpinan, tuntunan, arahan, bimbingan dan ilham Roh Kudus, menulis: “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah”. Setelah manusia pertama yaitu Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka sejak saat itu relasi Allah dengan manusia terputus. Allah tidak bisa lagi tinggal bersama dengan manusia. Salah satu buktinya ialah manusia diusir dari Taman Eden. Allah tetap mengasihi manusia sekalipun Dia membenci dosa. Itu sebabnya Allah mengutus Yesus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan dan mendamaikan manusia dengan Allah. Melalui Yesus kita diselamatkan dan didamaikan dengan Allah. Setelah kita diselamatkan, maka Allah mau supaya kita berbuat baiklah kepada sesama kita. Selain itu, kita juga harus berbuat baiklah kepada ciptaan Allah yang lain. Selanjutkan, kita juga diperintahkan oleh Tuhan untuk berbuat baiklah kepada musuh kita sekalipun.
Berbuat baiklah adalah perintah dari Allah kepada kita. Berbuat baiklah merupakan salah satu cara dan bukti bahwa kita memiliki iman. Lebih dari itu berbuat baiklah merupakan tanggung jawab sosial kita kepada sesama manusia yang membutuhkan uluran tangan kita. Berikut merupakan kisah dari salah bentuk berbuat baiklah kepada sesama kita. Kehadiran sesama di dalam kehidupanDi sebuah kota kecil, tinggallah seorang gadis dengan ibunya yang selalu mengajarinya untuk menjadi berkat. Suatu pagi, pintu rumah mereka diketok seseorang. Gadis itu pun membuka pintu dan tampaklah seorang anak laki-laki yang lusuh. Sambil memandangnya ragu, anak itu meminta segelas air. Alih-alih membawakan air putih, gadis itu memberikan segelas besar susu yang habis dalam sekejap. Lalu si anak bertanya berapa harga susunya. Namun gadis itu tersenyum dan mengatakan susu itu gratis. Dua puluh tahun kemudian, gadis itu didiagnosa sakit kronis. Para dokter di kotanya angkat tangan dan merujuknya pada seorang dokter spesialis di kota besar. Di sana, ia menjalani operasi dan perawatan untuk penyakitnya. Ketika akhirnya ia sembuh dan diperbolehkan pulang, ia pun hendak membayar tagihan rumah sakit. Sejenak kekuatiran melandanya. Ia tidak yakin bisa mebayar seluruh biaya perawatannya. Namun ketika menerima lembar tagihannya, sebagai ganti sejumlah uang yang mungkin tidak mampu dibayarnya, tertera sebuah pesan: “Telah dibayar lunas dengan segelas susu.” Janji Tuhan tidak pernah salah. Ketika kita menabur, kita pasti akan menuai. Jika kita berbuat baik, maka suatu hari kebaikan itu akan kembali pada kita. Bahkan tuaian yang sudah Tuhan sediakan jauh lebih besar dari apa yang telah kita taburkan. Itulah sebabnya, seperti yang dikatakan dalam Galatia 6:9, jangan berhenti berbuat baik. Lakukan perbuatan baik itu secara terus-menerus dan berkali kali. Terkadang situasi dan kondisi membuat kita sulit untuk berbuat baik, tetapi jangan sampai garam dalam kehidupan kita menjadi tawar dan hidup kita dinilai tidak ada gunanya lagi oleh Tuhan. Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita secara konsisten berbuat baiklah kepada semua orang termasuk kepada musuh kita sekalipun. Kita harus terus berbuat baiklah sebagai bukti bahwa kita adalah murid Yesus. Bentuk lain dari berbuat baiklah yaitu menjadi terang dan garam bagi dunia ini. Dengan berbuat baiklah, maka kita sedang melakukan misi sosial kita. Berbuat baiklah sebenarnya kita tidak akan pernah rugi. Malah sebaliknya dengan berbuat baiklah justru kita akan mendapat keuntungan selama hidup di dunia. Bahkan keuntungan dari berbuat baiklah akan dibawa sampai ke sorga. Dengan demikian, kita pun akan dibawa Tuhan masuk ke level kemuliaan yang lebih besar dalam rencana-Nya. Biarlah kebaikan-kebaikan kita menjadi sebuah kesaksian yang membawa banyak orang kepada Tuhan, sehingga revival itu pun terjadi. Tuhan Yesus memberkati.

Tuesday, October 26, 2021

Kristus Yang Hidup Di Dalam Kita

Kristus yang hidup di dalam kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat rasul Paulus kepada orang Kristen yang ada di kota Galatia, yaitu Galatia 2:16-21. Dalam Galatia 2:20a, rasul Paulus dalam pimpinan Roh Kudus terkait dengan Kristus beserta dengan kita, menulis demikian: “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku”. Akibat dari lehernya yang terbelit tali pusat saat lahir, Rick Hoyt lumpuh total, bahkan berbicara pun tidak bisa. Namun dengan bantuan komputer khusus, ia dapat berkomunikasi dengan ayahnya. Sejak Rick kecil, mereka selalu beraktivitas bersama. Saat berenang, Dick menarik Rick yang tergeletak di atas perahu karet. Sewaktu bersepeda, Dick membonceng Rick dengan sepeda balap khusus. Ketika berlari, Dick mendorong Rick yang duduk di kursi rodanya. Ketidakberdayaan sekaligus ketergantungan Rick kepada ayahnya, membuat Dick merasa perlu untuk terus berada bersama Rick. Menolongnya, dan mengusahakan apa yang diinginkannya dapat tercapai. Termasuk keinginan untuk berpartisipasi dalam lomba The Ironman Triathlon.
Perlombaan tersebut mencakup kompetisi renang sejauh 3,8 km, balap sepeda berjarak 180 km dan maraton sejauh 42 km. Bukan perkara yang mudah bagi siapa pun untuk menyelesaikan perlombaan ini. Namun berkat pertolongan ayahnya, Rick Hoyt tercatat sebagai peserta dan berhasil menyelesaikan perlombaan tersebut. Begitu pula dengan banyak perlombaan setelahnya. Pada Maret 2016, saat Rick berusia 54 tahun, tercatat bahwa mereka berhasil melakukan 1.130 perlombaan bersama. Tidakkah kebersamaan ayah dan anak ini mengingatkan akan hubungan kita sendiri dengan Tuhan? Dalam banyak hal kita begitu tidak mampu. Namun bersama Kristus kita dapat melakukan banyak hal. Bahkan perkara-perkara yang besar. Masalahnya, banyak orang Kristen yang menjalankan hidup seolah-olah Tuhan jauh dari mereka. Padahal ketika kita menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, Dia sudah masuk dan seperti kata Paulus, Dia hidup dalam kita. Di mana pun kita dan ke mana pun kita pergi, Kristus selalu ada bersama kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah sungguh-sungguh menyadarinya. Kesadaran itulah yang memampukan kita tinggal dalam hadirat-Nya 24/7. Sehingga kita pun dapat terus-menerus bersekutu intim dengan-Nya dan mengalami kepenuhan Roh Kudus setiap waktu. Jika Dia hidup dalam kita, maka Dia akan bekerja dan memanifestasikan kuasa-Nya melalui kita. RENUNGAN. Pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, untuk dapat HIDUP BERSAMA KRISTUS 24/7, maka kita perlu MENYADARI DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH bahwa DIA TINGGAL DALAM KITA APLIKASI. 1. Sudahkah Anda sungguh-sungguh menyadari bahwa Kristus tinggal bersama dan di dalam Anda? Mengapa demikian? 2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mulai menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa Anda hidup bersama Kristus 24/7? DOA UNTUK HARI INI. “Bapa, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Meski sering kali kami merasa bahwa Engkau jauh, tetapi sesungguhnya Engkau selalu dekat, bahkan sangat dekat. Biarlah kesadaran itu benar-benar tertanam dalam hati dan pikiran kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”