7 langkah memiliki hati yang berhikmat ~ Landasan firman Tuhan untuk tema 7 langkah memiliki hati yang berhikmat diambil dari kitab 1 Raja-Raja 10:1-13. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1 Raja-Raja 10:1-13. 10:1 Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 10:2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 10:3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 10:4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 10:5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 10:6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 10:7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 10:8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 10:9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." 10:10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu. 10:11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 10:12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 10:13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.
Untuk memiliki hati yang berhikmat, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: Satu, memiliki kerinduan untuk selalu mendengar firman Tuhan. Guna memiliki hati yang berhikmat, maka kita harus selalu membaca dan merenungkan firman Tuhan. Mengapa? Karena firman Tuhan memiliki kuasa untuk memberi pengertian kepada kita. Ini langkah pertama. Dua, memiliki kerinduan untuk berkorban. Kesediaan untuk berkorban juga menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan hati yang berhikmat. Mengapa? Karena dalam pengorbanan itu, kita menemukan arti dan makna dari kehidupan kita. Tiga, memiliki kerinduan untuk mau belajar dari orang berhikmat. Belajar merupakan suatu proses seumur hidup. Belajar juga membantu kita untuk memiliki pengetahuan. Tetapi selain itu, kita juga belajar dari orang-orang yang sudah memiliki pengalaman dalam hidupnya. Dari pengalaman mereka itu kita bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa saja belum kita tahu. Empat, memiliki kerinduan untuk mewujudkan visi. Visi adalah suatu gambaran masa depan yang diinginkan terjadi. Dengan dasar sebuah visi, kita digerakkan untuk melakukan misi guna merealisasikan visi. Dari sini kita bisa menemukan cara terbaik sehingga kita memiliki hati yang berhikmat untuk membuat visi menjadi kenyataan. Lima, memiliki motivasi untuk memperoleh hikmat. Hikmat tidak datang atau terjadi dengan sendiri. Harus diperjuangkan dan diusahakan dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu, kita harus mempunyai motivasi yang sungguh-sungguh untuk memperoleh hikmat itu. Dengan begitu, percayalah bahwa kita bisa memperoleh hikmat itu. Enam, memiliki kerinduan untuk memuji Tuhan. Hikmat selalu berakhir untuk kemuliaan Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus memiliki sikap hati yang murni dalam mencari hikmat. Sikap hati yang murni kunci untuk mendapatkan hikmat. Dan itu dimulai dari hati yang menyembah dan memuji Tuhan dalam roh dan kebenaran. Tujuh, memiliki hidup yang selalu mengucap syukur. Pada saat kita memiliki hikmat, kita tidak boleh sombong. Semakin kita memiliki hikmat, maka semakin hidup kita memuliakan Tuhan. Semakin bertambah hikmat kita, semakin besar juga rasa syukur kita kepada Tuhan. Rasul Paulus menulis: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” – 1 Tesalonika 5:18. Hal ini penting bagi kita yaitu untuk selalu mengucap syukur dalam totalitas hidup kita. Bila kita sudah diberkati oleh Tuhan dengan hikmat yang luar biasa, kita tidak boleh melupakan Tuhan. Kita juga tidak boleh menjadi tinggi hati. Tetapi sebaliknya selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas segala hikmat yang Dia berikan kepada kita. Kita juga harus semakin rendah hati dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi berkat bagi sesama kita.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar