Custom JavaScript Footer

Monday, November 29, 2021

Saling Menyembuhkan Di Dalam Tuhan

Saling menyembuhkan di dalam Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema, saling menyembuhkan di dalam Tuhan, diambil dari surat Yakobus 5. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. Yakobus 5. Peringatan kepada orang kaya. 5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Bersabar dalam penderitaan. 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Penjelasan bagian pertama sudah saya sampaikan dalam artikel terdahulu. Dan ini merupakan pembahasan kedua sebagai lanjutan dari yang pertama. Silahkan pembaca setia blog ini mengutinya di bawah ini. Dua, kekuatan komunitas orang percaya. Pada ayat 7-20, Yakobus menyatakan bahwa walau kita itu miskin bukan berarti kita tidak memiliki apa apa. Oh, kita punya banyak hal. Paling tidak kita punya komunitas yang saling support. Dan didalam komunitas iman, kita bisa kaya dalam berbagai macam karunia dan kebajikan yang berdampak. Mungkin apa yang kita lakukan itu itu kecil tetapi itu cukup buat menghidupkan api semangat kebersamaan. Di dalam komunitas, kita bisa saling meneguhkan dan memiliki harapan yang sangat besar akan Kerajaan Allah (yang mungkin bagi penguasan dan orang kaya, ini adalah kebodohan; namun bagi umat Allah ini dalah kekuatan yang luas biasa untuk menjalani hari hari dalam kemiskinan dan penderitaan). Kita diingatkan akan nasehat (dan janji berkat) dari Tuhan Yesus sendiri : “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3). Nah, nasehat Tuhan Yesus Kristus inilah yang ditegaskan kembali oleh Yakobus : “Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yak 5:10-11) Yakobus juga mengajak agar kita semua bisa hidup dalam komunitas yang saling memperhatikan dan menyembuhkan. Memang kita bisa jadi miskin dan (seolah) tidak memiliki apa apa.. namun kita kaya dalam berbagai karunia, dan kita punya Tuhan dan punya saudara yang saling memperdulikan. Kita punya Tuhan yang terbukti peduli dan menyertai, dengan kuasanya yang ajaib. Dan kita punya saudara seiman yang saling menguatkan. Kita juga punya penatua yang bisa berdoa dan mengoleskan minyak untuk menyembuhkan, mana kala kita sakit. Sebab doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak 5:16). Ingatlah akan kisah Elia, walau paceklik mencekik dan kemiskinan membawa kepada kematian, namun pertolongan Tuhan itu pasti akan datang tepat pada waktunya. Karena itu bersabarlah, hadapi semua dengan kekuatan iman dan kebersamaan dalam komunitas yang saling menguatkan. Biarlah yang berkelebihan (kaya) memperhatikan sesamanya dan biarlah kita saling membangun dan menguatkan dengan lidah kita. Jangan iri kalau miskin dan jangan sombong kalau kaya. Jauhilah perkara perkara duniawi yang menimbulkan perselisihan diantara jemaat dan hiduplah sebagaimana panggilan untuk bertumbuh dalam komunitas yang berTuhan yang utuh dalam prektek iman dan perbuatan. Amin

No comments:
Write komentar