Custom JavaScript Footer

Tuesday, December 14, 2021

Hari Tuhan Sudah Dekat, Berjaga-jagalah

Hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah, diambil dari kitab Zefanya 1:1-18. Minggu ini kita memasuki Minggu Adven ketiga, yakni Joy. Dan kita akan membahasnya dari kitab nabi Zefanya. Nabi Zefanya hidup pada akhir pemerintahan Kerajaan Yehuda Selatan, sebelum benar benar di hancurkan oleh Babel semuanya. Nampaknya ada pengharapan yang muncul, saat raja Yosia bin Amon memerintah. Yosia hidup benar dihadapan Allah dan mengadakan reformasi besar besaran untuk mengembalikan umat Yehuda pada TUHAN Allah mereka. Yosia mencoba memulihkan Bait Suci dan menjauhi berhala berhala serta mengajak rakyat hanya menyembah kepada TUHAN, Allah Israel saja. Namun ini tentulah tidak mudah, sebab puluhan bahkan ratusan tahun mereka sudah terbiasa menyembah kepada ilah ilah lain dan mencampur-sandingkan dengan TUHAN, Allah Israel. Sinkritis itulah kira kira bahasa yang bisa kita kenakan kepada umat yang mencoba menggabungkan semua ilah dengan TUHAN dan mengijinkan untuk disembah semuanya. Ini tentu bukanlah sikap yang toleran dan atau inklusif (terbuka), tetapi sudah tergolong pencampuran semua keyakinan dan penyembahan. Siapa Allah tidak lagi utama, tetapi perayaan perayaan keagamaanlah yang lebih utama. Keyakinan iman sudah berubah menjadi keselarasan budaya. Itulah sebabnya saat raja Yosia hendak mengembalikan umat Allah hanya kepada TUHAN saja sebagai Allah mereka, tentulah tidak segampang membalikkan tangan. Karena kebiasaan sinkretis sudah mengakar kuat dalam tradisi dan ritual ritual agama, bahkan sudah membudaya.

Jika raja Yosia bisa melalukannya, itu tentu atas pertolongan Allah. Mengapa? Ya karena raja Yosia itu masih tergolong sangat muda (ia menjadi raja pada umur 8 th). Atas pertolongan Allah raja Yosia berani melakukan perubahan yang sangat drastis. Raja Yosia tidak hanya memusnahkan bukit-bukit pengorbanan bamot di wilayah Yehuda dan Benyamin tetapi ia juga menjangkau wilayah Efraim dan Naftali di Galilea. Ia menghancurkan semua peranti dan sarana ibadah penyembahan berhala. Raja Yosia juga memerintahkan agar umat kembali merayakan Paskah (2 Raja Raja 35:18). Sebuah keputusan besar, yang mengingatkan kembali siapa sebenarnya umat Allah dan siapa Allah mereka. Paskah adalah satu tanda pengingat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu reformasi Yosia adalah titik balik perubahan yang membawa pada pengharapan akan pemulihan Israel dan Yehuda. Tidak mengherankan jika nabi Zefana menubuatkan bahwa sesuatu yang baik bakal terjadi buat Yehuda. Bangsa Yehuda akan diselamatkan dan para penyembah berhala bakal dihukum habis oleh TUHAN, Allah Israel. Demikian sabda TUHAN : “Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya”. Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya. (Zefanya 1:4-7) Jadi Zefana diminta untuk menyatakan bahwa TUHAN akan menyelamatkan sisa sisa Yehuda (yang telah bertobat dan kembali hanya menyembah kepada Allah) dibawah kepemipinan Yosia; dan akan menghukum bangsa bangsa dan umat penyembah berhala. Hari itu akan tiba. Dan hari itu disebut hari TUHAN, hari penghakiman. TUHAN juga akan menggeledah setiap rumah di Yerusalem dengan memakai obor (artinya tidak ada yang bisa bersembunyi), dimana orang yang mendua hati juga akan dihukumnya (Zef 1:12). Hari TUHAN sudah dekat dan akan datang dengan sangat cepat. Ia akan menyapu bersih semua manusia bahkan hewan yang telah mengkhianati perjanjian kasih setia dengan TUHAN. Karena itu senyampang masih ada waktu... bertobatlah! Emas dan perak (kekayaan dan kekuasaan) tidak akan bisa menyelamatkanmu. TUHAN bukanlah Allah sogokan, yang bisa dibelokkan oleh korban bakaran dan korban sajian. Sebab yang IA inginkan adalah kemurnian hati dan pertobatan yang sejati. Kembalilah kepada TUHAN yang adalah Allahmu. Jangan lagi mendua hati! Itu pesan pembuka kitab nabi Zefanya.

No comments:
Write komentar