Custom JavaScript Footer

Wednesday, December 15, 2021

Sekalipun Tidak Ada Alasan Untuk Berharap, Tetaplah Berharap

Sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah berharap ~ Landasan firman Tuhan untuk tema sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah berharap, diambil dari surat rasul Paulus kepada orang-orang kudus, orang-orang percaya yang ada di kota Roma. Rasul Paulus menulis dalam pimpinan, tuntunan, arahan dan bimbingan Roh Kudus, menulis demikian : “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu” – Roma 4:18. Dalam menjalani hidup sampai dengan saat ini, tentunya ada banyak peristiwa atau kejadian yang menguras pikiran, perasaan, kehendak dan juga biaya/ dana. Terkadang peristiwa-peristiwa hidup sering membuat kita kewalahan, susah dan kondisi terpuruk. Semua itu tidak bisa kita hindari atau elakan dari hidup ini. Bahkan acap kali kita menemukan diri dalam keadaan kehilangan harapan. Waktu adalah milik manusia yang paling berharga. Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang tetapi Anda tidak dapat menciptakan lebih banyak waktu. Bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda adalah bukti di mana harapan Anda berada. Jika harapan Anda ada pada Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan menginvestasikan waktu di dalamnya.

Ayat bacaan hari ini menggambarkan bagaimana Abraham tidak ada dasar untuk berharap, tetapi Ia tetap meluangkan waktu untuk berharap. Kalimat "tidak ada dasar untuk berharap" adalah sebuah fakta yang sangat menakutkan pastinya bagi banyak orang. Semua pengharapan yang kita miliki, pastinya kita inginkan harus ada sebuah dasar atau fakta yang mendukung bahwa harapan itu bisa terjadi atau tercapai. Tidak selalu seperti itu. Walaupun kelihatannya tidak mungkin terjadi, selama kita memiliki janji Tuhan yang sudah tertulis di Alkitab, kita bisa berharap. Abraham menerima janji dari Tuhan bahwa keturunannya akan sebanyak bintang-bintang di langit. Bagi Abraham dan Sarah janji itu tampaknya sama sekali tidak mungkin, tubuh Abraham sudah sangat lemah dan rahim Sara sudah mati. Inilah arti sebuah pengharapan yang seolah-olah tidak ada dasarnya. Justru karena seolah-olah tampaknya tidak ada dasarnya, atau kelihatan mustahil, itu menjadi sebuah pengharapan. Jika tampaknya mungkin, bukan merupakan pengharapan lagi. Itu sebabnya, Tuhan suka ketika kita ada di posisi yang sulit, terpojok, tidak ada jalan keluar atau tidak ada dasar atau alasan untuk berharap. Itu adalah saat dimana Tuhan mau kita berharap kepada Dia. Ketika nanti Tuhan menjawab, maka kesaksian kita akan dipenuhi dengan kemuliaan bagi Tuhan bukan kehebatan diri kita. Ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit, teruslah percaya pada firman Tuhan, luangkan waktu untuk memahami, merenungkan, menyukai dan mempelajarinya dengan hati. Meluangkan waktu bersama Tuhan adalah cara Tuhan menghembuskan hikmat-Nya ke dalam diri Anda. Jangan tergoda untuk berpikir bahwa Anda akan lebih puas jika Anda menerima jawaban doa Anda. Minta kepada Tuhan untuk merasa kepuasan sekarang, justru sebelum menerima jawaban doa. Puas, karena pengharapan di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan (baca ROMA 5:1-5). Pengharapan dan kepuasan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Orang dunia akan merasa puas setelah mendapatkan apa yang ia harapkan. Anak Tuhan akan merasa puas justru sebelum melihat harapannya menjadi kenyataan. Itu semua terjadi karena ia tahu bahwa dirinya tidak pernah akan kecewa, karena hal baik akan terjadi bagi semua orang percaya. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu.

No comments:
Write komentar