Custom JavaScript Footer

Friday, February 8, 2019

Rahasia Keberhasilan Nehemia

Rahasia keberhasilan Nehemia ~ Landasan firman Tuhan untuk tema kami siap untuk membangun diambil dari kitab Nehemia 2:11-20. Keberhasil merupakan hal yang ingin diraih atau dicapai oleh setiap orang. Tidak ada seorang pun yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Mengapa? Karena keberhasilan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, keberhasilan yang satu akan memacu seseorang untuk meraih keberhasilan yang lain. Keberhasilan tidak selalu berkaitan dengan materi, tetapi bisa juga berkaitan dengan cita-cita, panggilan pelayanan, dan sebagainya. Setiap keberhasilan membutuhkan strategi tertentu. Pada persiapan kali ini kita akan belajar bagaimana Nehemia sebagai pemimpin umat saat itu dapat berhasil memimpin bangsanya. Nehemia adalah salah seorang pemimpin yang inspiratif dalam Perjanjian Lama. Ia adalah seorang yang dipanggil Tuhan untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang telah dihancurkan oleh tentara Persia.

Ada beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kunci keberhasilan Nehemia dalam memimpin bangsanya. 1. Nehemia memahami betul keadaan yang dihadapinya. Ia mencari data yang akurat dari permasalahan yang ada (Nehemia 2: 11-17). Ia mencoba memahami segala kemungkinan yang ada bagi proses pembangunan kembali tembok kota itu. Ia mempelajari apa yang dapat menjadi kekuatan, peluang, hambatan, dan tantangan yang mungkin muncul dalam upaya itu. Nehemia secara realistis melihat situasi dan tantangan yang ada. Tetapi ia tidak membawa dirinya dan mereka yang dipimpinnya terfokus pada masalah yang dihadapi, melainkan terfokus pada kekuasaan Allah. Ia membangun keyakinan dirinya dan semangat diri berlandaskan kekuasaan Allah. 2. Mempunyai visi dan membagikannya kepada yang lain (Nehemia 2:18). Visi menjadi penuntun bagi setiap orang, khususnya pemimpin, dalam besikap dan bertindak. Kebingungan atau ketidakmampuan dalam menentukan sikap dalam menghadapi sesuatu keadaan dapat disebabkan karena tidak adanya visi atau kurangnya komitmen dalam memegang visi tersebut. 3. Melihat bangsanya bukan sebagai sebagai masalah “kalian” tetapi sebagai masalah “kita” bersama. 4. Integritas. Seorang pemimpin pasti akan menemuai pertentangan karena ia membawa sesuatu yang baru dan menggoncangkan zona nyaman yang selama ini dijalani. Selain itu, seorang pemimpin juga harus siap menghadapi para pencemooh yang tidak menyukai ide pembaruan atau pembangunan yang akan dilakukannya. Nehemia menghadapi itu semua (Nehemia 2: 19). Tetapi ia tidak goyah karena keyakinannya akan pertolongan Tuhan. Ia merendahkan diri di hadapan Tuhan dan meminta pertolonganNya (Nehemia 4:4-5). 5. Optimisme yang membuatnya tidak gampang menyerah. Jika ingin berhasil kita harus mempunyai optimisme. Optimisme menilong kita untuk menghadapi rintangan yang ada. Nehemia juga mempunyai optimisme dalam membangun kembali tembok Yerusalem. Tetapi, optimisme Nehemia tidak didasarkan pada kepandaiannya semata melainkan yang terutama pada Tuhan Allahnya. Bersama dengan rekan-rekannya yang ikut membangun tembok itu ia maju dengan prinsip “bersama Tuhan, kita bisa”. 6. Pada akhirnya, dapat kita katakan bahwa dasar dari semua kemampuan atau keberhasilan Nehemia sebagai pemimpin ialah kedekatannya dengan Tuhan. Ini adalah kunci keberhasilannya yang utama dalam mewujudkan visinya menjadi kenyataan. Tantangan dan ejekan dari beberapa orang pada awal pembangunan tembok kota dapat dihadapi berkat keyakinannya akan kuasa Tuhan: Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil. Setelah mengetahui bagaimana kunci keberhasilan Nehemia dalam membangun tembok Yerusalem, apa yang harus kita sampaikan kepada anak-anak? a. Berikan gambaran singkat siapa Nehemia dan apa yang menjadi panggilannya. b. Jelaskan apa yang menjadi kunci keberhasilan Nehemia dalam membangun tembok Yerusalem! c. Buat anak-anak menyatakan tekad untuk bersama Tuhan dalam meraih masa depan mereka, teriakan slogan: “Bersama Tuhan kita bisa!”

No comments:
Write komentar