Tuhan menyerahkan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Tuhan menyerahkan kuasa kepada kita untuk mengalahkan musuh, diambil dari 1 Samuel 24:1-8. Firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1 Samuel 24:1-8. 1 Samuel 24:1-8 Konteks 24:1 Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi”. 24:2 Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. 24:3 Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. 24:4 Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. 24:5 Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
24:6 lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN”. 24:7 Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya. 24:8 Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: “Tuanku raja!” Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. “Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu, Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”. Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam” – 1 Samuel 24:5. Yang Kaupandang Baik Dengan 3.000 prajurit, Saul memburu Daud. Daud dan kelompoknya terpojok, bersembunyi di gua. Tiba-tiba, Saul memasuki gua. Sendiri. “Tuhan menyerahkan dia ke tanganmu” kata para pengikut Daud. “Perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik”, desak mereka (ay. 5). Tetapi, Daud menolak membunuh raja itu. Dialog antara Daud dan para pengikutnya menunjukkan bahwa apa yang baik menurut seseorang, belum tentu baik menurut yang lain. Memang, semua pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan? selalu bisa dijawab dengan, “Lakukanlah yang baik”. Tetapi, jika ditanyakan, “Manakah yang baik itu?” jawab orang bisa tak sama. Tiap orang bisa memiliki versi berbeda tentang apa yang baik. Faktor apa yang menentukan? Faktor penentunya adalah sesuatu yang diyakini sebagai hal yang terpenting. Bagi para pengikut Daud, hidup aman dan nyaman adalah hal yang terpenting. Sebab itu, bagi mereka, yang baik adalah memusnahkan penghalang bagi hidup aman dan nyaman itu: bunuh Saul. Tetapi bagi Daud, Tuhan dan kehendak-Nyalah yang terpenting. Tuhanlah yang mengurapi Saul. Hormat dan kasih Daud kepada Tuhan membuatnya menghormati dan mengasihi orang yang diurapi Tuhan (ay. 7). Dan, Daud sungguh melakukan hal yang diyakininya. Pertanyaan bagi kita: Apakah yang kita yakini sebagai hal terpenting? Hal macam apakah yang kita pandang baik? Maukah kita meniadakan jarak antara apa yang kita pandang baik, dan tindakan yang kita lakukan? Tuhan menolong kita. Berbahagialah orang yang secara jujur menemukan dalam dirinya bahwa Tuhanlah yang terpenting dalam hidupnya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar