Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu ~ Landasan firman Tuhan tema Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu, diambil dari kitab Yesaya. Demikianlah firman Tuhan : “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” – Yesaya 49:15. Di dalam YESAYA 49, Tuhan menjelaskan siapa Dia kepada umat-Nya. Ini harus menjadi pegangan kita selama kita hidup, untuk selalu mengerti betapa besar kasih-Nya kepada anak-anak-Nya. Nabi Yesaya menerima suara Tuhan sebagai sebuah pewahyuan yang sangat berharga untuk umat Israel saat itu, dan juga kita orang percaya. Dalam perikop ini, Tuhan memberitahu kita bahwa Dia adalah Tuhan yang penuh kasih kepada anak-anak-Nya. Kasih itu ditunjukkan-Nya lewat sosok Gembala Agung, Ibu, Pelukis dan Penakluk. Hari ini kita akan membahas kasih Tuhan yang melebihi sosok seorang ibu. Meskipun sangat jarang bagi seorang ibu meninggalkan bayinya yang baru lahir, namun itu terjadi di dunia yang kita hidupi ini. Bapa Surgawi kita tidak mungkin lupa atau gagal untuk mengasihi anak-anak-Nya. Hampir setiap orang pernah mengalami kesendirian atau penolakan karena ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Ayat bacaan hari ini meneguhkan janji Tuhan yang sangat istimewa. Kasih-Nya melebihi kasih seorang ibu.
Ada sebuah hubungan yang sangat dalam antara ibu dan anak. Anak berasal dari benih ayah, tetapi anak adalah bagian dari ibunya. Mereka menjadi satu, saat bayi terbentuk di dalam rahim sang ibu. Segala sesuatu yang dilakukan seorang ibu hamil mempengaruhi dua orang, dirinya sendiri dan anak yang dikandungnya. Ketika anak itu lahir, ia kembali ke ibunya untuk menyusu. Garis keturunan anak memang melalui ayahnya, tetapi garis kehidupan seorang anak melalui ibunya. Anda mungkin pernah merasa dilupakan oleh seseorang dalam hidup Anda, tetapi Tuhan tidak akan melupakan Anda, MAZMUR 27:10 mengatakan: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Ini gambaran yang Tuhan mau kita mengerti. Sama dengan seorang anak yang lahir dari ibunya dan selalu menjadi satu bagian dari ibunya yang tak terpisahkan, demikian pula kasih Tuhan kepada kita, bahkan melebihi koneksi dan kasih ibu kepada kita. Itu sebabnya Alkitab terus mengatakan bahwa kita ada di dalam Dia, menjadi satu dengan-Nya. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah (baca KEJADIAN 1:26-27). Karena Tuhan menciptakan kita laki-laki dan perempuan, kita tahu ada aspek maskulin dan feminin dari karakter Tuhan. Kasih seorang ibu dianggap yang terkuat dan terbaik yang pernah ada. Kasih Tuhan melampaui bahkan yang terbaik yang dapat ditawarkan dunia ini. Nabi Yesaya menggambarkan Israel sebagai anak yang menyusu dalam pelukan ibunya. Anak itu sepenuhnya bergantung pada ibunya dan percaya bahwa dia tidak akan pernah ditinggalkan olehnya. Betul, sebuah tangisan anak adalah indikasi ia membutuhkan sesuatu dan sang ibu akan bertindak, tetapi tanpa tangisan-pun, insting keibuannya akan terus memberitahunya kapan waktunya anak itu perlu makan, mandi atau diganti bajunya. Kebutuhan anak itu terjamin dan terurus dengan sangat baik karena ada kasih seorang ibu. Itu sebabnya mengapa Maria ibu Yesus berdiri di depan kayu salib ketika Yesus tergantung mengorbankan hidup-Nya untuk kita. Ketika para murid lari meninggalkan Yesus, ada yang menjual dan menyangkal Dia, Maria dengan kasih seorang ibu mendampingi Yesus. Ketika kita mengerti betapa dahsyat dan hebatnya kasih seorang ibu, maka hari ini kita disadarkan akan kasih Tuhan yang jauh melebihi kasih ibu di dunia ini. Makin kita menyadari kasih Tuhan atas hidup ini, kita akan makin kuat menghadapi semua pergumulan hidup. Karena kasih-Nya, semua kebutuhan kita ditanggung penuh oleh-Nya dan sebelum kita menangis dan menjerit minta pertolongan, Dia sudah menyiapkan yang terbaik bagi kita. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar