Custom JavaScript Footer

Friday, February 8, 2019

BERDAMAI DENGAN ORANG LAIN

Bagaimana kita dapat berdamai dengan orang lain ~ Landasan firman Tuhan untuk tema bagaimana kita dapat berdamai dengan orang lain, diambil dari surat 1 Petrus 3:8-12. Secara lengkap firman Tuhan itu saya lampirkan di bawah ini. 3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara,penyayang dan rendah hati, 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.Sebab: 3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat”.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sering mengalami masalah dengan orang lain. Hal itu menjadi suatu yang lumrah dalam suatu hubungan. Tetapi menjadi tidak lumrah kalau kita tidak menyelesaikannya. Sebagai orang Kristen kita harus mengupayakan perdamaian diantara kita. Bagaimana sikap yang benar agar kita bisa berdamai dengan orang lain? Berusaha untuk melakukan hal-hal yang positif Kalau ingin berdamai dengan orang lain jangan pernah menunggu, tetapi lakukanlah sesuatu agar tercipta kerukunan, yaitu dengan melakukan hal-hal yang positif seperti; seia sekata, seperasaan, saling mengasihi, penyayang dan rendah hati. (ayat 1). Perselisihan mulai timbul karena masing-masing berjalan dengan keinginannya sendiri dan jauh dari mengasihi. Hal itu diakibatkan karena kesombongan kita yang merasa memiliki sesuatu untuk dibanggakan dan cenderung merendahkan orang lain. Ingatlah, masing-masing kita memiliki kekurangan dan pasti pernah melakukan kesalahan. Berusaha untuk tidak membalas Masalah menjadi bertambah besar karena masing-masing kita sulit untuk menahan diri. Padahal jusrtu di dalam diamlah kita akan menemukan damai sejahtera untuk menemukan jalan keluar dari masalah kita dengan orang lain. ”dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.” (ayat 9). Balas dendam hanya akan membuat masalahnya semakin rumit. Untuk itu jangan pernah berpikir bahwa Anda akan menang kalau Anda melampiaskan amarah Anda. Tetapi biarkan Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri dalam menyelesaikan masalah Anda dengan orang lain. Berusaha untuk berdamai dengan orang lain “Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.” (ayat 11) Kita dituntut bukan saja untuk tidak melakukan yang jahat tetapi mengupayakan perdamaian. Jangan pernah takut dengan konflik, bukan berarti kita menginginkannya namun dalam hubungan yang otentik dan tidak basa-basi konflik dapat terjadi. Dan kalau ternyata terjadi konflik, kita dituntut untuk secara proaktif mengupayakan perdamaian. Jangan pernah menunggu untuk didamaikan tetapi jadilah pembuat perdamaian.

No comments:
Write komentar