Tak berkesudahan kasih setia Tuhan bagi kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tak berkesudahan kasih setia Tuhan bagi kita, diambil dari kitab Ratapan 3:21-23. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan dibawah ini. 3:21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Penulis kitab Ratapan menegaskan demikian : “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya”. Hal ini menegaskan pertama-tama bahwa Yahwe Elohim adalah Pribadi hidup dan yang berkuasa. Dia adalah Pribadi yang penuh kasih yang mengasihi umat-Nya dengan kasih yang sempurna. Selain itu, Dia juga adalah Allah yang setia dan persediaan rahmat-Nya tidak akan pernah habis.
Penulis suarat Yakobus dalam 1:17, menulis demikian : “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran”. Di sini, penulis surat Yakobus menegaskan bahwa Yahwe Elohim adalah Pribadi yang senantiasa memberikan yang baik kepada setiap anak-anak-Nya berdasarkan anugerah yang sempurna. Dia adalah Allah yang kekal dan tidak akan pernah berubah. Kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia penulis kitab Yeremia. Isi kitab Ratapan penuh dengan ratap tangisan dan seruan bangsa Israel, khususnya Nabi Yeremia kepada Allah sebagai akibat dari kehancuran dan kejatuhan kota Yerusalem ke tangan musuh, yaitu bangsa Babel. Umat Allah ditawan dan dibawa ke negeri Babel. Seruan ratapan yang dipanjatkan kepada Allah merupakan ungkapan rasa sedih dan dukacita yang mendalam. Walaupun demikian, ternyata Nabi Yeremia tidak putus harapan. Ia percaya bahwa Allah adalah Allah yang tetap setia kepada umat-Nya. Yeremia mendesak bangsa Israel untuk mengingat kembali bahwa Allah sungguh-sungguh pemurah dan setia. Yeremia mengingatkan bahwa Allah juga baik kepada mereka yang mengandalkan Dia. Ayat 22-23 menegaskan kembali, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” Yeremia percaya Tuhan akan memulihkan dan menolong umat-Nya. Tuhan memiliki kasih setia yang tiada habis-habisnya kepada umat-Nya. Karena kasih setia Tuhan inilah, Yeremia yakin Dia akan mengampuni umat-Nya dan mengembalikan status mereka sebagai umat kesayangan Tuhan. Kata “kasih setia” berasal dari khesed, yang berarti kebaikan, kemurahan, pengampunan atau belas kasihan. Selain itu, kasih setia juga erat kaitannya dengan perjanjian yang telah dibuat Allah terhadap umat Israel, yaitu janji bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih. Kasih setia Allah menunjukkan kesetiaan-Nya terhadap janji yang Dia telah ikrarkan. Di dalam kasih setia Tuhan, ada pengampunan terhadap orang yang berdosa. Kita hendaklah yakin bahwa meskipun kita telah jatuh ke dalam jurang dosa, telah diasingkan dan diabaikan, masih ada Allah yang dengan kasih setia-Nya mengangkat kita. Karena kasih setia Tuhan yang tiada habis-habisnya ini pula yang membuat Allah Bapa mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, hadir ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita. Kehadiran Kristus Yesus di dunia adalah bentuk pernyataan bahwa manusia berdosa masih memiliki pengharapan di dalam keselamatan. Inilah bentuk kepedulian Allah terhadap umat manusia supaya mereka tidak lagi terbelenggu oleh dosa tetapi menerima anugerah keselamatan dari Allah. TIADA KATA “STOP” UNTUK ALLAH MENGASIHI KITA, DIA PEDULI DAN KASIH-NYA SELALU ADA BAGI DIRI KITA.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar