Tuhan sudah mendengar doamu, bersabarlah menunggu jawabannya ~ Ladasan firman Tuhan untuk tema Tuhan sudah mendengar doamu, bersabarlah menunggu jawabannya, diambil dari Yakobus 5:7-11. Secara lengkap firman Tuhan tersebut saya lampirkan dibawah ini. “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan”. Kita hidup dalam satu kesadaran bahwa kedatangan Tuhan Yesus ataupun kematian kita bisa terjadi setiap saat dan setiap kita, sadar atau tidak, seharusnya menata kehidupan di dalam kenyataan itu. Dalam bagian Kitab Suci ini kita kembali mendengar apa yang sudah sering terdengar sejak zaman rasul Yakobus, “Bersabarlah dan teguhkanlah hatimu karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum”. Apakah yang kita pikirkan saat mendengar bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat? Berapa seringkah kita bersungut-sungut di dalam hidup kita namun penghukuman Tuhan tidak kunjung tiba? Atau berapa sering kita menghakimi orang lain namun Tuhan tidak juga menghukum?
Seolah-olah Kitab Suci sudah tidak relevan dengan hidup kita. Kehidupan orang-orang percaya dalam zaman rasul Yakobus mengalami tekanan kemiskinan dan penganiayaan. Bagian ini dituliskan untuk menasihatkan mereka agar bersabar dan meneguhkan hati ketika mengalami kehidupan seperti itu. Meskipun mungkin kita tidak mengalami hal yang sama dengan orang-orang percaya di abad mula-mula, namun hidup kita pun tidak akan pernah luput dari kesulitan dan penderitaan, yang sering kali kita sulit mengakuinya. Mungkin saat ini di tempat lain ada orang yang mati karena bunuh diri, ada yang menderita sakit kanker, atau tekanan di dalam batin. Penderitaan adalah bagian dari hidup manusia baik orang percaya ataupun orang tidak percaya sejak kejatuhan Adam sampai sekarang. Rasul Yakobus tahu bahwa janji tentang kedatangan-Nya akan membawa pengharapan bagi orang-orang percaya yang sedang dalam penderitaan. Oleh sebab itu dia memakai eskatologi untuk mempersiapkan pertumbuhan rohani orang Kristen. Dalam pembukaan suratnya, rasul Yakobus telah menasihatkan kita untuk bertekun dalam menghadapi ujian, dan bersabar ketika melalui kesulitan yang Tuhan berikan, karena itu bertujuan untuk membawa kita kepada pertumbuhan untuk menjadi sempurna dan tak kekurangan suatu apa pun. Dalam bagian ini juga, kita melihat bahwa ternyata kesabaran adalah suatu karakter yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan itu, sehingga pada akhirnya kita boleh hidup berbuah. Kesabaran di sini bukan dalam arti yang sempit dalam batasan bisa menahan emosi atau tidak suka marah-marah, meski itu pun pasti ada bagiannya, namun kesabaran di sini mengacu kepada kesabaran dalam menanggung segala kesulitan bersama Tuhan. Kesabaran mengajarkan kepada kita untuk berhenti mengandalkan diri dan melihat bagaimana tangan Tuhan bekerja di dalam ketidakmengertian kita. Sering kali ketika kita dalam kesulitan kita tidak sabar menunggu Tuhan, lalu mencari jalan keluar sendiri, bukan di dalam Kitab Suci, tetapi di dalam keinginan untuk memenuhi kepuasan diri. Dan akhirnya kita menggeser tempat Tuhan dan menjadikan kesenangan kita itu berhala-berhala di dalam hidup kita, di mana tanpa sadar kita terlena dan dengan setia menyerahkan setiap kesulitan kita kepadanya. Oleh sebab itu kita tidak memperoleh pertumbuhan sebagaimana yang seharusnya, menurut ukuran yang diberikan Tuhan. Dia memberikan berbagai ujian yang berlainan dengan apa yang kita inginkan, agar kita boleh mencapai suatu kematangan rohani yang Dia tetapkan bagi masing-masing kita. Namun demikian Kitab Suci telah memberikan jalan keluar untuk kita ikuti, melalui tiga contoh kesabaran dan ketekunan dari seorang petani, para nabi, dan Ayub.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar