Ini 10 peristiwa terpenting yang terjadi dalam Perjanjian Lama ~ Ada banyak kisah atau peristiwa terpenting yang terjadi di Perjanjian Lama. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan peristiwa-peristiwa terbesar dan paling berpengaruh yang dicatat di Alkitab Perjanjian Lama, baik dalam hal positif maupun negatif. Peristiwa-peristiwa tersebut mencakup peristiwa dalam sejarah manusia pada umumnya serta peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan. Sebagai informasi, pasal-pasal pertama Alkitab Perjanjian Baru, yakni Kitab Kejadian, mencatat tentang sejarah manusia pada umumnya. Setelah itu, pada pasal-pasal berikutnya dalam Kitab Kejadian hingga seluruh kitab-kitab di Perjanjian Lama, lebih fokus mencatat tentang peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan sejarah bangsa Israel sendiri. Dalam artikel ini akan dibahas 10 peristiwa terpenting yang terjadi di Perjanjian Lama. Peristiwa-peristiwa apa sajakah itu? Berikut pembahasannya. 7. Kerajaan Israel terbelah menjadi dua bagian. Ketika raja Israel, Salomo, jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, maka Tuhan murka kepadanya. Tuhan “mengoyakkan” 10 suku Israel dari pemerintahannya dan memberikannya kepada Yerobeam, yang ketika itu seorang pimpinan di bawah pemerintahan Salomo. Yerobeam akan menjadi raja atas 10 suku Israel, kecuali suku Yehuda dan Benyamin yang tetap di bawah keturunan Salomo.
Jadi Tuhan akan membagi dua kerajaan Israel, yakni kerajaan Israel di utara, yang akan dipimpin oleh Yerobeam, dan kerajaan Yehuda di selatan, di mana terdapat kota Yerusalem, yang akan dipimpin oleh keluarga Daud. Tetapi hal ini baru akan terjadi pada masa pemerintahan anak Salomo, Rehabeam (1 Raja-raja 11). Setelah Salomo mati, jabatannya sebagai raja Israel digantikan oleh Rehabeam, putranya. Rehabeam memerintah orang Israel dengan tangan besi. Akibatnya banyak rakyat yang tidak puas dengan pemerintahannya. Mereka memilih Yerobeam sebagai pemimpin mereka untuk melawan kediktatoran Rehabeam. Akhirnya kerajaan Israel pun pecah menjadi dua, kerajaan Israel di utara (terdiri dari 10 suku) dengan Yerobeam sebagai rajanya, dan kerajaan Yehuda di selatan (terdiri dari dua suku, yakni Yehuda dan Benyamin), dengan Rehabeam sebagai rajanya. (1 Raja-raja 12). Hal ini sesuai dengan apa yang telah Tuhan nyatakan sebelumnya, sebagaimana telah disebut di atas. 8. Israel Utara dibuang ke Asyur. Ternyata Yerobeam kemudian sangat jahat di mata Tuhan. Tuhan berharap Yerobeam tidak mengikuti dosa Salomo, dengan menjauh dari Tuhan dan menyembah dewa baal, tetapi ternyata Yerobeam justru lebih jahat dari Salomo. Yerobeam mendirikan banyak patung berhala dan beribadah kepadanya. Akhirnya Tuhan pun menghukum Yerobeam. Kemudian Tuhan mengangkat raja lain di Israel utara untuk menggantikan Yerobeam, tetapi raja itu pun sangat jahat seperti halnya Yerobeam. Lalu diganti dengan raja-raja yang lain, tetapi semua raja tersebut juga jahat, sehingga rakyat Israel ikut terseret dengan kejahatan mereka yang meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Akhirnya Tuhan pun menghukum bangsa Israel utara. Atas seizinNya, bangsa Asyur menyerbu Israel serta menawan mereka, lalu membawa mereka ke pembuangan di Asyur. Hanya orang-orang yang lemah yang ditinggalkannya tetap di Israel, itu pun hanya sedikit jumlahnya. Raja Asyur kemudian membawa bangsa-bangsa lain menduduki Israel dan kawin-mengawin dengan orang Israel tersebut, itulah yang disebut dengan orang Samaria (2 Raja-raja 17). Orang-orang Israel yang telah dibuang itu tidak kembali lagi ke negerinya. Ketika bangsa Asyur musnah (sekarang tidak ada lagi bangsa Asyur), sebagian bangsa Israel itu juga ikut musnah. Tetapi sebagian lagi pergi mengembara ke negara-negara lainnnya, seperti Irak, Iran, Afghanistan, dan lain sebagainya. Inilah yang sering disebut sebagai suku-suku Israel yang terhilang, yang diyakini ada di beberapa Negara. Namun ada juga dari antara 10 suku Israel tersebut yang menggabungkan diri dengan kerajaan Yehuda.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Write komentar