Custom JavaScript Footer

Friday, January 18, 2019

Ini 10 Peristiwa Penting Dalam Perjanjian Lama - Part 3

Ini 10 peristiwa terpenting yang terjadi dalam Perjanjian Lama ~ Ada banyak kisah atau peristiwa terpenting yang terjadi di Perjanjian Lama. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan peristiwa-peristiwa terbesar dan paling berpengaruh yang dicatat di Alkitab Perjanjian Lama, baik dalam hal positif maupun negatif. Peristiwa-peristiwa tersebut mencakup peristiwa dalam sejarah manusia pada umumnya serta peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan. Sebagai informasi, pasal-pasal pertama Alkitab Perjanjian Baru, yakni Kitab Kejadian, mencatat tentang sejarah manusia pada umumnya. Setelah itu, pada pasal-pasal berikutnya dalam Kitab Kejadian hingga seluruh kitab-kitab di Perjanjian Lama, lebih fokus mencatat tentang peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan sejarah bangsa Israel sendiri. Dalam artikel ini akan dibahas 10 peristiwa terpenting yang terjadi di Perjanjian Lama. Peristiwa-peristiwa apa sajakah itu? Berikut pembahasannya. 5. Bangsa Israel menguasai tanah perjanjian. Tuhan telah berjanji kepada Abraham bahwa keturunan keempatnya akan kembali ke Tanah Perjanjian dengan membawa banyak harta benda, sebab pada saat itu kedurjanaan orang Amori di Tanah Kanaan sudah genap (Kejadian 15). Hal ini menunjukkan bahwa dipunahkannya penduduk Tanah Kanaan, salah satunya bangsa Amori, adalah karena mereka telah mencapai puncak dosanya dan tak mungkin lagi bertobat.

Tuhan memberikan waktu sekitar 400 tahun (sejak zaman Abraham hingga bangsa Israel keluar dari Mesir) kepada bangsa-bangsa Kanaan untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. Tetapi mereka tidak mau bertobat. Ketidakmauan bangsa-bangsa Kanaan untuk bertobat telah diketahui oleh Tuhan 400 tahun sebelumnya (pada zaman Abraham). Ada 10 bangsa penghuni asli Tanah Kanaan atau Tanah Perjanjian (Kej 15:18-21), tetapi yang terutama ada 7 bangsa, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus (Ulangan 7:1; Kisah Para Rasul 13:19). Dua di antaranya paling sering disebut, yakni bangsa Amori dan bangsa Kanaan. Tetapi penyebutan kedua bangsa tersebut (bangsa Amori atau bangsa Kanaan), sering kali mewakili ketujuh bangsa Kanaan, seperti dalam Kejadian 15 di atas. Dalam Ulangan 9:4-5 dikatakan bahwa alasan bangsa Kanaan dimusnahkan ada dua: pertama, karena kefasikan bangsa-bangsa Kanaan itu; kedua, supaya janji kepada Abraham digenapi. Jadi Tuhan tidak memusnahkan bangsa-bangsa Kanaan serta memberikan tanah mereka kepada bangsa Israel secara sewenang-wenang, melainkan karena keberdosaan bangsa-bangsa Kanaan tersebut yang tidak mau bertobat meski telah diberi waktu selama 400 tahun. Bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan di bawah pimpinan Yosua, setelah Musa ditolak Tuhan masuk Tanah Kanaan karena ketidaktaatannya kepadaNya. Mereka masuk ke Tanah Kanaan melalui sungai Yordan dan masuk ke kota Yerikho. Perebutan dan pembagian Tanah Kanaan terjadi pada masa Yosua. Dengan masuknya bangsa Israel ke Tanah Kanaan, maka janjiNya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, bapa-bapa leluhur bangsa Israel, tergenapi. Tetapi mereka tidak memasuki Tanah itu dengan begitu saja, tetapi melalui peperangan dan ketaatan kepada Tuhan. Tuhan berpesan agar pemusnahan bangsa Kanaan tidak terjadi secara serentak, tetapi secara bertahap (Ulangan 7:22). Penaklukan bangsa Kanaan ini secara geografis terjadi pada zaman Yosua (Yosua 21:43), tetapi orang-orang Kanaan, atau bangsa Filistin, masih berkuasa hingga zaman Daud. 6. Daud terpilih menjadi raja Israel dan Tuhan mengikat perjanjian dengannya. Setelah Saul, raja Israel yang pertama, ditolak Tuhan sebagai raja, karena ketidaktaatan Saul kepadaNya, maka Dia mengangkat Daud sebagai raja atas Israel. Daud adalah adalah seorang yang takut akan Tuhan. Sekalipun ia pernah jatuh ke dalam dosa, namun ia sungguh-sungguh bertobat di hadapan Tuhan sehingga Ia mengampuni dan memulihkannya. Tuhan juga mengadakan perjanjian dengan Daud. Tuhan berjanji bahwa jika Daud sudah mati, maka Ia akan mengangkat anak kandungnya sendiri sebagai raja Israel, untuk menggantikan Daud. Dialah yang akan membangun Bait Suci bagiNya. Dan dia akan dikasihi Tuhan. Dan jika ia berdosa di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan menghukumnya, tetapi tidak akan membinasakannya. Dialah raja Salomo, anak kandung Daud dan yang menggantikannya sebagai raja Israel serta membangun Bait Suci yang pertama di Yerusalem. Tuhan juga berjanji bahwa keturuan Daud akan tetap ada di hadapanNya. Keluarga dan tahta Daud akan kokoh selama-lamanya. Artinya, keturunan Daud akan tetap menjadi raja-raja di Israel. Dan puncaknya adalah ketika Mesias, raja di atas segala raja, memerintah di bumi. Mesias atau Tuhan Yesus merupakan keturunan Daud secara manusia (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab). Jadi dalam perjanjian antara Tuhan dengan Daud ini, terdapat janji tentang Mesias, sekalipun tidak secara eksplisit. Sebab Tuhan berjanji bahwa kerajaan Daud akan kokoh selamanya, padahal keturunan Daud sekarang telah berhenti sebagai raja-raja, hanya Mesias yang kelak akan memerintah selamanya (2 Samuel 7). Perjanjian Tuhan dengan Daud menunjukkan kesetiaanNya kepada Daud dan keluarganya, juga kesetiaanNya pada bangsa Israel, sebab Mesias kelak akan datang menolong dan memulihkan mereka. Tetapi perjanjian ini juga sebagai bukti kesetiaan Tuhan kepada seluruh umat manusia ciptaanNya, sebab Mesias datang untuk semua orang, bukan hanya kepada bangsa Israel, untuk menebus dosa mereka dan membawa mereka kepada Allah.

No comments:
Write komentar