Ini 10 peristiwa terpenting yang terjadi dalam Perjanjian Lama ~ Ada banyak kisah atau peristiwa terpenting yang terjadi di Perjanjian Lama. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan peristiwa-peristiwa terbesar dan paling berpengaruh yang dicatat di Alkitab Perjanjian Lama, baik dalam hal positif maupun negatif. Peristiwa-peristiwa tersebut mencakup peristiwa dalam sejarah manusia pada umumnya serta peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah bangsa Israel, umat pilihan Tuhan. Sebagai informasi, pasal-pasal pertama Alkitab Perjanjian Baru, yakni Kitab Kejadian, mencatat tentang sejarah manusia pada umumnya. Setelah itu, pada pasal-pasal berikutnya dalam Kitab Kejadian hingga seluruh kitab-kitab di Perjanjian Lama, lebih fokus mencatat tentang peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan sejarah bangsa Israel sendiri. Dalam artikel ini akan dibahas 10 peristiwa terpenting yang terjadi di Perjanjian Lama. Peristiwa-peristiwa apa sajakah itu? Berikut pembahasannya. 3. Tuhan memanggil Abraham dan mengikat perjanjian dengannya. Setelah peristiwa air bah terjadi, yang menewaskan segala mahluk di bumi, kecuali Nuh sekeluarga, kejahatan manusia di bumi ternyata tidak berkurang, malahan semakin bertambah. Salah satu contohnya adalah kisah menara Babel, di mana manusia bersatu untuk meninggikan diri dengan cara membuat patung yang tingginya mencapai langit, seakan-akan ingin menyamai Allah. Hal ini dipandang Tuhan sebagai suatu kejahatan, sehingga bahasa mereka itu dikacaukannya dan mereka diserakkannya (Kejadian 11).
Kemudian Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian dengannya. Abraham tadinya belum dikenal, bahkan ayahnya, Terah, adalah seorang penyembah berhala. Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya. Ia berjanji akan membuat nama Abraham masyhur, dan oleh Abraham seluruh bangsa di muka bumi akan diberkati. Siapa yang memberkati Abraham akan diberkati Tuhan dan siapa yang mengutuknya akan dikutuk Tuhan. Abraham menaati panggilan Tuhan tersebut. Ia meninggalkan negerinya di Ur-Kasdim dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Ia membawa istrinya, Sara, dan keponakannya, Lot serta segala hartanya dan orang-orangnya. Maka sampailah mereka di Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan, di dekat Sikhem (Kejadian 12). Di Tanah Perjanjian Tuhan menampakkan diri kepada Abraham. Ia berjanji akan memberikan negeri itu kepada keturunannya. Tuhan berjanji akan membuat keturunannya sebanyak bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut (Baca: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Lama). Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa oleh Abraham seluruh bangsa di muka bumi akan diberkati Tuhan, hal ini terutama melalui Yesus Kristus, keturunan Abraham, yang akan menyelamatkan seluruh dunia dari akibat dosa Adam (lihat poin 1 di atas). Kini Tuhan lebih memfokuskan kasihNya kepada sekelompok kecil manusia, yakni keturunan Abraham (umat Israel), dan memberi hukumNya kepada mereka tanpa mengabaikan bangsa-bangsa lain, hingga tiba saatnya Yesus datang ke bumi untuk menyelamatkan seluruh manusia yang berdosa, baik orang Israel, maupun bangsa-bangsa lain di luar Israel. 4. Bangsa Israel dimerdekakan dari Mesir dan dipimpin menuju ke tanah perjanjian. Setelah Abraham meninggal, maka Tuhan mengikat perjanjianNya dengan Ishak, anak Abraham dan Sara. Tuhan juga memilih Yakub, anak Ishak, sebagai saluran kasih karuniaNya. Dan Ia mengkikat perjanjianNya dengan Yakub dan mengganti namanya menjadi Israel. Salah satu anak Yakub, adalah anak kesayangannya, yakni Yusuf. Yusuf diperlakukannya secara istimewa. Karena itu saudara-saudara Yusuf menjadi iri kepada Yusuf lalu menjualnya ke Mesir. Lama kemudian Yusuf menjadi orang kepercayaan Firaun, Raja Mesir. Dan melalui mimpi Firaun, Yusuf mengumpulkan banyak gandum di Mesir, karena akan ada tujuh tahun masa kelimpahan di Mesir dan tujuh tahun lagi akan ada masa paceklik. Ketika masa paceklik itu tiba, maka anak-anak Yakub di Tanah Kanaan (Tanah Perjanjian) pergi ke Mesir untuk membeli gandum. Setelah Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, maka Yakub pun datang ke Mesir, beserta seluruh keluarganya, sebanyak 75 jiwa. Mereka menjadi pendatang di Mesir yang ditempatkan di satu tempat khusus yang terpisah dari bangsa Mesir. Ketika Yusuf mati, dan Firaun yang lain bangkit, yang tidak mengenal Yusuf, maka dia mulai memperlakukan bangsa Israel dengan begitu keras. Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah banyak di Mesir, raja Firaun yang baru membuat kebijakan untuk membasmi orang Israel dengan cara membunuh bayi-bayi mereka. Mereka juga diharuskan kerja paksa di Mesir. Tuhan kemudian memanggil Musa dan memerintahkannya untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub. Setelah sempat menolak, Musa akhirnya pergi menemui teman sebangsanya. Tetapi raja Mesir, Firaun, tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun, kepergian mereka akan menjadi kerugian bagi dia dan bangsa Mesir. Namun Tuhan mendatangkan banyak tulah kepada Firaun dan bangsanya sehingga Firaun melepaskan bangsa Israel dari perbudakannya (Keluaran 6-12). Di padang gurun menuju Tanah Perjanjian bangsa Israel memberontak kepada Tuhan. Sebab ketika Ia mengutus 12 pengintai ke Tanah Perjanjian, 10 orang dari pengintai itu memberi kabar buruk kepada orang Israel, dan sebagian besar orang Israel mempercayainya sehingga mereka menolak pergi ke tanah perjanjian dan ingin kembali ke Mesir. Karena itu Tuhan sangat murka ke bangsa Israel, Ia membunuh semua orang yang tak percaya itu, laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, kecuali Kaleb dan Yosua yang tidak ikut memberontak kepadaNya. Jadi yang akan masuk ke Tanah Perjanjian hanya mereka yang berusia 20 tahun ke bawah serta perempuan dan anak-anak. Namun mereka harus berputar selama 40 tahun di padang gurun sebelum masuk ke tanah perjanjian, sampai semua para pemberontak tersebut mati di padang gurun (Bilangan 13-14). Bahkan Musa sendiri, pemimpin mereka, terpancing dengan tingkah laku orang Israel, yang dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala dan keras hati. Akibatnya Musa pun marah dan memukul gunung batu sebanyak dua kali, sehingga Tuhan murka kepadanya dan kepada Harun serta tidak mengizinkan mereka masuk ke Tanah Perjanjian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Write komentar