Sikap dalam kesesakan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema sikap dalam kesesakan bagi renungan kita ini, diambil dari Keluaran 39:1-14. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. Keluaran 39:1-14. Membuat pakaian imam 39:1 Dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi dibuat merekalah pakaian jabatan yang dipakai apabila diselenggarakan kebaktian di tempat kudus; juga dibuat mereka pakaian-pakaian kudus untuk Harun, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. 39:2 Dibuatnyalah baju efod dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya. 39:3 Mereka menempa emas papan dan dipotong-potongnyalah itu menjadi benang emas, untuk dipakankan pada kain ungu tua, pada kain ungu muda, pada kain kirmizi dan pada lenan halus: buatan seorang ahli. 39:4 Dibuat merekalah tutup bahu pada baju efod itu, yang disambung kepadanya, dikedua ujungnyalah baju efod itu disambung. 39:5 Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu adalah seiras dan sama buatannya dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. 39:6 Dikerjakan merekalah permata krisopras, yakni dililit dengan ikat emas, diukirkan padanya nama para anak Israel, yang diukirkan seperti meterai. 39:7 Ditaruhnyalah itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
39:8 Dibuatnyalah tutup dada, buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya. 39:9 Empat persegi dibuatnya itu; lipat dua dibuat mereka tutup dada itu, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya. 39:10 Ditatah merekalah itu dengan empat jajar permata: permata yaspis merah, krisolit, malakit, itulah jajar yang pertama; 39:11 jajar yang kedua: permata batu darah, lazurit, yaspis hijau; 39:12 jajar yang ketiga: permata ambar, akik, kecubung; 39:13 jajar yang keempat: permata pirus, krisopras dan nefrit. Dililit dengan ikat emas, demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya. 39:14 Sesuai dengan nama para anak Israel, permata itu adalah dua belas banyaknya; dan pada tiap-tiap permata ada diukirkan seperti meterai, nama salah satu suku dari yang dua belas itu. Penulis kitab Amsal, menulis demikian : “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecilah kekuatanmu” Amsal 24:10. Kehidupan tidak akan pernah lepas dari persoalan, semua orang pasti akan mengalami masalah. Ketika seseorang menghadapi persoalan maka membuat seseorang menjadi bimbang, tawar hati dan putus asa. Saat menghadapi masalah, hal yang perlu diperhatikan yaitu memiliki sikap yang benar dan tepat. Dengan sikap yang positif maka kita akan dapat menghadapi persoalan dengan baik. Sikap yang perlu kita ambil yaitu tetap memiliki rasa optimis artinya tetap memiliki semangat serta tidak mudah menyerah dengan keadaan. Ketika kita mengalami persoalan janganlah menjadi pesimis atau tawar hati sebab Firman Tuhan mengatakan jika kita tawar hati saat dalam kesesakan maka kecilah kekuatan kita. Jadi kita harus tetap optimis supaya boleh memiliki kekuatan saat menghadapi persoalan dan tetaplah percaya bahwa bersama Tuhan kita pasti akan mendapatkan pertolongan, jalan keluar dan mendapatkan kemenangan. Kemudian milikilah sikap penyerahan diri kepada Tuhan, berserah bukan berarti kita menyerah namun ini merupakan tanda bahwa kita mengakui kebesaran Tuhan,dan kita percaya kepada kuasaNya yang besar. Hanya Yesus saja satu satunya harapan kita, sehingga saat kita menghadapi jalan buntu maka kita perlu berserah pada Yesus saja sebab Dia adalah Tuhan yang mampu melakukan keajaiban. Waktu kita berserah kepada Tuhan maka Dia akan turun tangan untuk menolong serta membela . Dalam situasi apapun milikilah penyerahan diri, sebab Tuhan tidak akan mengecewakan saat kita berserah kepadaNya. Lalu milikilah sikap yang tenang, dan tidak panik serta tetap fokus kepada Tuhan, Karena ketika kita panik akan sulit untuk melihat kuasa Tuhan. Oleh karenanya jangan terpengaruh dengan situasi yang terjadi agar kita tetap tenang, seperti halnya saat Petrus berjalan diatas Air ketika dia melihat sekelilingnya maka Petrus menjadi bimbang, sehingga akhirnya tenggelam namun ketika dia fokus kepada Tuhan maka Petrus tidak tenggelam lagi. Pencobaan atau masalah yang kita alami hanyalah persoalan biasa yang tidak akan pernah melebihi kekuatan kita. Maka itu kita harus tetap kuat di dalam Tuhan. Masalah apapun yang kita alami jangan takut tetaplah tenang bersama Tuhan sebab Ia akan selalu beserta dengan kita untuk memberikan pertolongan serta kemenangan bagi kita.
No comments:
Write komentar