Custom JavaScript Footer

Wednesday, January 23, 2019

Tuhan Menyediakan Benih Bagi Penabur Part 4

Tuhan menyediakan benih bagi penabur ~ Yang tipe kedua sekarang adalah tanah semak duri, nah ini dimana ketika seseorang mau menerima firman Tuhan tetapi masih ada khawatir, orang ini percaya tapi setengah-setengah, percaya nya kalo lagi abis gereja atau abis doa malem, paginya ato besoknya udah khawatir lagi, disinilah letak dimana ketika benih nya tumbuh, ada semak duri yang menusuk dengan merusak iman orang itu, dan diakhir , ga akan numbuh benih nya karna dihimpit jadinya ga ada buah atau hasil yang didapatkan. Kalau kita seperti ini terus, apa bedanya kita dengan petrus yang pada awalnya iman petrus sangat kuat dan bisa berjalan di atas air, tetapi ketika ada gelombang yang terus berdatangan dan semakin besar, dia baru sadar bahwa dia sedang didalam masalah berjalan diatas air yang bergelombang, meskipun imannya kuat di awal tetapi ketika berhadapan dengan masalah, dia goyah dan tenggelam. itu sama saja benih kita tidak akan bisa bertumbuh apa lagi berbuah, berikut ceritanya di firman Tuhan bagi yang belum punya alkitab bisa dilihat cerita nya dibawah ini. Matius 14:25-31 “(25)Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. (26)Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. (27)Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (28)Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” (29) Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. (30)Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” (31)Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Jadi ketika iman kita udah kuat sehabis doa atau gereja, pegang itu terus untuk menjalani kenyataan hidup kita. Ingat juga, berdoa dan berbuat karena Yesus berkata iman tanpa perbuatan hakekatnya mati, ini ayatnya. Yakobus 2:17 “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”. Tetap beriman dan berusaha sepenuhnya seperti kita berusaha melakukan sesuatu kepada Tuhan. Karna percaya Dia tidak mungkin memberikan masalah melebihi kekuatan kita, sama sekali tidak mungkin, karena Tuhan kita tidak pernah memalukan orang-orang yang percaya kepadaNya. Di tipe yang terakhir terdapat tanah yang baik, dimana orang-orang ini mau menerima firman Tuhan dengan peka atau apapun yang berasal dari Tuhan di baper-baperin sampai setitik apapun bisikan Tuhan mau dari sharing orang asing, atau darimanapun, kita bisa peka dengan merasakan ‘Oh ini Tuhan mengingatkan aku, terima kasih Tuhan’. Orang-orang inilah yang benih nya bisa bertumbuh dengan akar-akar yang kuat, tapi ingat kita harus tetap berada dibelakang salib Tuhan Yesus, agar kita tidak mencuri kemuliaanNya. Ga sedikit orang yang sudah dipakai Tuhan dalam pelayanan malah lupa dengan siapa diri orang tersebut sebenarnya, kita ini bukan siapa-siapa, kita hanya orang-orang yang dipakai Tuhan sebagai sarana penyalur kepada orang-orang yang tidak percaya, tanpa Dia kita ini bukan apa-apa. Karna semakin benih kita tumbuh tinggi, semakin juga angin menerpa oleh karena itu balik lagi ke diri kita, apakah kita punya fondasi iman yang kuat apa tidak. Dan jangan juga kita menghakimi orang-orang di gereja, sebagai contoh ketika penyembahan , berapa banyak orang yang ketika penyembahan malah diem atau malu atau pura-pura cabut bulu idung, tapi sekali lagi kita ga bs judge mereka, bisa saja mereka hanya bisa penyembahan hanya dihadapan Yesus di kamarnya sendiri, kita tidak pernah tahu. Begitu juga sebaliknya, ada yang penyembahan sampai ‘ulala ulala ulala..’ bahasa film minion, sampe setan aja bingung kita ngomong apa , tapi orang itu hanya melakukan itu didepan orang lain tapi hubungan pribadi dengan Yesus ga ada. Jadi kita tidak bole menghakimi orang hanya dari parasnya saja seperti quote yang selalu saya pegan ‘don’t judge a book by it cover’. Mari kita lihat ayat kita yang terakhir ini. Lukas 5:27-28 “(27)Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” (28)Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.” Dari certia sederhana yang terakhir sudah sangat jelas, Yesus datang kedunia untuk orang-orang berdosa seperti cerita ini, Lewi merupakan pemungut cukai yang pada zaman nya pemungut cukai itu adalah pengambil pajak dizaman sekarang tetapi pada saat dulu pemungut cukai meminta upah mereka dengan kasar dan kejam sehingga dianggap jahat pada jaman itu. Lewi merupakan salah satu pemungut cukai yang dibenci oleh orang-orang pada saat itu dan dianggap berdosa, tetapi Yesus tidak melihat cover dia, melainkan Yesus melihat isi hatinya yang sebenarnya tidak mau menjadi pemungut cukai seperti yang lain nya, sehingga Yesus mengetahuinya dan mengajak dia untuk mengikut Yesus. Temen-temen memang benar apa yang kita tabur itu pasti itu juga yang kita tuai tetapi jangan jadikan system tabur tuai dengan MENGHARAPKAN IMBALAN yang SETIMPAL dalam diri kita, sebab itu sama saja seperti hukum karma yang temen-temen tau sekarang. Tidak ada karma didalam Yesus, yang ada hanya kasih Dia kepada setiap manusia yang percaya kepadaNya. Jika kita menggunakan system tabur tuai dengan MENGHARAPKAN IMBALAN itu sama saja engkau melakukan BISNIS dengan Tuhan (seperti sharing saya sebelum2nya) , sebagai contoh ketika kita sudah rajin gereja, persembahan, melakukan segala yang baik, kita harus mendapatkan berkat yang setimpal dengan pengorbanan kita KAPANPUN kita mau, kan udah dilakuin firmanNya. Apa itu benar? Itu sangat salah, itu sama saja engkau meminta imbalan kepada Tuhan atas apa yang sudah engkau lakukan kepadaNya. Dan ketika melihat teman kita yang covernya jarang gereja lebih di berkati, yang ada kita cemburu dan iri atau bahkan meninggalkan Tuhan. Itu yang salah, pada intinya Tuhan juga tahu kok hati kita ketika datang kepadaNya, bisa di mengerti ya temen-temen. Jangan juga berkata ‘liatin aja tu orang, karma does exist kok, tenang aja.’ , pasti kalian anak-anak muda pernah mkir gini ? pasti la, tapi jangan kita berpikiran begitu lagi. Sebab jika kita mikir gitu, artinya dalam diri kita ada dendam dong ke orang itu…. Yesus aja berkata , kalo kita ditampar pipi kanan, kasih pipi kiri. Itu perumpamaan yang sangat bagus untuk kita orang percaya agar mau mengampuni orang sebelum orang itu meminta ampun kepada kita. Matius 5:39 “(39)Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

No comments:
Write komentar