Custom JavaScript Footer

Friday, January 18, 2019

Visi Pemulihan Secara Total Dalam Tuhan Yesus

Visi Pemulihan Secara Total Dalam Tuhan Yesus ~ Landasan firman Tuhan untuk tema visi pemulihan secara todal dalam Tuhan Yesus, diambil dari 2 Korintus 5:17. Demikianlah firman Tuhan : “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Berbicara tentang kesembuhan jiwa dan pembaruan total, kita tidak bisa melewatkan tokoh Alkitab yang satu ini. Tak lain dan tak bukan, ia adalah Saulus yang diubahkan Tuhan menjadi Paulus. Dulunya, ia adalah pembunuh para pengikut Yesus. Namun, ketika ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan mengalami mujizat kesembuhan batin, hidupnya pun diubahkan secara total oleh Tuhan. Jiwanya yang dahulu penuh dengan kepahitan dan kebencian, kini dipenuhi dengan kasih dari Bapa sorgawi. Sehingga sampai akhir hidupnya, ia justru memberikan hidupnya bagi pekerjaan Kerajaan Allah. Ia menjadi pemberita Injil, membawa banyak jiwa pada Tuhan, dan mengadakan mujizat di mana-mana. Ketika kita mengalami lahir baru dan hidup dalam Kristus, maka Dia akan mengadakan pembaruan total dalam hidup kita. Tidak hanya dalam segi aspek rohani saja, tetapi juga dalam keluarga kita, kesehatan, pekerjaan, dan segala aspek hidup kita yang lainnya. Sehingga kita sungguh-sungguh menjadi ciptaan-Nya yang baru, dan akhirnya melalui kesaksian hidup kita, banyak orang dapat terberkati, bahkan menjadi percaya pada Tuhan setelah melihat karya-Nya yang ajaib dalam hidup kita.

Untuk dapat mengalami pembaruan total dalam hidup kita, pertama-tama yang harus disembuhkan adalah batin kita terlebih dahulu. Ketika yang di ‘dalam’ sudah mengalami pemulihan, maka yang dari dalam itu akan memancar keluar. Sehingga kemudian aspek-aspek lain dalam hidup kita pun secara otomatis akan ikut dipulihkan. Itu sebabnya, Tuhan mau memulihkan batin kita terlebih dahulu sebelum Dia memulihkan kehidupan kita secara total. Mari kita tanggapi rhema firman Tuhan bulan ini dengan sungguh-sungguh, dan bukalah hati lebar-lebar, agar hidup kita benar-benar diubahkan. Supaya melalui hidup kita, banyak orang boleh mengenal Yesus dan diselamatkan. Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus. Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi. Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan. Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita. Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan. Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa. Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu.

No comments:
Write komentar