Waktu Tuhan bagi kita pasti akan datang ~ Firman Tuhan dalam Markus 5 : 25-34 bercerita tentang seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah pergi ketabib dan lain-lain sehingga menghabiskan semua miliknya, namun hal itu tidak membuatnya mengalami pemulihan. Dari kisah ini saya menjadi teringat akan kisah dari kak Andhika Hartawan, seorang pemuda Kristen yang pernah mengalami kanker getah bening stadium empat. Dari kisah kak Andhika ini mengajarkan kita bahwa kuasa Tuhan itu nyata, dengan iman kita bisa melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita. Seorang yang sudah hampir dipinggir maut, Tuhan Yesus selamatkan. Dan waktu Tuhan itu tidak akan pernah terlambat dalam menolong setiap hidup kita. Mungkin saat ini kita berada dalam situasi yang kurang baik, kita memiliki penyakit kronis dan lain sebagainya, tetapi percaya Tuhan ada bersama kita untuk selalu menolong kita. Demikian yang kita alami saat ini, ditengah-tengah pademi covid-19 ini kita berjuang untuk bisa menghidupi diri kita dan juga banyak dari kita mungkin yang bekerja tetapi di PHK atau dirumahkan, sementara pengeluaran terus berjalan tetapi pendapatan berkurang bahkan tidak ada sama sekali.
Akibatnya kita terpaksa memakai tabungan kita untuk membiayai hidup kita sampai pademi ini berakhir yang belum kita ketahui kapan berakhirnya. Tetapi jangan takut dan jangan khawatir, sebab apa ? sebab Tuhan Yesus akan menyertai kita, Tuhna Yesus akan pelihara kita, Tuhan Yesus akan selalu menguatkan kita. Pada hari minggu yang lalu Tuhan mengingatkan janji-Nya kepada kita, ada sebuah pelangi terlihat jelas di Indonesia. Pelangi saat zaman nabi Nuh adalah sebuah tanda perjanjian yang Tuhan buat kepada nabi Nuh dan keluarganya bahwa Tuhan akan menyertainya. Demikianlah saat ini, Tuhan menunjukkan janji-Nya untuk kita. Tuhan mau berkata kepada kita jangan takut dan jangan khawatir, sebag Tuhan Yesus akan menyertai kita. Dalam Markus 5 : 33 berkata, “ Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya. Tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.” Demikian yang Tuhan mau dalam hidup kita, kita tetap percaya kepada-Nya dan merendahkan diri kita dihadapan Tuhan dan selalu bersyukur untuk waktu Tuhan yang telah tiba bagi kehidupan kita. Dalam Lukas 17 : 11-19 berkata bahwa ada sepuluh orang sakit kusta dan menghampiri Tuhan Yesus untuk meminta pemulihan, setelah mereka dipulihkan Tuhan Sembilan orang dari kesepeluh orang itu pergi dan lupa berterima kasih kepada Tuhan, namun hanya ada satu orang yang berbalik kembali kepada Tuhan dan orang itu adalah seorang Samaria. Dalam ayat ini Tuhan Yesus mau mengajarkan kita untuk jangan melupakan semua kebaikan Tuhan dalam hidup kita, meskipun banyak orang-orang yang datang kepada Tuhan hanya saat keadaannya buruk, tetapi melupakan Tuhan setelah semuanya membaik dan menjawab doa kita. Dan satu hal yang Tuhan mau kita mengerti bahwa Tuhan akan selalu ada untuk kita baik dalam suka maupun duka, meskipun kita sering melupakan-Nya, namun Tuhan tak pernah meninggalkan kita sendiri, Tuhan menunggu kita untuk berbalik kepada-Nya dan mendekat kepada-Nya, Tuhan tidak pernah sembunyi dan sulit untuk kita temukan, tetapi Tuhan menunggu kita untuk dapat menemukan-Nya. Disaat pademi Covid-19 ini marilah kita gunakan waktu ini dengan bijak. Kita bangun mezbah doa kita dan juga semakin dekatkan diri dengan Tuhan, ikuti anjuran pemerintah untuk selalu menjaga diri dari keramaian supaya rantai virus Covid-19 ini bisa segera terputus, dan jangan menjadi seorang yang tegar tengkuk, jangan menjadi seorang yang egois, saya tahu anda lelah dengan semua ini, anda lelah untuk tetap stay at home dan mengikuti anjuran pemerintah. Saya pun demikian, saya terkadang juga merasa lelah dan ingin segera semuanya ini pulih. Namun ketika hal itu terjadi Roh Kudus berkata dalam hati saya jangan mengeluh dan tetap sabar, karena Tuhan mau membentuk saya dan anda menjadi pribadi yang sabar melalui pademi ini. Yang perlu kita lakukan adalah serahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan Yesus.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar