Yesus pengantara yang lebih mulia ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Yesus pengantara yang lebih mulia, diambil dari surat rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius. Demikianlah firman Tuhan : “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” – 1 Timotius 2:5. Semenjak manusia memberontak dan jatuh ke dalam dosa, manusia bukan lagi menjadi sekutu Allah, melainkan telah menjadi seteru Allah. Hubungan yang tadi begitu harmonis menjadi hubungan yang hancur. Rasanya mustahil dan nihil jika manusia hidup tanpa pertolongan Allah. Benang relasi yang sudah terputus itu perlu disambung kembali agar manusia tidak mengalami kebinasaan kekal. Maka Allah berinisiatif secara langsung turun menjumpai manusia melalui Pengantara. Dalam 1 Timotius 2:5 mengatakan bahwa Yesus adalah Pengantara kita. Sebagai seorang Mediator yang mulia, Yesus telah melakukan tiga hal:
1. Yesus menjadi jalan yang memberi jaminan bagi setiap orang yang percaya – Ibrani 7:22. Penulis surat Ibrani terkait dengan jaminan di dalam Yesus, menulis demikian : “demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat” – Ibrani 7:22. Dalam usaha membangun kembali hubungan antara manusia berdosa dengan Allah, Kristus sendiri memberikan diri-Nya sebagai jaminan, karenya hal ini merupakan sebuah kepastian. 2. Yesus menyerahkan dirinya sebagai korban tebusan bagi setiap orang yang percaya – Ibrani 12:24. Penulis surat Ibrani terkait dengan pengorbanan Yesus bagi setiap orang yang percaya, menulis demikian : “dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel” – Ibrani 12:24. Percikan darah Kristus yang mengalir di atas kayu salib adalah sangat berarti dan berharga bagi hidup kita dan bukan sebuah pengorbanan yang sia-sia. 3. Yesus menjadi Penebus bagi setiap orang yang percaya – Ibrani 9:15. Penulis kitab Imamat memapar secara lengkap dan akurat tentang korban penebus salah. Binatang yang dikorbankan dalam Imamat 5:15-16 adalah sebagai korban penebus salah, hanya bersifat sementara dan bayang-bayang. Sedangkan Yesus adalah korban yang bersifat kekal dan telah menjadi korban yang sempurna demi menebus kita dari setiap dosa kita. Penulis surat Ibrani terkait Yesus sebagai Penebus menulis demikian : “Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama” – Ibrani 9:15. Yesus Kristus adalah Pengantara yang Mahahadir, Mahatahu, dan Mahakuasa. Ia adalah manusia 100%, namun tidak pernah ada dosa. Ia pernah mengalami penderitaan yang hebat namun itu tidak membuat-Nya berdosa. Ia adalah Penebus yang suci. Ia pernah merasakan lapar, haus, dan lelah. Ia juga pernah dipukul dan disakiti namun di dalam semua itu Ia tidak pernah berdosa. Semua itu Ia lalui demi kita manusia yang berdosa. Perbuatan besar yang Kristus kerjakan bagi kehidupan kita, seharusnya menyadarkan kita bahwa hidup dalam kasih karunia adalah hidup yang bergantung total pada Dia. Amin.
No comments:
Write komentar