Custom JavaScript Footer

Monday, October 25, 2021

Benarkah Uang Itu Jahat Bagi Kita Part 2

Benarkah uang itu jahat bagi kita? ~ Dalam Alkitab, keberadaan uang juga dapat dipakai untuk dua kepentingan. Uang dapat dipakai untuk hal-hal baik, termasuk dalam mendukung pelayanan Yesus (Lukas 8 : 3). Sebaliknya, uang juga dapat menjadi sumber ketamakan dan menjerumuskan manusia dalam dosa seperti kisah Ananias dan Safira (Kis 5:1-11). Alkitab juga menekankan pada bahaya dan kelemahan yang sering menghinggapi manusia jika sudah berhubungan dengan uang. Dalam 1 Timotius 6:10, sikap cinta uang disebut sebagai akar segala kejahatan. Yesus sendiri berfirman bahwa uang adalah satu hal yang mudah membuat seseorang menjadi tidak setia ( Matius 6 : 24 ). Cara pengelolaan keuangan dalam Alkitab juga banyak mencatat dan menekankan tentang memberi kepada kehidupan yang kekurangan dan butuh pertolongan. Seorang hamba Tuhan yang saya kenal dengan baik dan yang sangat baik terhadap saya, juga selalu mengelola keuangannya bagi mereka yang berkekurangan. Ada keuangan tertentu yang sudah hamba Tuhan ini khususkan untuk kehidupan-kehidupan yang kekurangan.

Memang ini salah satu cara pengelolaan keuangan yang sangat baik dan yang tentu pasti menyenangkan hati Tuhan. Sebab Tuhan sendiri juga merupakan Pribadi yang selalu memperhatikan mereka yang kekurangan. Tuhan tidak hanya memperhatikan kehidupan rohani saja, buktinya Ia juga melakukan mujizat seperti memberi makan 5000 dan 4000 orang pria. Lebih dari itu, Ia juga menyatakan pembelaanNya terhadap mereka yang miskin dan tertindas: “Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kau dengarkan ya Tuhan; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telingaMu.“ (Mazmur 10:17). Bahkan Ulangan 15:11 dengan jelas menyatakan agar kita membuka tangan lebar-lebar kepada mereka yang miskin dan tertindas. Tetapi hukum ini tidak bisa dilakukan orang seorang pemuda kaya dalam Injil Markus 10:17-27, pemuda kaya ini tidak bisa memakai hartanya untuk memberkati sesamanya yang kekurangan. Dan hal itu sangatlah disayangkan sebab Yesus yang mengajarkan bahwa kekayaan itu hendaknya dipakai untuk melayani Tuhan dan sesama karena kekayaan merupakan sarana untuk memperhatikan sesama, namun pemuda kaya itu tidak sanggup memakai kekayaannya untuk hal yang demikian; dan hal inilah yang menjadi penyebab kegagalannya untuk setia mengikuti Yesus. Padahal saudara, kalaupun ia memakai hartanya untuk memperhatikan orang miskin, ia tidak akan rugi, sebab apa saudara? Sebab resep menjadi kaya ala Alkitab sungguh unik. Amsal 11 : 24 berkata “Ada yang menyebar harta tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.“ Tuhan tidak menyukai orang kikir, tetapi Ia memberkati orang-orang yang murah hati dan berbelas kasihan kepada mereka yang malang dan perlu bantuan. Berkat Tuhan bukan untuk kita nikmati sendiri, tapi muliakan Dia dengan berkat itu. Bahkan Amsal 19 : 17 mengatakan bahwa menolong orang miskin sama seperti memiutangi Tuhan. Itu sebabnnya, jangan kita seperti orang muda yang kaya ini takut rugi karena menolong orang lemah, tidak! Sebab Tuhan sendirilah yang akan membalasnya, justru saat kita memberi kepada orang lain, saat itu kita bagaikan sedang memiutangi Tuhan. Tapi saudar, bagi kehidupan yang masih kekurangan, Tuhan juga tidak ingin kita memiliki mental miskin, artinya jangan kita menjadikan kemiskinan kita sebagai alat untuk dibelaskasihani, untuk mengeluh, untuk mendapatkan perhatian orang lain, namun sebaliknya apapun keadaan kita saat ini, biarlah kita tetap memiliki mental kaya yang artinya kita mau berusaha menurut kemampuan kita tanpa membebani orang lain. Dan lebih dari itu milikilah selalu pengharapan bukan kepada kekayaan dan harta benda, namun pengharapan kepada Tuhan bahwa Ia akan memberi apa yang menjadi bagian kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya, amen? Bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19). Itu sebabnya kita tidak akan kuatir lagi, sebab selama di dunia, Yesus juga lebih banyak melakukan pelayanan dan berbicara kepada mereka yang termasuk dalam kelompok rakyat miskin. Dan salah satu pengajaranNya tentang kemakmuran dan kekayaan adalah soal kekhawatiran. Matius 6 : 25-34 menyatakan janji dari Tuhan bahwa bagi kita yang percaya, tidak perlu ada kekhawatiran akan kebutuhan kita, sebab semuanya telah disediakan oleh Allah seperti Ia memelihara burung di udara dan rumput di padang, demikianlah Ia memelihara kita, amen? Sungguh Dia Tuhan yang sangat baik, tidak hanya rohani yang Ia perhatikan, tapi kehidupan jasmani juga Ia perhatikan.

No comments:
Write komentar