Custom JavaScript Footer

Showing posts with label Yesus. Show all posts
Showing posts with label Yesus. Show all posts

Saturday, May 21, 2022

Dalam Anugerah Tuhan Kita Dipanggil Untuk Melayani Dia

Dalam anugerah Tuhan kita dipanggil untuk melayani Dia ~ Landasan firman Tuhan untuk tema dalam anugerah Tuhan kita dipanggil untuk melayani Dia diambil dari surat rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius, yaitu dalam 2 Timotius 1:3-12. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan itu saya lampirkan di bawah ini. 1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Ketika Jhon Wesley berumur lima tahun rumah keluarganya terbakar. Semua anggota keluarga wesley selamat dari musibah tersebut, termasuk jhon Wesley. Namun Jhon Wesley hampir saja tidak terselamatkan, saat itu ia sedang berada di kamar atas. Ia diselamatkan orangtuanya di menit-menit terakhir ketika rumahnya roboh akibat kobaran api. Dikemudian hari, Wesley melihat peristiwa itu sebagai sebuah tanda bahwa Tuhan mempunyai rencana yang besar didalam hidupnya yaitu melayani Tuhan secara penuh waktu. Kita di panggil menjadi percaya kepada Kristus dan menjadi mitra-Nya dalam pelayanan bukan karena Dia melihat kita baik dan berkualitas dari segala sisi kehidupan kita. Melainkan karena belas kasihan Tuhan. Dalam Roma 11:29, Paulus berkata: “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.” Artinya apa? Allah begitu mengasihi kita (Yohanes 3:16) dan Dia tidak pernah menyesal dengan segala keputusanNya. Lalu bagaimanakah sikap dan tindakan yang benar dalam menerima panggilan Tuhan? Berdasarkan 2 Timotius 1:3-12 sedikitnya ada tiga hal penting yang mesti kita perhatikan. Satu, mengikuti dan melayani Tuhan semestinya dengan hati nurani yang murni (3). Paulus sosok hamba Tuhan yang memiliki hati nurai yang murni di dalam melayani Tuhan. Dia melayani denga kejujuran, kesungguhan hati. Tidak ada motivasi terselubung di dalam pelayanannya selain hanya untuk menyenangkan tuannya Yesus Kristus. Kemurnian hati seseorang dalam pelayanan akan terlihat dan itu di uji oleh waktu dan tantangan yang dihadapinya. Dua, terimalah panggilan dengan iman yang tulus ikhlas (5). Di dalam buku “Teologi Dasar 2” tulisan Dr.Charles C.Ryrie. iman ialah keyakinan menganggap sesuatu atau seseorang itu benar. Iman kekeristenan adalah menganggap Yesus adalah pribadi yang benar dan satu-satunya yang sanggup menyelamatkan manusia berdosa. Dalam kontek pelayanan, kehidupan dan pelayanan kita ada dalam kendali Tuhan. Itulah iman yang tulus. Tiga, panggilan Tuhan sifatnya kudus maka kehidupan si penerima panggilan mesti kudus (9). Panggilan Allah kepada kita bukanlah main-main. Karena yang memanggil kita bukan manusia tetapi Allah, Raja segala raja. Dia adalah pribadi yang kudus. Oleh karena itu kehidupan kitapun harus mencerminkan kekudusan-Nya. Melayani Allah adalah kesempatan yang paling berharga didalam kehidupan ini karena itu jagalah pelayanan kita agar tidak menjadi batu sandungan.

Saturday, April 30, 2022

Hanya Tuhan Yesus Yang Sanggup Mengatasi Masalah Rohani Kita

Hanya Yesus yang sanggup mengatasi masalah rohani kita ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hanya Yesus yang sanggup mengatasi masalah rohani kita, diambil dari Injil Lukas. Demikian firman Tuhan : “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia” – Lukas 24:16 HIDUP ADALAH KESEMPATAN. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka. Dalam bahasa aslinya, ayat diatas diterjemahkan mata mereka tertahan dari mengenal Dia. Artinya, mereka terhalang untuk mengenali Yesus. Tetapi disaat makan, orang asing ini melakukan tindakan yang membuat mereka tersentak. Ia memecahkan roti. Detik itu juga mata rohani mereka terbuka. Yang duduk bersama mereka adalah Yesus yang sudah bangkit. Nah kalau begitu, rupanya yang tadi berjalan bersama mereka dan sekarang duduk dimeja makan adalah Yesus sendiri. Anehnya, begitu mereka mengenali Yesus, Dia langsung raib. UNTUK MENGENAL YESUS, MATA ROHANI KITA HARUS CELIK. Mata rohani beda dengan mata jasmani. Mata jasmani sering menipu kita. Kelihatannya menggiurkan, padahal racun. Nampaknya jalannya mulus, padahal penuh jebakan. Sekilas menjanjikan kebahagiaan, padahal menyengsarakan. Untuk bisa mengenali Yesus yang sudah bangkit, maka kuncinya, mata rohani setiap orang harus dicelikkan. Jika mata rohani kita buta, jangan harap bisa mengenali Yesus yang bangkit. Alih alih mengenali Yesus yang bangkit, mengenali Yesus yang belum mati saja sulit !
INGAT KISAH DUA BELAS PENGINTAI?. Dalam Perjanjian Lama, tatkala kedua belas orang pengintai itu diutus untuk menyelidiki keadaan kota Kanaan, apa yang terjadi? Kesepuluh orang pulang dengan bersungut sungut, mereka katakan kita mustahil bisa merebut Kanaan. Disitu tembok kotanya tinggi tinggi, penghuninya manusia raksasa dan sebagainya. Beda halnya dengan Yosua dan Kaleb, mereka pulang dengan wajah berseri seri. Dengan penuh optimisme, keyakinan diri, mereka katakan Kita pasti menang Apakah kedua belas orang itu matanya buta sehingga melihat keadaan yang berbeda? T I D A K ! Mereka semuanya sehat matanya, bisa melihat dengan jelas. Tetapi yang membedakan adalah yang sepuluh orang mata rohaninya buta. Sedangkan yang dua orang, Kaleb dan Yosua, tidak buta ! APA BEDANYA MATA ROHANI YANG CELIK DENGAN YANG BUTA? Mata rohani yang buta tidak bisa melihat kondisi yang sebenarnya. Mata rohani yang buta, hanya mengandalkan mata jasmani. Yang muncul adalah ketakutan dan tidak nampak harapan. Mata rohani yang buta membuat Kesempatan menjadi kesia siaan Bedanya dengan mata rohani yang celik, sebaliknya. Mata rohani yang terbuka akan membuat Hidup yang sia sia menjadi kesempatan. Kesulitan memang didepan mata. Rintangan kelihatan jelas menghalangi. Tembok kesusahan kokoh berdiri. Tetapi mata rohani yang sudah dicelikkan, akan melihat ada Tuhan yang menyertainya. JANGAN JADI SEPERTI PARA MURID PADA WAKTU ITU. Mereka begitu terbuai dengan pengharapan mereka sendiri. Akibatnya tatkala apa yang mereka harapkan tidak terwujud, mereka kecewa berat. Seakan akan apa yang mereka lakukan selama mengikuti Yesus sia sia. Contoh yang paling jelas ada pada diri Petrus. Petrus merasa lebih baik kembali ke hidupnya dimasa lalu, menjadi nelayan kembali. YESUS SANGAT MENGASIHI PETRUS, JUGA ANDA. Cita cita Petrus yang ingin kembali kepada hidupnya yang lama tidak kesampaian. Yesus menangkapnya kembali untuk menjadi Penjala manusia. Saat itu, Yesus sudah berdiri dihadapan Petrus dan teman temannya. Tetapi mereka tidak mengenali Yesus. Petrus yang sudah kembali kepada hidupnya yang lama, setelah melihat Yesus yang bangkit, akhirnya berubah pikiran, kini kembali mengikut Yesus, Tuhan yang tidak pernah bosan mengasihinya. Petrus menyerah saat menyaksikan cinta Yesus yang teramat hebat kepadanya. KONDISI ANDA KINI SEPERTI PETRUS? Berada dalam kebimbangan. Hampir kehilangan harapan. Maju kena, mundur kena. Anda ingin kembali ke cara hidup anda yang lama? Anda merasa sia sia mengikuti Yesus ? Pertanyaan yang harus anda jawab dengan jujur, Apakah saat ini mata rohani anda berfungsi dengan baik ? Jika anda merasa ada masalah, datanglah kepada Yesus, mohon kepadaNya untuk mencelikkan mata rohani anda. Hanya orang orang yang mata rohaninya celik, bisa melihat bahwa masih ada kesempatan didalam Yesus. Para murid termasuk Petrus, akhirnya mendapat kesempatan setelah mata mereka celik. Petrus dan para murid mengalaminya, mengapa anda tidak ?

Thursday, March 17, 2022

Kristus Mengasihi Kita Agar Kita Juga Mengasihi Sesama

Kristus mengasihi kita agar kita juga mengasihi sesama ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Kristus mengasihi kita agar kita juga mengasihi sesama, diambil dari surat rasul Paulus kepada orang-orang percaya, orang-orang kudus, jemaat Tuhan Yesus yang ada di kota Efesus, yaitu dalam Efesus 5:2. Demikianlah firman Tuhan : ”dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah”. Rasul Paulus dalam pimpinan Roh Kudus menuliskan surat ini dan mengirimkannya kepada jemaat di Efesus. Rasul Paulus memberi motivasi dan juga memberi nasihat rohani kepada mereka supaya kasih itu menjadi cara hidup mereka. Mengapa demikian? Jawaban dan alasannya ialah karena Tuhan Yesus Kristus telah mengasihi mereka yang dibuktikan dengan mengorbankan, memberikan dan menyerahkan diri-Nya mati di atas kayu salib. Tentunya hal tersebut tidak hanya ditujukan kepada jemaat di Efesus saja, namun firman Tuhan itu juga buat kita sampai dengan hari ini. Allah sudah memberikan teladan kepada kita dengan pengorbanan Yesus, Anak yang dikasihi-Nya sebagai perdamaian di antara kita dengan Allah dan mengangkat kita menjadi anak-anak Allah. Yesus sudah menjadi persembahan yang harum bagi Allah, demikian juga kita sekarang. Itulah manifestasi kasih yang sempurna. Dan Allah menghendaki kita untuk memanifestasikan kasih dalam hidup kita melalui wujud perbuatan iman atau buah Roh. Kita seharusnya menghasilkan buah Roh. Kehidupan kekristenan tak dapat dipisahkan dari kasih, artinya setiap orang yang percaya kepada Kristus harus memiliki kasih dalam hidupnya.
Kasih seperti apa? Bukan kasih yang hanya digembar-gemborkan di atas mimbar atau ditulis dalam slogan dengan huruf besar dan tinta berwarna supaya menarik banyak orang, tetapi kasih yang diwujudkan dalam tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa? “… sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Kor. 4:7-8). OLEH KARENA ITU, SETIAP ORANG KRISTEN DIPERINTAHKAN UNTUK HIDUP DI DALAM KASIH. JADI, MENGASIHI DENGAN KASIH KRISTUS ADALAH GAYA HIDUP ORANG KRISTEN. TUHAN YESUS BERKATA, “DENGAN DEMIKIAN SEMUA ORANG AKAN TAHU, BAHWA KAMU ADALAH MURID-MURID-KU, YAITU JIKALAU KAMU SALING MENGASIHI” (YOH. 13:35). Identitas orang percaya bukan hanya terlihat dari pengakuannya saja di muka umum bahwa dia adalah orang Kristen, melainkan juga dengan mendemonstrasikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Orang percaya harus hidup saling mengasihi dengan kasih Kristus. Hidup dalam kasih berarti harus membuang semua sifat “manusia lama” kita yang cenderung egois, mementingkan diri sendiri dan tidak punya kepedulian terhadap orang lain. Bukan hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga mampu mengasihi orang yang telah menyakiti dan membenci kita. Bila kita tetap memperlihatkan kasih kita kepada Kristus dengan menanggalkan manusia lama yang cenderung egois dan mementingkan diri sendiri, maka kita sedang mengalahkan dunia dengan segala kemewahan dan kegemerlapannya yang sewaktu-waktu bisa memperdaya kita dengan kesombongan dan keangkuhan. Yang terutama dari itu, kita seharusnya mau belajar meneladani kasih Yesus. DALAM KASIH-NYA, YESUS MEMBERIKAN TELADAN YANG LUAR BIASA. DI MANA KASIH YESUS ADALAH KASIH YANG TIDAK MEMANDANG MUKA, TIDAK MEMANDANG WAKTU, TANPA PAMRIH DAN TANPA SYARAT (BEBERAPA RENUNGAN BERIKUTNYA AKAN MEMBAHAS TENTANG KASIH YESUS INI, YAKNI TANPA PANDANG MUKA, HINGGA TANPA SYARAT). Itulah mengasihi yang dikehendaki oleh Kristus Yesus di dalam kita, di mana kasih Kristus mewarnai hidup kita dan kita pun mewarnai sekeliling kita dengan kasih-Nya.

Monday, November 29, 2021

Saling Menyembuhkan Di Dalam Tuhan

Saling menyembuhkan di dalam Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema, saling menyembuhkan di dalam Tuhan, diambil dari surat Yakobus 5. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. Yakobus 5. Peringatan kepada orang kaya. 5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
Bersabar dalam penderitaan. 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Penjelasan bagian pertama sudah saya sampaikan dalam artikel terdahulu. Dan ini merupakan pembahasan kedua sebagai lanjutan dari yang pertama. Silahkan pembaca setia blog ini mengutinya di bawah ini. Dua, kekuatan komunitas orang percaya. Pada ayat 7-20, Yakobus menyatakan bahwa walau kita itu miskin bukan berarti kita tidak memiliki apa apa. Oh, kita punya banyak hal. Paling tidak kita punya komunitas yang saling support. Dan didalam komunitas iman, kita bisa kaya dalam berbagai macam karunia dan kebajikan yang berdampak. Mungkin apa yang kita lakukan itu itu kecil tetapi itu cukup buat menghidupkan api semangat kebersamaan. Di dalam komunitas, kita bisa saling meneguhkan dan memiliki harapan yang sangat besar akan Kerajaan Allah (yang mungkin bagi penguasan dan orang kaya, ini adalah kebodohan; namun bagi umat Allah ini dalah kekuatan yang luas biasa untuk menjalani hari hari dalam kemiskinan dan penderitaan). Kita diingatkan akan nasehat (dan janji berkat) dari Tuhan Yesus sendiri : “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3). Nah, nasehat Tuhan Yesus Kristus inilah yang ditegaskan kembali oleh Yakobus : “Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yak 5:10-11) Yakobus juga mengajak agar kita semua bisa hidup dalam komunitas yang saling memperhatikan dan menyembuhkan. Memang kita bisa jadi miskin dan (seolah) tidak memiliki apa apa.. namun kita kaya dalam berbagai karunia, dan kita punya Tuhan dan punya saudara yang saling memperdulikan. Kita punya Tuhan yang terbukti peduli dan menyertai, dengan kuasanya yang ajaib. Dan kita punya saudara seiman yang saling menguatkan. Kita juga punya penatua yang bisa berdoa dan mengoleskan minyak untuk menyembuhkan, mana kala kita sakit. Sebab doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak 5:16). Ingatlah akan kisah Elia, walau paceklik mencekik dan kemiskinan membawa kepada kematian, namun pertolongan Tuhan itu pasti akan datang tepat pada waktunya. Karena itu bersabarlah, hadapi semua dengan kekuatan iman dan kebersamaan dalam komunitas yang saling menguatkan. Biarlah yang berkelebihan (kaya) memperhatikan sesamanya dan biarlah kita saling membangun dan menguatkan dengan lidah kita. Jangan iri kalau miskin dan jangan sombong kalau kaya. Jauhilah perkara perkara duniawi yang menimbulkan perselisihan diantara jemaat dan hiduplah sebagaimana panggilan untuk bertumbuh dalam komunitas yang berTuhan yang utuh dalam prektek iman dan perbuatan. Amin

Monday, November 15, 2021

3 Janji Keselamatan Yang Digenapi Dalam Diri Yesus

3 janji keselamatan yang digenapi dalam diri Yesus ~ Bagi orang percaya, pokok pembahasan tentang janji keselamatan dalam Alkitab telah diterima secara luas di setiap kesempatan kehidupan ini. Ketika kita menyerahkan diri kita untuk menerima dan mengakui bahwa Tuhan adalah penyelamat dan dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, hidup ini bukan lagi milik kita sendiri tetapi milik Tuhan. Janji keselamatan adalah salah satu Injil utama bahwa manusia harus menyebar ke penjuru dunia sebagai sebuah misi karena ketika Tuhan Yesus naik ke surga, Dia telah menasihati orang-orang yang mengikutinya pada waktu itu untuk menyebarkan firman Allah dan janji keselamatan kepada semua bagian dunia sehingga mereka dapat memperoleh keselamatan yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Tugas orang percaya tidak berhenti di situ dan berhenti ketika Injil keselamatan telah diberitakan, maka orang percaya juga harus menyebarkan dan memberikan Injil kerajaan kepada mereka yang selamat, tentu saja dalam hal ini kita membutuhkan tujuan pemberian itu dari Roh Kudus. Janji keselamatan dalam Alkitab dapat dengan mudah dipahami ketika memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. Tidak ada jalan lain menuju Bapa jika tidak melalui Yesus Kristus. Janji keselamatan dalam Alkitab dapat dilihat dalam Yohanes 3:16, menjelaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kebenaran dan kehidupan, dan tidak ada manusia yang bisa sampai kepada Bapa melalui Dia. Di sini ditekankan dengan jelas jika Tuhan Yesus adalah penyelamat yang dapat mendamaikan dan membawa manusia ke hadapan Tuhan dan tidak ada cara lain selain Dia.
Tuhan Yesus sebagai korban penebusan bersedia dan menyerah untuk minum piala murka Allah terhadap umat manusia atas dosa, Yesus pasti memiliki ketakutan yang luar biasa karena hidup dan tubuhnya akan disiksa selama proses penyaliban Kristus yang akan ia hadapi tetapi karena kasih-Nya yang begitu besar bagi kita. Dia menyerahkan semua yang digenapi dan terjadi pada diri-Nya. Janji keselamatan dalam Alkitab ada bahkan jauh sebelum Tuhan Yesus di dunia ini mengambil bentuk manusia. Ketika manusia pertama kali jatuh ke dalam dosa Allah tidak hanya meninggalkannya secara langsung, Allah memiliki rencana besar untuk mendapatkan orang kembali dari keterjeratan iblis dan cara hidup gereja modern yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tuhan Yesus adalah janji keselamatan di dalam Alkitab yang telah digenapi dan merupakan keselamatan yang sempurna, keselamatan yang telah Dia berikan tidak hanya dapat diterima oleh satu orang, tetapi semua manusia memiliki posisi yang sama dalam menerima keselamatan ini. 2. Yesus Kristus digambarkan sebagai domba paskah. Bangsa Isreel telah lama melakukan beberapa ketentuan yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan cara lainnya adalah memberikan korban bakaran dalam bentuk domba pertama. Ketika Tuhan Yesus menginginkan salib di dalam Alkitab, dijelaskan bahwa Allah dan murid-muridnya mengadakan perjamuan terakhir di hadapan Tuhan di kayu Salib. Tuhan Yesus di kayu salib melambangkan persembahan Paskah sejati menggantikan domba pertama yang dibakar. Tuhan Yesus dalam wujud manusia dan karakter Kristus yang ada di dalam Dia adalah persembahan yang benar, harum dan paling sempurna di hadapan Allah. Yesus menggantikan posisi manusia yang berdosa meskipun Dia sendiri tidak berdosa, itu benar-benar kasih-Nya bagi kita manusia yang banyak celaan ini. Darah yang dicurahkan-Nya di kayu salib melambangkan bahwa manusia berdosa telah dibersihkan dari dosa yang mengikat sehingga manusia dapat memiliki kehidupan yang aman di dalam Dia. Darah adalah harga mahal yang harus dibayar oleh manusia yang jatuh dalam dosa, tetapi Tuhan Yesus ingin agar orang-orang yang dicintainya tidak binasa bersama iblis. 3. Yesus Kristus adalah keselamatan. Kita dapat melihat janji keselamatan di dalam Alkitab dari awal dalam perjanjian lama sebelum Tuhan Yesus lahir di dunia. Untuk waktu yang lama bahkan telah dinubuatkan bahwa Juruselamat akan menimpa manusia yang dilahirkan dari seorang perawan yang berasal dari keturunan umat pilihan Allah. Jika kita menggambarkan sisi keturunan Maria dan Yusuf, satu sumber akan ditemukan yaitu orang yang adalah pilihan Allah ketika perjanjian lama terjadi. Untuk waktu yang lama Tuhan ingin bersatu kembali dengan ciptaan manusia, karena dahulu kala banyak orang dipanggil oleh-Nya karena dosa dan tidak sedikit juga yang gagal karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan. Jadi ketika memasuki perjanjian baru memenuhi nubuat yang telah lama ditetapkan melalui pribadi Yesus Kristus Juru Selamat, di sini kita perlu mengingat kembali dan mengetahui lebih dalam arti kelahiran Yesus Kristus. Tuhan mengorbankan anak tunggalnya untuk menjadi sama dengan manusia, semua ini tidak lain adalah untuk memenangkan orang dari ikatan dosa yang menyebabkan kita jauh dari Tuhan dan pemenuhan janji Tuhan bagi orang percaya. Dengan teladan Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib dapat disamakan dengan satu untuk biji gandum yang jatuh ke tanah dan kemudian mati yang kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan lebih banyak biji gandum. Tuhan Yesus memberikan hidupnya bagi kita orang percaya sebagai makanan dan persediaan hidup yang memadai. Janji keselamatan dalam Alkitab tidak akan pernah dipenuhi jika Tuhan tidak menyerahkan anak-Nya yang sama dengan manusia dan mati sebagai ganti orang berdosa. Semua pengetahuan dan kebaikan yang ada dalam diri manusia tidak bisa membuat kita memperoleh keselamatan sejati, keselamatan sejati hanya bisa diperoleh di dalam Kristus dan melalui Kristus. Sesi roti yang biasanya kita lakukan mengingatkan kita bagaimana tubuh Kristus dihancurkan dan dibagikan kepada banyak orang dalam bentuk roti dan anggur tidak beragi yang melambangkan darah Kristus yang telah dimeteraikan yang telah merekonsiliasi manusia dari cawan Allah murka. Pengetahuan dan kemampuan manusia dapat dibatasi, asalkan Anda memiliki kerinduan dan selalu ingin menuntut agar Anda selalu dekat dengan Tuhan, iman kita tentu akan terus diberikan persediaan dan kehidupan yang diterima meluap dan dapat disalurkan ke orang lain.

Saturday, October 30, 2021

Tetap Bersama Yesus Walau Kita Ada Di Jalan Penderitaan

Tetap bersama Yesus walau kita ada di jalan penderitaan ~ Ketika Yesus berada di Galilea, datanglah orangorang Farisi kepada-Nya, mereka berkata: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau”. Kita tahu bahwa selama perjalanan hidup Yesus, orang-orang Farisi tidak suka kepada-Nya, mereka berusaha mencobai Yesus karena sikap Yesus yang tidak mengenal kompromi terhadap kelakuan orang-orang Farisi pada umumnya. Alkitab juga tidak menjelaskan apakah peringatan dari orang-orang Farisi itu adalah sebuah kepedulian yang tulus untuk memperingatkan Yesus tentang bahaya yang datang dari penguasa negeri itu atau sekedar ingin menakut-nakuti Yesus agar Ia cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut. Namun Yesus menjawab peringatan orang-orang Farisi tersebut dengan berkata: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu, Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga, Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidak semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.” (Luk.13:32-33).
Yesus sebagai Anak Allah tahu benar akan misi karya keselamatan Allah yang harus diselesaikan-Nya di Yerusalem, bukanlah di Galilea. Dia juga tahu benar bahwa yang akan menganiaya diri-Nya bukanlah dari golongan non Yahudi seperti Herodes, melainkan para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi yang merasa amat terganggu dengan kehadiran Yesus karena kehadiran-Nya membuat citra mereka di mata umat Yahudi menurun dan mereka berpaling kepada Yesus yang telah banyak menolong mereka dengan mengusir setan, menyembuhkan orang-orang yang mengalami sakit-penyakit, bahkan yang sudah bertahun-tahun sakit dan tidak ada yang dapat menyembuhkan mereka kecuali Yesus. Di samping itu Yesus juga melakukan banyak mujizat yang membuat umat Israel menjadi yakin bahwa Dia-lah sang mesias. Tetap bersama Yesus walau kita ada di jalan penderitaan. Perjalanan Yesus menuju Yerusalem bukanlah perjalanan biasa, melainkan adalah sebuah perjalanan menyongsong penderitaan yang akan ia alami sampai dengan akhir hayat-Nya. Bisa saja Yesus tetap berlama-lama di Galilea atau membatalkan perjalanan ke Yerusalem, dengan konsekuensi misi karya penyelamatan Allah bagi manusia tidak akan terlaksana. Tetapi hal itu mungkin bisa dilakukan oleh orang biasa dan bukan oleh Yesus yang adalah Anak Allah yang taat kepada misi yang sudah ditentukan dan dinubuatkan oleh Allah dengan perantaraan para nabi. Yesus tidak lari dari “cawan pahit” yang disediakan bagi-Nya meskipun harus menjalani penderitaan dan kesengsaraan untuk menggenapi misi yang diemban-Nya. Penderitaan, penganiayaan, bahkan kematian yang dialami Yesus bukanlah dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan, melainkan oleh mereka yang mengaku memiliki pengetahuan agama yang tinggi seperti para imam, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi. Mereka merasa terganggu kemapanannya dengan hadirnya Yesus dalam masyarakat Yahudi yang membuat seakan mereka ditinggalkan oleh umat dan tidak ada lagi kebanggaan bagi mereka, sehingga tega melakukan penghakiman terhadap Yesus. Marilah kita belajar untuk tidak bersikap seperti mereka yang gemar membanggakan kemapanan teologi maupun pengetahuan lain untuk merendahkan orang lain. Marilah kita melakukan pertobatan dengan tindakan koreksi diri. Adakah anggota-anggota tubuh kita yang membuat kita berdosa melalui pikiran, perkataan, dan tingkah laku yang merugikan orang lain dan tidak sesuai dengan kehendak dan perintah Allah? Marilah kita semua bersedia mengikut Yesus di jalan penderitaan dan kerendahan.