Bebas dari stress saat Natal ~ Landasan firman Tuhan untuk tema bebas dari stress saat Natal, diambil dari Injil Matius 1:18-25. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Peristiwa natal merupakan salah satu peristiwa atau momen yang sangat penting bagi perjalanan iman hidup setiap orang percaya. Di momen hari raya Natal dan tahun baru sebagian besar orang mungkin menghabiskan waktunya dengan berlibur bersama keluarga dan kerabat. Tapi tidak menutup kemungkinan ada mereka yang merasa tidak bisa benar-benar bebas dari stres pekerjaan. Bagaimana caranya agar liburan bisa bebas dari stres dan menyenangkan? Berikut kami rangkum tipsnya khusus Sobat Genial yang dikutip dari Health: 1. Cari tempat liburan cerah. Paparan langsung sinar matahari pada kulit terbukti dapat membantu meningkatkan produksi hormon serotonin. Menurut psikiater Judith Orloff dari University of California dampaknya seseorang jadi lebih mudah merasa bahagia, terhindar dari perasaan sendu. 2. Manjakan diri. Bila sehari-hari kita terbiasa memenuhi keinginan orang lain, jadikan momen liburan untuk memanjakan diri. Psikolog George Pratt dari Scripps Memorial Hospital La Jolla menyarankan belajar bilang 'tidak' pada pekerjaan saat liburan. "Manjakan diri kamu, katakan tidak minimal sekali," kata George. 3. Jauhkan ponsel. Momen liburan hanya sebentar oleh karena itu manfaatkan sebaik-baiknya. Jauhkan sumber kekhawatiran seperti urusan pekerjaan atau debat media sosial dengan cara menjauh dari perangkat elektronik. 4. Tak perlu jadwal liburan padat. Jangan buat diri lebih stres dengan merencanakan jadwal liburan yang padat. Tujuan utama liburan adalah untuk bersantai oleh karena itu tak perlu terburu-buru. 5. Jangan lupa olahraga. Manfaatkan waktu senggang saat liburan untuk berolahraga. Tidak usah olahraga berat, cukup jalan kaki sambil menikmati pemandangan. Menurut peneliti olahraga dapat membantu memperbaiki suasanya hati sampai 12 jam.
No comments:
Write komentar