Sorga adalah suatu tempat ~Banyak orang dari berbagai agama di dunia ini yang percaya akan adanya surga dan kehidupan setelah kematian. Namun sebagian orang tidak mempercayainya, contohnya adalah para ateis. Dalam pandangan Kristen ajaran tentang surga sangat penting. Surga banyak dibahas di Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru. Dan surga akan menjadi tujuan akhir dari hidup orang percaya. Surga ini disebut juga sebagai kehidupan kekal, yang terutama banyak ditemukan di dalam Injil Yohanes (Yohanes 3:15-16). Dan mereka yang masuk surga disebut juga sebagai orang-orang yang diselamatkan (Roma 10:9-10). Karena ajaran tentang surga merupakan suatu hal yang sangat penting di Alkitab, dan menjadi tujuan akhir hidup kita sebagai orang Kristen, maka sangatlah perlu bagi kita untuk mempelajarinya. Ada banyak hal yang bisa kita orang kristen pelajari dari ajaran tentang surga. Di sini akan dicantumkan 10 fakta penting perihal surga yang dapat membantu kita untuk lebih memahami konsep surga dalam pandangan Kristen. Fakta-fakta apa sajakah yang perlu kita ketahui seputar surga menurut pandangan Kristen? Berikut ini 10 fakta penting tentang surga menurut pandangan Kristen, sebagaimana dicatat di Alkitab dan dalam tradisi Yahudi. 6. NASIB MANUSIA DI SURGA DITENTUKAN SEMASA HIDUP DI DUNIA DAN TAK BISA DIUBAH LAGI. Fakta keenam tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa nasib manusia di surga ditentukan selagi ia masih hidup di dunia dan tidak bisa diubah lagi. Nasib seseorang apakah ia ada di sorga atau tidak, ditentukan ketika ia masih hidup di dunia ini. Setelah ia mati maka tempatnya tidak dapat lagi diubah. Tidak mungkin orang yang sudah ada di syeol atau dunia orang mati dapat berpindah tempat lagi, apakah ke sorga atau neraka.
Hal ini dapat kita lihat misalnya dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31). Lazarus adalah seorang miskin yang hanya mengharapkan remah-remah yang jatuh dari meja si orang kaya. Ia selalu berbaring di depan pintu orang kaya itu untuk menghilangkan laparnya. Bahkan anjing-anjing pun datang menjilati boroknya. Tetapi orang kaya itu tidak pernah mempedulikan Lazarus, sekalipun ia orang kaya dan punya banyak makanan. Kemudian orang kaya itu mati dan masuk ke syeol, karena ia sudah pasti masuk neraka maka ia digambarkan berada dalam api. Lazarus juga mati dan masuk ke syeol, tetapi karena dipastikan sudah masuk sorga maka dibayangkan dia dibawa ke pangkuan Abraham atau firdaus, yakni sorga. (lihat poin 4 di atas). Orang kaya itu merasa tersiksa dalam api. Sementara ia memandang Lazarus bahagia bersama Abraham. Ia minta agar Lazarus memberinya air, tetapi Abraham menjawab bahwa ia sudah bahagia di dunia. Dan jarak mereka juga tak terseberangi. “Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.(Lukas 16:22-23). Karena itulah, satu-satunya kesempatan bagi manusia untuk masuk sorga adalah ketika ia masih hidup di dunia ini, dengan percaya kepada Yesus Kristus. Ketika sudah mati, semuanya sudah terlambat. 7. SURGA SEBENARNYA BERADA DI BUMI INI. Fakta ketujuh tentang surga menurut pandangan Kristen adalah bahwa surga sebenarnya berada di bumi. Di dalam Wahyu pasal 21-22 bahwa akan ada langit dan bumi yang baru. Tatanan bumi yang lama akan dihancurkan. Inilah penggenapan dari nubuat nabi Yesaya tentang langit dan bumi yang baru. Sorga digambarkan dalam bentuk kota atau taman, seperti arti kata firdaus pada zaman intertestamental itu (lihat poin 2), juga menyerupai Taman Eden sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa. Sorga itu disebut sebagai kota Yerusalem sorgawi yang turun dari sorga. Tentu ini adalah sebuah kiasan, untuk mengkontraskannya dengan Yerusalem duniawi yang tidak sempurna. “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:1-3). Jadi, hidup kekal itu sebenarnya ada di bumi ini. Ketika Tuhan bersama umat-Nya di langit dan bumi yang baru sampai selamanya, itulah sorga bagi manusia.
No comments:
Write komentar