Custom JavaScript Footer

Wednesday, January 23, 2019

Tuhan Menyediakan Benih Bagi Penabur Part 2

Tuhan menyediakan benih bagi penabur ~ Shalom temen-temen, kali ini sharing saya tentang sesuatu mengenai diri kita sendiri dalam menerima firmanNya baik pada saat kita ke gereja, sharing dari kerabat, ataupun suatu kesaksian cerita pengalaman hidup seseorang yang tanpa kita sadari Tuhan memakai orang itu untuk berbicara dari kita. Dalam sharing kali ini mungkin sedikit panjang agar temen-temen bisa lebih mengerti, saya mengambil satu cerita alkitab dari ayat berikut. Matius 13:1-9 “(1)Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.(2)Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.(3)Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. (4)Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. (5)Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. (6)Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. (7)Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. (8)Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. (9)Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Pasti perna denger kan ya cerita diatas ? ada seorang penabur yang menabur benih di tanah yang berbeda-beda, dari cerita diatas ada 3 tanah berbeda yaitu tanah bebatuan, tanah bersemak duri, dan tanah yang baik.

Berapa banyak dari setiap diri kita yang seperti ke tiga tanah tersebut, seperti yang pertama tanah bebatuan, ketika kita diberi Firman atau Tuhan mencoba speak to us, kita menerima dan bersukacita atas yang kita percayai itu benar, lalu kita tidak menanamkan itu dalam diri kita, atau hanya sebatas wow Tuhan saya keren, maka benih itu ga akan pernah bisa tumbuh bahkan tidak bisa berakar, hanya bibit yang tinggal dimakan burung lewat ,hanya sebatas itu, lalu ketika ada moment dimana kita harus mengakui Dia atau mati, kita malah lari dan murtad dengan menyangkal Dia hanya untuk demi hidup didunia. Orang-orang begini nih yang biasanya disebut Kristen NPWP (Natal Paskah Woles Pak), ini nih dimana orang Kristen sedikit keras hatinya dengan gamau terima Yesus lebih dalam lagi, dia hanya tau secara teori dan kata ‘orang-orang’, lalu percaya2 saja kepada Yesus dengan tidak melakukan kehidupan orang Kristen yang seharusnya seperti ke gereja setiap minggu, melakukan firmanNya, dll. Melainkan datang ke gereja pada saat hari natal sama paskah saja, nah kalo kalian bisa rasakan ketika natal dan paskah rame tuh orang-orang Kristen NPWP semua itu, yang wajah nya asing-asing. Lantas gimana kalo orang ngomong ‘ga usah gereja la, kan kita bisa baca alkitab sendiri di rumah, bsia pelajari sendiri..’ ,sering kan denger orang ngomong begini? Saya beritahu, kita ini seperti arang yang menyala-nyala apinya dan gereja adalah tempat pembakaran dengan pemberian arang yang baru, ketika kita di luar gereja memang benar kita bisa menyalakan arang kita, tapi hanya sesaat… mengapa ? karena lama-lama arang kita akan habis dan tidak tau kemana harus mencari arang yang baru dan bagaimana menyalakannya. Itu yang terjadi, tetapi jika kita ke gereja, arang kita akan terus menyala dan juga ada pemberian-pemberian arang baru berupa arahan Firman Tuhan sesuai gereja kita masing-masing dengan visi misi yang berbeda-beda. Tapi jangan juga kita pindah-pindah gereja, mengapa? Ibarat Gereja itu kapal dan nahkodanya yaitu gembala sidang kita dan anginya itu Tuhan Yesus yang mengarahkan kapal-kapal itu melalui arus laut untuk menuju suatu tempat yang sama. Ketika kita pindah-pindah gereja, kita sama saja seperti bediri di atas 2 perahu dengan arahan layar yang berbeda-beda atau dengan visi misi setiap gereja yang berbeda tetapi dengan arahan Tuhan melalui anginya, setiap gereja pasti di arahkan oleh Dia kesuatu tempat yang Tuhan sudah janjikan. Jadi ketika kita bediri di 2 perahu, ketika yang satu ke kanan dan yang satunya lagi ke kiri, kita akan jatuh ke laut ditinggal mereka, lalu tenggelam dan akan ada pikiran ‘kok saya gereja malah tenggelam ya, ga nerima mukjizat ya’, banyak sekali yang seperti itu, ke gereja hanya sesuai Jam ibadah yang sesuai dengan aktivitas dia pada hari minggu itu.

No comments:
Write komentar