Tuhan menyediakan benih bagi penabur ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat di kota Korintus. Dalam pimpinan Roh Kudus, rasul Paulus menulis: “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu” 2 Korintus 9:10. Rasul Paulus memberikan beberapa penekanan penting dalam suratnya kepada jemaat Tuhan yang ada di kota Korintus dan tentunya bagi kita pada masa zaman now. Pesan penting dimaksud, yaitu: Satu, belajar untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Dua, bertobat dan memisahkan diri dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Tiga, hidup dalam kasih dan peduli kepada orang yang membutuhkan. Empat, mengenal rasul-rasul palsu dan ajarannya agar terhindar dari disiplin gereja. Kalimat tanya: “Apa saja yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan Tuhan menyediakan benih bagi penabur?” Kalimat peralihan: Berdasarkan firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:10, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:
1. Siapakah penabur itu? Rasul Paulus Jemaat Korintus Para nabi dan para rasul Para pendeta dan penginjil Jemaat Tuhan di seluruh dunia 2. Apa saja bentuk benih itu? Benih Ilahi: firman Tuhan Benih Jasmani, yaitu KESEHATAN Benih Materi, yaitu KEKAYAAN Benih TALENTA Benih KARUNIA ROHANI Benih Waktu: KESEMPATAN 3. Darimanakah benih itu? Tuhan ialah sumber dan pemilik benih Banyak Orang yang Genggam Erat Benih 4. Bagaimana tindakan Tuhan terhadap benih itu? Tuhan Memperbanyak Hasil Benih “Pada akhir hidup, kita tidak akan dinilai oleh berapa banyak ijazah yang telah kita terima, berapa byk uang yg telah kita peroleh, tapi berapa byk hal-hal besar yg telah kita lakukan” Bunda Teresa. Orang yang menjadi berkat bagi kehidupan orang lain tidak akan menyimpan berkat itu hanya untuk dirinya. Salah satu aturan hidup yang utama adalah: semakin banyak kau memberi, semakin banyak kau menerima. Kita harus akui bahwa Tuhan adalah sumber dan pemilik segalanya. Pengakuan ini didasarkan pada kebenaran firman Tuhan yang menegaskan bahwa: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” – Roma 11:36. Berdasarkan hal itu, maka tidak ada sesuatupun yang bisa kita banggakan dalam hidup ini, selain bersyukur kepada Tuhan atas semua kepercayaan yang diberikan kepada kita. Amin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar