Custom JavaScript Footer

Thursday, February 7, 2019

Kematian Yang Membawa Kebahagiaan

Kematian yang membawa kebahagiaan ~ Mantan Presiden B.J. Habibie memberikan pemahamannya tentang kematian demikian : “Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.” Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh mantan Presiden B.J. Habibie di atas. Paling tidak dari pernyataan beliau di atas, ada tiga hal yang harus kita ketahui, yaitu : 1) Semua yang ada pada kita, termasuk diri kita sendiri tidaklah abadi di dunia ini. Semuanya sementara saja. 2) Kematian itu pasti dialami oleh semua orang tanpa kecuali. 3) Kita semua menunggu giliran untuk mengalami kematian. Firman Tuhan dalam kitab Wahyu 14:13, memberikan sebuah wawasan baru kepada kita tentang kematian. Demikianlah firman Tuhan : “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini”. “Sungguh”, kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka”. Kebenaran firman Tuhan di atas, memberikan pengertian dan pemahaman baru kepada kita sebagai pembaca, khususnya tentang kematian. Ada beberapa hal penting yang perlu kita simak dari firman Tuhan di atas, yaitu :

Satu, mendengar suara Tuhan dari sorga. Frase : “Dan aku mendengar suara dari sorga…”. Sorga adalah tempat yang mulia, agung, kudus dan penuh damai. Sorga adalah tujuan akhir dari setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Sorga adalah tempat tinggal Allah Tritunggal dan juga adalah tempat tinggal kita sebagai keluarga Allah. Firman dalam Injil Yohanes, terkait dengan sorga sebagai tempat tinggal yang terbaik, menegaskan demikian : “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” – Yohanes 14:1-3. Firman Tuhan di atas memberikan suatu penghiburan bagi kita bahwa ada kehidupan di balik kematian. Dan kehidupan di balik kematian itu lebih berkualitas dibandingkan dengan kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu, kita perlua cemas, gelisa dan kuatir tetapi kita harus memperkuat kepercayaan kita kepada Allah dan Tuhan Yesus. Yesus sudah kembali ke sorga karena memang Dia berasal dari sorga. Ia pergi ke sorga untuk mempersiapkan tempat bagi kita yang percaya kepada-Nya. Lalu Dia juga pasti akan datang kembali untuk membawa kita tinggal bersama-Nya selama-lamanya. Dua, berbahagia kematian kita yang di dalam Tuhan Yesus Kristus. Frase : “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini”. Ada beberapa hal yang harus kita pahami dari firman Tuhan tersebut, yaitu : 1) Berbahagia orang yang mati di dalam Tuhan. Dikatakan demikian karena sorga menjadi rumah tinggalnya yang penuh damai. Kalau di luar Tuhan pasti mengerikan. Mengapa demikian? Karena neraga menjadi tempat tinggalnya untuk selama-lamanya. 2) Pada saat seseorang menghembuskan nafas terakhirnya, ia berbahagia atau ia meninggal dalam kebahagiaan. Mengapa? Karena dia meninggalkan dunia ini yang penuh dengan pergumulan, masalah dan penderitaan. Dia tinggal bersama Tuhan Sang Sumber Hidup dan Damai Sejahtera yang abadi. Kematian bagi kebanyakan orang membawa ketakutan, kegelisahan dan kekuatiran. Mengapa demikian? Karena mereka tidak memahami tentang kematian itu sendiri. Akibatnya mereka tidak ingin mati, namun tetap hidup seribu tahun lagi. Sebagai orang beriman di dalam Kristus, kematian tentu bukanlah hal yang mengerikan, menakutkan dan memilukan serta tanpa pengharapan. Kematian bagi kita merupakan pintu masuk untuk bertemu dan tinggal bersama Juruselamat kita Yesus Kristus dalam kerajaan sorga selama-lamanya. Tiga, boleh beristirahat dan menikmati hasil investasinya untuk sorga selama ada di bumi ini. Frase : “Sungguh”, kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka”. Artinya selama hidup di dunia ini setiap orang pasti berjerih lelah untuk menghidupi diri, keluarga, sesama dan berkontribusi bagi pekerjaan Tuhan. Menariknya adalah semua jerih payah tersebut tidaklah sia-sia. Setiap orang akan menikmatinya dalam kerajaan sorga. Rasul Paulus menulis demikian : “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” – 1 Korintus 15:58.

No comments:
Write komentar