Custom JavaScript Footer

Thursday, February 7, 2019

Tujuan Dan Maksud Panggilan Tuhan Bagi Kita Part 3

Tujuan dan maksud panggilan Tuhan bagi kita ~ Panggilan Tuhan adalah panggilan yang mempunyai tujuan. Awalnya telah dikatakan bahwa Tuhan memanggil seorang untuk menjadi pekerjaNya, mempunyai tujuan amat jelas, yaitu menunjukkan kasih damai sejahtera bagi manusia. Panggilan Tuhan pada prinsipnya adalah pribadi untuk banyak orang. Artinya, seorang pribadi yang dipanggil Tuhan untuk bekerja padaNya sasarannya untuk kepentingan banyak orang dan bukan untuk kepentingan pribadinya. Andaikan ada seorang pekerja di lading Tuhan yang bekerja untuk dirinya sendiri dan tidak melayani orang banyak (umat/jemaat) hal itu perlu dipertanyakan. Apakah benar-benar ia dipanggil oleh Tuhan atau ada pribadi lain yang memanggil dirinya. Ada begitu banyak pengalaman berarti yang dapat dikutip dari dalam Alkitab, tentang maksud dan tujuan Allah memanggil para pekerjaNya, misalnya Abraham (Kej 12:2-3), Musa (Kel 3:10) dan Gidion (Hak 6:14-16) yang dipanggil Tuhan sebagai “alat” pembebasan dari kekafiran, penindasan dan penawanan yang dialami bangsa Israel yang bobrok moral dan rohaninya.

Kitab Perjanjian Baru pun menjelaskan bahwa Tuhan memanggil seseorang dan memberkati mereka secara baik sebagai utusan (rasul) kepada umat manusia untuk bersaksi, mendemonstrasikan kasih dan kuasa ajaib Tuhan Yesus, agar umat menjadi percaya dan setia menjadi muridNya. Kita lihat misalnya ketika Tuhan Yesus memanggil para muridNya dan berkata: “Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Lih. Mat 4:9). Yang dimaksud dengan penjala manusia adalah peranan para murid sebagai “penangkap/pembawa” manusia yang belum mengenal dan percaya pada Yesus. Panggilan ini pun dialami dan dirasakan oleh rasul Paulus sebagai alat pilihan Tuhan bagi bangsa-bangsa di luar kaum Yahudi (Kis 9:15-16). Jangan heran kalau dikemudian hari para teolog menyebutnya “rasul orang-orang kafir”. Begitu pula pengalaman lain tujuh orang diaken (pelayan) yang dipanggil untuk melayani para janda asal orang Yunani (Kis 6:1-7). Jaminan hidup bagi setiap orang yang memenuhi panggilan Tuhan. Adakah kesaksian dalam Alkitab yang menjelaskan bahwa para pekerja Tuhan dipanggil dan dibiarkan bekerja tanpa ada jaminan (garansi) keselamatan? Tidak! Sekali lagi, Tidak! Tuhan tidak membuat para hambaNya seperti “robot”, yang mana dikontak lalu bekerja sendiri. Tuhan memanggil seseorang dan menjadikannya sebagai pekerjaNya demi tujuan keselamatan umat. Dalam hal ini orang yang dipanggil itu merupakan tanggungjawab Tuhan, entah itu dalam keadaan suka maupun duka. Artinya, kalau Tuhan memanggil pada dasarnya Ia bertanggungjawab menjamin penuh keselamatan pekerjaNya.Yang dimaksud dengan jaminan Tuhan ialah melengkapi, memberi kuasa, mengutus dan menyertai para pekerjaNya. Itu berarti, para pekerja Tuhan tidak bekerja seorang diri melainkan dimodali dengan jaminan dari Tuhan. Abraham, Musa , Yosua, Gidion, Petrus, Paulus dan rasul-rasul yang lain, baik mereka yang bekerja di zaman perjanjian lama maupun perjanjian baru, semuanya memiliki jaminan yang sama dari Tuhan, Sang Pemanggil itu. Amat jelas sekali ketika Tuhan memanggil para pekerjaNya, Dia, Tuhan, Sang Pemanggil itu, dengan tegas membuktikan bahwa berkat dan penyertaan yang kudus senantiasa ada dalam kehidupan mereka; bahkan Anak Allah, Yesus Kristus pun dengan jelas mempertegaskan kepada semua pekerjaNya bahwa penyertaan Tuhan itu sampai kepada akhir zaman (bnd. Kej 12:2; Kel 3:12a; Ul 31:8; Mat 28:20 dan 1 Kor 7:22). Itu berarti para pekerja Tuhan di zaman ini pun dijamin memiliki penyertaan Tuhan yang sama. Penyertaan Tuhan yang dulunya dirasakan para pekerja Tuhan di waktu lampau, tetap berlaku sampai saat ini bahkan sampai seterusnya.

No comments:
Write komentar