Kita diselamatkan untuk melayani Tuhan ~ Belajar dari pembahsan di atas maka apa yang ditarik menjadi relevansi bagi kita di masa kini? Ada pertanyaan penting yang perlu kita simak bersama menyangkut hal panggilan Tuhan untuk melayani umatNya. Apakah kita menyadari bahwa kita dipanggil Tuhan untuk melayani umatNya? Lalu, sikap apakah yang kita perlihatkan menanggapi panggilan Tuhan itu? Bicara tentang hal itu pada dasarnya bukan urusan manusia dengan manusia, melainkan manusia dengan Tuhan. Menyadari apakah dipanggil atau belum dipanggil terlihat jelas dari hasil panggilan itu sendiri; dan lagi pula yang merasa bahwa dirinya dipanggil atau tidak adalah pribadi orang tersebut. Christian G. Weiss dalam bukunya “Pedoman Mentjari Kehendak Allah, menuturkan tiga modus panggilan Tuhan yang dapat saya dijelaskan di bawah ini. Satu, panggilan dari ladang Tuhan. Cobabaca Yohanes 4:35 “bukankah kamu menghatakan empat bulan lagi tibalah musim menjuai?” Yang dimaksud Yesus dengan gambaran singkat ini adalah: bahwa begitu banyak orang yang menantikan jamahan dan sentuhan ilahi dari Tuhan melalui perhatian dan tindakan nyata dari para pekerjaNya. Gereja kita merupakan salah satu bagian terkecil dari lading Tuhan yang sudah menguning dan siap untuk dituai oleh para pekerjaNya.
Ada begitu banyak anggota jemaat yang perlu diperhatikan, bahkan masalah-masalah dalam jemaat yang perlu diselesaikan. Semuanya ini butuh para pekerja Tuhan yang peka mendengar panggilan Tuhan dan taat serta setia untuk mengerjakan pekerjaan mulia ini. Jadi , Tuhan memakai gerejaNya/umatNya sebagai cara praktis untuk memanggil seseorang menjadi pekerjaNya dalam persekutuan orang-orang percaya (eklesia). Nah, apakah hal ini dirasakan oleh kita atau tidak? Dua, Kristus memanggil kita untuk melayani. Kita tahu bahwa Tuhan Yesis Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, dan Dia adalah Kepala dari persekutuan orang-orang dalam dunia ini (Lih. Fil 2:11 dan Ef 4:15). Sebagai Kepala Ia mempunyai hak penuh memanggil, melengkapi dan mengutus orang yang dipanggilNya.Yang dimaksud panggilan dari Kristus adalah panggilan yang mengandung unsur perintah untuk bekerja. Panggilan Yesus yang tertulis dalam Matius 28:19, “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu…,” dan Kisa 1:8, “dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”. Ungkapan ini merupakan panggilan pengutusan Yesus bagi setiap orang percaya, siapa pun dia. Bahwa setiap orang Kristen yang lahir dan bertumbuh dalam persekutuan gereja, panggilan ini tetap melekat pada dahinya. Tugas dari setiap orang Kristen adalah memuridkan orang lain menjadi murid Kristus, entah itu ia sebagai orang Kristen yang statusnya sebagai warga gereja, maupun orang Kristen yang dipanggil secara khusus sebagai pelayan/pekerja Tuhan. Semua ini mutlak mendengar dan melaksanakan tugas panggilan dari Kristus, Kepala Gereja kita. Tiga, hati nurani kita memotivasi untuk melayani. Yang dimaksud dengan panggilan dari hati ialah panggilan yang bersumber dari pekerjaan Roh Kudus. Hati kita merupakan sarana yang dipakai Roh Kudus, memanggil kita menjadi alat kesaksian bagi umat. Hati batin kita akan diarahkan oleh Roh Kudus sebelum ada pengambilan keputusan untuk memperhatikan panggilan dari lading dan panggilan dari Kristus, dan selanjutnya Roh Kudus memakai hati kita memanggil untuk menjadi alat kesaksian bagi umat. Perhatikanlah pengalaman yang dialami oleh Philipus, dimana Roh Kudus memakai hati batinya mengajak dan menjelaskan kepada sida-sida dari tanah Etiopia bahwa Yesus Kristus nyang dinubuatkan dalam kitab Yesaya itu adalah benar-benar Anak Allah (Lih. Kis 8:26-40). Kisah yang sama juga dialami oleh Petrus ketika menjelaskan tentang hakikat Kristus kepada Kornelius. Petrus berargumen di depan kaum Yahudi di Yerusalem bahwa yang memimpin rohnya (batin) kepada Kornelius adalah Roh Kudus, bukan kekuatan dari dalam diri manusia untuk menjadi saksi (Lih. Kisa 11 dan 12). Pengalaman ini tentu saja dialami oleh setiap orang yang merasa dirinya dipanggil dalam pekerja Tuhan. Tuhan menciptakan batin kita masing-masing dan Ia sangat mengenalnya. Percaya atau pun tidak, kita yang sudah dipanggil ini tentu saja dalam keyakinan iman, kita percaya bahwa Tuhan telah memanggil dan menempatkan kita sebagai penggarap kebun anggur Allah yang siap dituai buah anggurnya yang sudah matang. Kita perlu tahu bahwa sebagai pelayan Tuhan dalam dunia secara umum dan khususnya jemaat yang kita layani bahwa segala cara yang dipakai Tuhan memanggil kita sebagai teman sekerjaNya, kita dituntut mengaminkan panggilan itu dan mengimplementasikannya dalam praktek gereja. Ingat, bahwa Tuhan setia menyertai kita sampai kepada akhir zaman, dan Ia tidak pernah menyesalkan panggilanNya pada seorang yang dipanggil (Lih. Roma 11:29).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Write komentar