Custom JavaScript Footer

Tuesday, December 14, 2021

Hari Tuhan Sudah Dekat, Berjaga-jagalah

Hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah ~ Landasan firman Tuhan untuk tema hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah, diambil dari kitab Zefanya 1:1-18. Minggu ini kita memasuki Minggu Adven ketiga, yakni Joy. Dan kita akan membahasnya dari kitab nabi Zefanya. Nabi Zefanya hidup pada akhir pemerintahan Kerajaan Yehuda Selatan, sebelum benar benar di hancurkan oleh Babel semuanya. Nampaknya ada pengharapan yang muncul, saat raja Yosia bin Amon memerintah. Yosia hidup benar dihadapan Allah dan mengadakan reformasi besar besaran untuk mengembalikan umat Yehuda pada TUHAN Allah mereka. Yosia mencoba memulihkan Bait Suci dan menjauhi berhala berhala serta mengajak rakyat hanya menyembah kepada TUHAN, Allah Israel saja. Namun ini tentulah tidak mudah, sebab puluhan bahkan ratusan tahun mereka sudah terbiasa menyembah kepada ilah ilah lain dan mencampur-sandingkan dengan TUHAN, Allah Israel. Sinkritis itulah kira kira bahasa yang bisa kita kenakan kepada umat yang mencoba menggabungkan semua ilah dengan TUHAN dan mengijinkan untuk disembah semuanya. Ini tentu bukanlah sikap yang toleran dan atau inklusif (terbuka), tetapi sudah tergolong pencampuran semua keyakinan dan penyembahan. Siapa Allah tidak lagi utama, tetapi perayaan perayaan keagamaanlah yang lebih utama. Keyakinan iman sudah berubah menjadi keselarasan budaya. Itulah sebabnya saat raja Yosia hendak mengembalikan umat Allah hanya kepada TUHAN saja sebagai Allah mereka, tentulah tidak segampang membalikkan tangan. Karena kebiasaan sinkretis sudah mengakar kuat dalam tradisi dan ritual ritual agama, bahkan sudah membudaya.
Jika raja Yosia bisa melalukannya, itu tentu atas pertolongan Allah. Mengapa? Ya karena raja Yosia itu masih tergolong sangat muda (ia menjadi raja pada umur 8 th). Atas pertolongan Allah raja Yosia berani melakukan perubahan yang sangat drastis. Raja Yosia tidak hanya memusnahkan bukit-bukit pengorbanan bamot di wilayah Yehuda dan Benyamin tetapi ia juga menjangkau wilayah Efraim dan Naftali di Galilea. Ia menghancurkan semua peranti dan sarana ibadah penyembahan berhala. Raja Yosia juga memerintahkan agar umat kembali merayakan Paskah (2 Raja Raja 35:18). Sebuah keputusan besar, yang mengingatkan kembali siapa sebenarnya umat Allah dan siapa Allah mereka. Paskah adalah satu tanda pengingat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu reformasi Yosia adalah titik balik perubahan yang membawa pada pengharapan akan pemulihan Israel dan Yehuda. Tidak mengherankan jika nabi Zefana menubuatkan bahwa sesuatu yang baik bakal terjadi buat Yehuda. Bangsa Yehuda akan diselamatkan dan para penyembah berhala bakal dihukum habis oleh TUHAN, Allah Israel. Demikian sabda TUHAN : “Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom, serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya”. Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya. (Zefanya 1:4-7) Jadi Zefana diminta untuk menyatakan bahwa TUHAN akan menyelamatkan sisa sisa Yehuda (yang telah bertobat dan kembali hanya menyembah kepada Allah) dibawah kepemipinan Yosia; dan akan menghukum bangsa bangsa dan umat penyembah berhala. Hari itu akan tiba. Dan hari itu disebut hari TUHAN, hari penghakiman. TUHAN juga akan menggeledah setiap rumah di Yerusalem dengan memakai obor (artinya tidak ada yang bisa bersembunyi), dimana orang yang mendua hati juga akan dihukumnya (Zef 1:12). Hari TUHAN sudah dekat dan akan datang dengan sangat cepat. Ia akan menyapu bersih semua manusia bahkan hewan yang telah mengkhianati perjanjian kasih setia dengan TUHAN. Karena itu senyampang masih ada waktu... bertobatlah! Emas dan perak (kekayaan dan kekuasaan) tidak akan bisa menyelamatkanmu. TUHAN bukanlah Allah sogokan, yang bisa dibelokkan oleh korban bakaran dan korban sajian. Sebab yang IA inginkan adalah kemurnian hati dan pertobatan yang sejati. Kembalilah kepada TUHAN yang adalah Allahmu. Jangan lagi mendua hati! Itu pesan pembuka kitab nabi Zefanya.

Monday, November 29, 2021

Saling Menyembuhkan Di Dalam Tuhan

Saling menyembuhkan di dalam Tuhan ~ Landasan firman Tuhan untuk tema, saling menyembuhkan di dalam Tuhan, diambil dari surat Yakobus 5. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. Yakobus 5. Peringatan kepada orang kaya. 5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 5:6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
Bersabar dalam penderitaan. 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Penjelasan bagian pertama sudah saya sampaikan dalam artikel terdahulu. Dan ini merupakan pembahasan kedua sebagai lanjutan dari yang pertama. Silahkan pembaca setia blog ini mengutinya di bawah ini. Dua, kekuatan komunitas orang percaya. Pada ayat 7-20, Yakobus menyatakan bahwa walau kita itu miskin bukan berarti kita tidak memiliki apa apa. Oh, kita punya banyak hal. Paling tidak kita punya komunitas yang saling support. Dan didalam komunitas iman, kita bisa kaya dalam berbagai macam karunia dan kebajikan yang berdampak. Mungkin apa yang kita lakukan itu itu kecil tetapi itu cukup buat menghidupkan api semangat kebersamaan. Di dalam komunitas, kita bisa saling meneguhkan dan memiliki harapan yang sangat besar akan Kerajaan Allah (yang mungkin bagi penguasan dan orang kaya, ini adalah kebodohan; namun bagi umat Allah ini dalah kekuatan yang luas biasa untuk menjalani hari hari dalam kemiskinan dan penderitaan). Kita diingatkan akan nasehat (dan janji berkat) dari Tuhan Yesus sendiri : “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3). Nah, nasehat Tuhan Yesus Kristus inilah yang ditegaskan kembali oleh Yakobus : “Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yak 5:10-11) Yakobus juga mengajak agar kita semua bisa hidup dalam komunitas yang saling memperhatikan dan menyembuhkan. Memang kita bisa jadi miskin dan (seolah) tidak memiliki apa apa.. namun kita kaya dalam berbagai karunia, dan kita punya Tuhan dan punya saudara yang saling memperdulikan. Kita punya Tuhan yang terbukti peduli dan menyertai, dengan kuasanya yang ajaib. Dan kita punya saudara seiman yang saling menguatkan. Kita juga punya penatua yang bisa berdoa dan mengoleskan minyak untuk menyembuhkan, mana kala kita sakit. Sebab doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yak 5:16). Ingatlah akan kisah Elia, walau paceklik mencekik dan kemiskinan membawa kepada kematian, namun pertolongan Tuhan itu pasti akan datang tepat pada waktunya. Karena itu bersabarlah, hadapi semua dengan kekuatan iman dan kebersamaan dalam komunitas yang saling menguatkan. Biarlah yang berkelebihan (kaya) memperhatikan sesamanya dan biarlah kita saling membangun dan menguatkan dengan lidah kita. Jangan iri kalau miskin dan jangan sombong kalau kaya. Jauhilah perkara perkara duniawi yang menimbulkan perselisihan diantara jemaat dan hiduplah sebagaimana panggilan untuk bertumbuh dalam komunitas yang berTuhan yang utuh dalam prektek iman dan perbuatan. Amin

Thursday, November 18, 2021

7 Langkah Memiliki Hati Yang Berhikmat

7 langkah memiliki hati yang berhikmat ~ Landasan firman Tuhan untuk tema 7 langkah memiliki hati yang berhikmat diambil dari kitab 1 Raja-Raja 10:1-13. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut saya lampirkan di bawah ini. 1 Raja-Raja 10:1-13. 10:1 Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 10:2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 10:3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 10:4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 10:5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 10:6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 10:7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 10:8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 10:9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." 10:10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu. 10:11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 10:12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 10:13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.
Untuk memiliki hati yang berhikmat, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: Satu, memiliki kerinduan untuk selalu mendengar firman Tuhan. Guna memiliki hati yang berhikmat, maka kita harus selalu membaca dan merenungkan firman Tuhan. Mengapa? Karena firman Tuhan memiliki kuasa untuk memberi pengertian kepada kita. Ini langkah pertama. Dua, memiliki kerinduan untuk berkorban. Kesediaan untuk berkorban juga menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan hati yang berhikmat. Mengapa? Karena dalam pengorbanan itu, kita menemukan arti dan makna dari kehidupan kita. Tiga, memiliki kerinduan untuk mau belajar dari orang berhikmat. Belajar merupakan suatu proses seumur hidup. Belajar juga membantu kita untuk memiliki pengetahuan. Tetapi selain itu, kita juga belajar dari orang-orang yang sudah memiliki pengalaman dalam hidupnya. Dari pengalaman mereka itu kita bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa saja belum kita tahu. Empat, memiliki kerinduan untuk mewujudkan visi. Visi adalah suatu gambaran masa depan yang diinginkan terjadi. Dengan dasar sebuah visi, kita digerakkan untuk melakukan misi guna merealisasikan visi. Dari sini kita bisa menemukan cara terbaik sehingga kita memiliki hati yang berhikmat untuk membuat visi menjadi kenyataan. Lima, memiliki motivasi untuk memperoleh hikmat. Hikmat tidak datang atau terjadi dengan sendiri. Harus diperjuangkan dan diusahakan dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu, kita harus mempunyai motivasi yang sungguh-sungguh untuk memperoleh hikmat itu. Dengan begitu, percayalah bahwa kita bisa memperoleh hikmat itu. Enam, memiliki kerinduan untuk memuji Tuhan. Hikmat selalu berakhir untuk kemuliaan Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus memiliki sikap hati yang murni dalam mencari hikmat. Sikap hati yang murni kunci untuk mendapatkan hikmat. Dan itu dimulai dari hati yang menyembah dan memuji Tuhan dalam roh dan kebenaran. Tujuh, memiliki hidup yang selalu mengucap syukur. Pada saat kita memiliki hikmat, kita tidak boleh sombong. Semakin kita memiliki hikmat, maka semakin hidup kita memuliakan Tuhan. Semakin bertambah hikmat kita, semakin besar juga rasa syukur kita kepada Tuhan. Rasul Paulus menulis: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” – 1 Tesalonika 5:18. Hal ini penting bagi kita yaitu untuk selalu mengucap syukur dalam totalitas hidup kita. Bila kita sudah diberkati oleh Tuhan dengan hikmat yang luar biasa, kita tidak boleh melupakan Tuhan. Kita juga tidak boleh menjadi tinggi hati. Tetapi sebaliknya selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas segala hikmat yang Dia berikan kepada kita. Kita juga harus semakin rendah hati dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi berkat bagi sesama kita.

Monday, November 15, 2021

3 Janji Keselamatan Yang Digenapi Dalam Diri Yesus

3 janji keselamatan yang digenapi dalam diri Yesus ~ Bagi orang percaya, pokok pembahasan tentang janji keselamatan dalam Alkitab telah diterima secara luas di setiap kesempatan kehidupan ini. Ketika kita menyerahkan diri kita untuk menerima dan mengakui bahwa Tuhan adalah penyelamat dan dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, hidup ini bukan lagi milik kita sendiri tetapi milik Tuhan. Janji keselamatan adalah salah satu Injil utama bahwa manusia harus menyebar ke penjuru dunia sebagai sebuah misi karena ketika Tuhan Yesus naik ke surga, Dia telah menasihati orang-orang yang mengikutinya pada waktu itu untuk menyebarkan firman Allah dan janji keselamatan kepada semua bagian dunia sehingga mereka dapat memperoleh keselamatan yang berasal dari Tuhan Yesus sendiri. Tugas orang percaya tidak berhenti di situ dan berhenti ketika Injil keselamatan telah diberitakan, maka orang percaya juga harus menyebarkan dan memberikan Injil kerajaan kepada mereka yang selamat, tentu saja dalam hal ini kita membutuhkan tujuan pemberian itu dari Roh Kudus. Janji keselamatan dalam Alkitab dapat dengan mudah dipahami ketika memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. Tidak ada jalan lain menuju Bapa jika tidak melalui Yesus Kristus. Janji keselamatan dalam Alkitab dapat dilihat dalam Yohanes 3:16, menjelaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kebenaran dan kehidupan, dan tidak ada manusia yang bisa sampai kepada Bapa melalui Dia. Di sini ditekankan dengan jelas jika Tuhan Yesus adalah penyelamat yang dapat mendamaikan dan membawa manusia ke hadapan Tuhan dan tidak ada cara lain selain Dia.
Tuhan Yesus sebagai korban penebusan bersedia dan menyerah untuk minum piala murka Allah terhadap umat manusia atas dosa, Yesus pasti memiliki ketakutan yang luar biasa karena hidup dan tubuhnya akan disiksa selama proses penyaliban Kristus yang akan ia hadapi tetapi karena kasih-Nya yang begitu besar bagi kita. Dia menyerahkan semua yang digenapi dan terjadi pada diri-Nya. Janji keselamatan dalam Alkitab ada bahkan jauh sebelum Tuhan Yesus di dunia ini mengambil bentuk manusia. Ketika manusia pertama kali jatuh ke dalam dosa Allah tidak hanya meninggalkannya secara langsung, Allah memiliki rencana besar untuk mendapatkan orang kembali dari keterjeratan iblis dan cara hidup gereja modern yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Tuhan Yesus adalah janji keselamatan di dalam Alkitab yang telah digenapi dan merupakan keselamatan yang sempurna, keselamatan yang telah Dia berikan tidak hanya dapat diterima oleh satu orang, tetapi semua manusia memiliki posisi yang sama dalam menerima keselamatan ini. 2. Yesus Kristus digambarkan sebagai domba paskah. Bangsa Isreel telah lama melakukan beberapa ketentuan yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan cara lainnya adalah memberikan korban bakaran dalam bentuk domba pertama. Ketika Tuhan Yesus menginginkan salib di dalam Alkitab, dijelaskan bahwa Allah dan murid-muridnya mengadakan perjamuan terakhir di hadapan Tuhan di kayu Salib. Tuhan Yesus di kayu salib melambangkan persembahan Paskah sejati menggantikan domba pertama yang dibakar. Tuhan Yesus dalam wujud manusia dan karakter Kristus yang ada di dalam Dia adalah persembahan yang benar, harum dan paling sempurna di hadapan Allah. Yesus menggantikan posisi manusia yang berdosa meskipun Dia sendiri tidak berdosa, itu benar-benar kasih-Nya bagi kita manusia yang banyak celaan ini. Darah yang dicurahkan-Nya di kayu salib melambangkan bahwa manusia berdosa telah dibersihkan dari dosa yang mengikat sehingga manusia dapat memiliki kehidupan yang aman di dalam Dia. Darah adalah harga mahal yang harus dibayar oleh manusia yang jatuh dalam dosa, tetapi Tuhan Yesus ingin agar orang-orang yang dicintainya tidak binasa bersama iblis. 3. Yesus Kristus adalah keselamatan. Kita dapat melihat janji keselamatan di dalam Alkitab dari awal dalam perjanjian lama sebelum Tuhan Yesus lahir di dunia. Untuk waktu yang lama bahkan telah dinubuatkan bahwa Juruselamat akan menimpa manusia yang dilahirkan dari seorang perawan yang berasal dari keturunan umat pilihan Allah. Jika kita menggambarkan sisi keturunan Maria dan Yusuf, satu sumber akan ditemukan yaitu orang yang adalah pilihan Allah ketika perjanjian lama terjadi. Untuk waktu yang lama Tuhan ingin bersatu kembali dengan ciptaan manusia, karena dahulu kala banyak orang dipanggil oleh-Nya karena dosa dan tidak sedikit juga yang gagal karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan. Jadi ketika memasuki perjanjian baru memenuhi nubuat yang telah lama ditetapkan melalui pribadi Yesus Kristus Juru Selamat, di sini kita perlu mengingat kembali dan mengetahui lebih dalam arti kelahiran Yesus Kristus. Tuhan mengorbankan anak tunggalnya untuk menjadi sama dengan manusia, semua ini tidak lain adalah untuk memenangkan orang dari ikatan dosa yang menyebabkan kita jauh dari Tuhan dan pemenuhan janji Tuhan bagi orang percaya. Dengan teladan Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib dapat disamakan dengan satu untuk biji gandum yang jatuh ke tanah dan kemudian mati yang kemudian dapat tumbuh dan menghasilkan lebih banyak biji gandum. Tuhan Yesus memberikan hidupnya bagi kita orang percaya sebagai makanan dan persediaan hidup yang memadai. Janji keselamatan dalam Alkitab tidak akan pernah dipenuhi jika Tuhan tidak menyerahkan anak-Nya yang sama dengan manusia dan mati sebagai ganti orang berdosa. Semua pengetahuan dan kebaikan yang ada dalam diri manusia tidak bisa membuat kita memperoleh keselamatan sejati, keselamatan sejati hanya bisa diperoleh di dalam Kristus dan melalui Kristus. Sesi roti yang biasanya kita lakukan mengingatkan kita bagaimana tubuh Kristus dihancurkan dan dibagikan kepada banyak orang dalam bentuk roti dan anggur tidak beragi yang melambangkan darah Kristus yang telah dimeteraikan yang telah merekonsiliasi manusia dari cawan Allah murka. Pengetahuan dan kemampuan manusia dapat dibatasi, asalkan Anda memiliki kerinduan dan selalu ingin menuntut agar Anda selalu dekat dengan Tuhan, iman kita tentu akan terus diberikan persediaan dan kehidupan yang diterima meluap dan dapat disalurkan ke orang lain.

Manfaat Komunitas Bagi Kehidupan Kita

Manfaat komunitas bagi kehidupan kita ~ Saat ini, nyaris ada semua jenis komunitas untuk berbagai macam minat dan hobi. Ada komunitas sepeda, komunitas merajut, komunitas pecinta merk jam tertentu, komunitas pecinta k-pop band tertentu. Orang-orang mencari orang lain yang mempunyai minat yang sama dengannya. Saya tergelak melihat iklan salah satu pasangan capres-cawapres pada pemilu 2019 yang sangat menggambarkan pentingnya komunitas dalam kehidupan masyarakat saat ini. Mereka mengundang mulai dari “Komunitas Ibu-ibu Penghuni Kafe Sekitar Sekolahan Anak,” “Forum Pecinta Bubur Diaduk dan Tidak Diaduk,” sampai “Aliansi Suami Selalu Salah Istri Selalu Benar” untuk datang ke acara kampanye mereka. Komunitas Rohani. Komunitas adalah sesuatu yang sudah ada sejak manusia ada, karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Karenanya, dengan aman kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan memang mendesain kita untuk berada dalam komunitas. Saya sangat menyukai satu kutipan di dalam buku The Power of Discipling, karya Gordon Ferguson: Saat kita mempelajari Alkitab, kita melihat bahwa takkan mungkin ada seorang Kristen “penyendiri”. Kita memainkan peranan sangat penting dalam kehidupan satu sama lain. Jadi, apakah mungkin jika seseorang ingin mengikut Yesus, tetapi menolak untuk berada dalam komunitas orang-orang percaya? Berikut adalah beberapa hal yang tidak mungkin kita dapatkan tanpa berada dalam komunitas. 1. Komunitas Memberikan Encouragement. Suami saya kurang suka berolahraga. Tetapi, sejak bergabung dengan komunitas sepeda, dia rela bangun jam 5 pagi setiap akhir pekan untuk bersepeda bersama komunitasnya. Dia juga terpacu untuk semakin melatih otot kakinya agar dapat mengayuh lebih cepat. Begitu pun dengan saya. Dulu, seringkali saya merasa kosong dan ingin bertobat. Namun, saat dijalani sendirian, tekad itu hanya bertahan sementara. Mungkin satu-dua minggu atau satu-dua bulan. Saat saya mengenal komunitas orang-orang yang memutuskan untuk sungguh-sungguh mengikut Yesus, kami saling menyemangati dalam pertobatan kami. Ada kalanya saya jatuh dosa kembali, tetapi kali ini saya tidak sendirian. Ada orang-orang yang menyemangati saya untuk bangkit kembali. “Therefore encourage one another and build each other up, just as in fact you are doing.” 1 Tesalonika 5:1
2. Komunitas Adalah Training Ground Terbaik. Saat SMU, saya tidak menyukai pelajaran Fisika. Saya merasa tidak ada gunanya mempelajari rumus kuat arus listrik atau teori Inersia. Pada suatu kesempatan saya mengunjungi pameran sains dan terkagum-kagum melihat beberapa peragaan teori-teori Fisika. Saya menyadari bahwa dulu saya tidak suka Fisika karena terlalu banyak teori tanpa pernah dipraktikkan. Di dalam komunitas, mau tidak mau kita harus mempraktikkan apa yang kita ketahui. Dalam komunitas kuliner, pasti anggotanya saling bertukar informasi dan mencoba tempat-tempat kuliner baru. Dalam komunitas fotografi, selain bertukar trik-trik foto, pasti para anggotanya hunting foto bersama. Jangan biarkan firman Tuhan hanya sekadar menjadi pengetahuan bagi kita. Komunitas rohani adalah tempat terbaik untuk mempraktikkannya. Misalnya saja, ada 59 ayat “saling” di Alkitab. Komunitas mengasah kita untuk saling mengasihi, saling menasihati, saling mendoakan, saling mengampuni dan masih banyak lagi. “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” – Yohanes 13:35. 3. Di Dalam Komunitas Selalu Ada Guru dan Murid. Di dalam komunitas, kita selalu dapat belajar dari orang lain. Kita pun dapat membagikan pengalaman kita dan membantu orang lain bertumbuh. Belum lama ini, saya mengobrol dengan seorang kakak rohani yang sudah menikah selama hampir 30 tahun. Selama ini saya mengira dia adalah seorang yang cuek dan pendiam. Namun, setelah mengobrol beberapa saat saya melihat bahwa sebenarnya dia adalah seorang wanita yang tenang. Spirit-nya mengingatkan saya akan 1 Petrus 3:4 tentang wanita yang lemah lembut dan tenteram. Saya belajar sangat banyak darinya tentang respon yang benar dalam menghadapi suami dan anak. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” – Amsal 27:17. 4. Dalam Komunitas Ada Pertanggungjawaban. Di dalam komunitas, para anggotanya setidaknya mempunyai beberapa kesamaan nilai. Setiap anggota berharap anggota lainnya memakai standar tersebut sebagai patokan. Di dalam komunitas Kristen, kita bertanggung jawab menjaga satu sama lain untuk hidup menurut standar-standar Tuhan. Mungkin ada saatnya ini terasa mengganggu. Saya ingat pernah merasa kesal karena pembimbing rohani saya setiap hari menanyakan saat teduh saya. Namun, setelah berbicara dari hati ke hati dan berdoa bersama, saya menyadari bahwa dia hanya ingin memastikan prioritas saya benar. Saya bersyukur karena dia telah bersusah-payah menolong saya. Saya juga pernah merasa tidak enak hati saat harus mem-follow up pertobatan seorang saudari yang mengakui dosanya kepada saya. Ternyata, saudari itu merasa perlu ada yang mengingatkannya dan dia bersyukur atas follow up saya. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Galatia 6:1-2. Satu Tubuh Tetapi Banyak Anggota. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus – 1 Korintus 12:12. Mungkinkah ada tubuh yang dapat hidup tanpa kepala, atau tangan yang dapat berfungsi terpisah dari tubuh? Mungkin hanya di film-film horor, ya… Tuhan mengumpamakan jemaat sebagai satu tubuh, dengan Kristus sebagai kepala dan tiap-tiap dari kita sebagai anggotanya. Saat kita memperhatikan tubuh kita, setiap inci berfungsi dan kita tidak ingin kehilangan secuil pun anggota tubuh. Demikian juga dengan orang Kristen. Kita baru dapat berfungsi saat kita menjadi bagian dari tubuh. Jadi, komunitas rohani bukan hanya penting untuk kita miliki. Komunitas rohani adalah sesuatu yang harus kita miliki. Bersama komunitas rohani, kita dapat bertumbuh maksimal sesuai yang Tuhan rancangkan. Saya teringat sebuah peribahasa terkenal dari Afrika. “If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.” Alkitab sendiri mencatat dengan sangat indah apa yang dapat dicapai oleh komunitas orang percaya saat mereka berfungsi bersama-sama sebagai satu tubuh. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. -Kisah Para Rasul 2:41-47

Friday, November 12, 2021

Tuhan Mengasihi Kita Lebih Dari Kasih Seorang Ibu

Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu ~ Landasan firman Tuhan tema Tuhan mengasihi kita lebih dari kasih seorang ibu, diambil dari kitab Yesaya. Demikianlah firman Tuhan : “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” – Yesaya 49:15. Di dalam YESAYA 49, Tuhan menjelaskan siapa Dia kepada umat-Nya. Ini harus menjadi pegangan kita selama kita hidup, untuk selalu mengerti betapa besar kasih-Nya kepada anak-anak-Nya. Nabi Yesaya menerima suara Tuhan sebagai sebuah pewahyuan yang sangat berharga untuk umat Israel saat itu, dan juga kita orang percaya. Dalam perikop ini, Tuhan memberitahu kita bahwa Dia adalah Tuhan yang penuh kasih kepada anak-anak-Nya. Kasih itu ditunjukkan-Nya lewat sosok Gembala Agung, Ibu, Pelukis dan Penakluk. Hari ini kita akan membahas kasih Tuhan yang melebihi sosok seorang ibu. Meskipun sangat jarang bagi seorang ibu meninggalkan bayinya yang baru lahir, namun itu terjadi di dunia yang kita hidupi ini. Bapa Surgawi kita tidak mungkin lupa atau gagal untuk mengasihi anak-anak-Nya. Hampir setiap orang pernah mengalami kesendirian atau penolakan karena ditinggalkan oleh orang yang dikasihi. Ayat bacaan hari ini meneguhkan janji Tuhan yang sangat istimewa. Kasih-Nya melebihi kasih seorang ibu.
Ada sebuah hubungan yang sangat dalam antara ibu dan anak. Anak berasal dari benih ayah, tetapi anak adalah bagian dari ibunya. Mereka menjadi satu, saat bayi terbentuk di dalam rahim sang ibu. Segala sesuatu yang dilakukan seorang ibu hamil mempengaruhi dua orang, dirinya sendiri dan anak yang dikandungnya. Ketika anak itu lahir, ia kembali ke ibunya untuk menyusu. Garis keturunan anak memang melalui ayahnya, tetapi garis kehidupan seorang anak melalui ibunya. Anda mungkin pernah merasa dilupakan oleh seseorang dalam hidup Anda, tetapi Tuhan tidak akan melupakan Anda, MAZMUR 27:10 mengatakan: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Ini gambaran yang Tuhan mau kita mengerti. Sama dengan seorang anak yang lahir dari ibunya dan selalu menjadi satu bagian dari ibunya yang tak terpisahkan, demikian pula kasih Tuhan kepada kita, bahkan melebihi koneksi dan kasih ibu kepada kita. Itu sebabnya Alkitab terus mengatakan bahwa kita ada di dalam Dia, menjadi satu dengan-Nya. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah (baca KEJADIAN 1:26-27). Karena Tuhan menciptakan kita laki-laki dan perempuan, kita tahu ada aspek maskulin dan feminin dari karakter Tuhan. Kasih seorang ibu dianggap yang terkuat dan terbaik yang pernah ada. Kasih Tuhan melampaui bahkan yang terbaik yang dapat ditawarkan dunia ini. Nabi Yesaya menggambarkan Israel sebagai anak yang menyusu dalam pelukan ibunya. Anak itu sepenuhnya bergantung pada ibunya dan percaya bahwa dia tidak akan pernah ditinggalkan olehnya. Betul, sebuah tangisan anak adalah indikasi ia membutuhkan sesuatu dan sang ibu akan bertindak, tetapi tanpa tangisan-pun, insting keibuannya akan terus memberitahunya kapan waktunya anak itu perlu makan, mandi atau diganti bajunya. Kebutuhan anak itu terjamin dan terurus dengan sangat baik karena ada kasih seorang ibu. Itu sebabnya mengapa Maria ibu Yesus berdiri di depan kayu salib ketika Yesus tergantung mengorbankan hidup-Nya untuk kita. Ketika para murid lari meninggalkan Yesus, ada yang menjual dan menyangkal Dia, Maria dengan kasih seorang ibu mendampingi Yesus. Ketika kita mengerti betapa dahsyat dan hebatnya kasih seorang ibu, maka hari ini kita disadarkan akan kasih Tuhan yang jauh melebihi kasih ibu di dunia ini. Makin kita menyadari kasih Tuhan atas hidup ini, kita akan makin kuat menghadapi semua pergumulan hidup. Karena kasih-Nya, semua kebutuhan kita ditanggung penuh oleh-Nya dan sebelum kita menangis dan menjerit minta pertolongan, Dia sudah menyiapkan yang terbaik bagi kita. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu

Sunday, November 7, 2021

Allah Mencurahkan Murka-Nya Kepada Siapa?

Allah mencurahkan murka-Nya kepada siapa? ~ Landasan firman Tuhan untuk tema Allah mencurahkan murka-Nya kapada siapa?, diambil dari Roam 2:1-16. Secara lengkap kebenaran firman Tuhan tersebut, saya lampirkan di bawah ini. Roma 2:1-16. 2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? 2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, 2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. 2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, 2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. 2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu. 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus. Pembacaan firman Tuhan kali ini jelas menyatakan bahwa Tuhan : “...akan membalas setiap orang menurut perbuatannya”, (ayat 6). Pasti kepada orang yang hidup dalam kebenaran akan diberikan kehidupan kekal; sebaliknya bagi yang tetap hidup dalam kelaliman akan beroleh murka dari Tuhan, artinya penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang berbuat jahat. Tetapi sering kali yang kita lihat adalah orang jahat tetap mujur dan sepertinya hidup dalam kebahagiaan. Ini adalah penglihatan secara mata jasmani, namun tidaklah demikian adanya. Mungkin mereka berlimpah dengan harta, tapi sesungguhnya jiwa mereka kosong, merana dan hatinya tidak tenang. Hal inilah yang pasti mengganjal di benak setiap orang percaya, bahkan Yeremia pun menanyakannya kepada Tuhan: “Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga” (Yeremia 12:1b-2a). Bukankah kita juga bersikap demikian: iri hati dan marah kepada Tuhan? Mungkin kita juga berkata dalam hati, “Percuma bersusah payah melayani Tuhan, toh hidupku tidak ada perubahan. Sudahlah tidak usah terlalu rohani, hidup seperti orang dunia saja”. Stop berpikir demikian! Karena dengan tegas Alkitab mengatakan bahwa jika kita suam-suam kuku alias tidak dingin dan tidak panas, Tuhan akan memuntahkan kita dari mulut-Nya (Wahyu 3:16). Apa pun keadaannya janganlah kita sampai terpengaruh dan terbawa oleh arus dunia ini. Tuhan menghendaki agar kita tetap setia sampai akhir. Memang tidak mudah menjadi orang setia, terlebih di akhir zaman ini, di mana banyak sekali ujian dan tantangan yang menghadang hidup orang percaya. Namun janji Tuhan jelas bahwa Dia akan “...memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia”, (Amsal 2:8) dan pada saatnya kita akan melihat bahwa Tuhan akan membuat perbedaan antara orang benar dan orang fasik (Maleakhi 3:18). Tuhan selalu adil dengan perbuatan-Nya, Ia pun akan membalaskan setiap orang setimpal dengan hasil perbuatannya! Tetaplah hidup dalam kebenaran, sebab mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia!

Friday, November 5, 2021

Pemeliharaan Allah Terhadap Orang Percaya

Pemeliharaan Allah Terhadap Orang Percaya ~ “Serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya sebab, Ia yang memelihara kamu” 1 Petrus 5:7. Orang-orang Kristen Yahudi yang hidup di perantauan tentu mengalami banyak tantangan secara khusus terkait dengan kehidupan iman mereka kepada Yesus Kristus. Guna menginspirasi dan memotivasi umat Tuhan yang ada diperantauan dan yang mengalami beragam ujian karena iman mereka kepada Yesus Kristus, rasul Petrus menulis suratnya. Kutipan firman Tuhan di atas, menegaskan bahwa sebagai orang percaya di dalam Kristus, rasul Petrus mendorong supaya mereka secara total menyerahkan hidup mereka kepada Allah. Mengapa? Alasan mendasarnya ialah karena Allah yang memelihara hidup mereka sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: “Bagaimana cara Allah memelihara orang-orang yang percaya kepada-Nya?” Berdasarkan firman Tuhan, maka ada beberapa cara Allah memelihara hidup umat-Nya, yaitu: 1. Allah menyelamatkan kita dari kebinasaan Manusia sudah berdosa dan pasti binasa karena dosanya. Namun, Allah mengasihi manusia, itu sebabnya Dia mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita dari :





Satu, kematian kekal. Dari kematian yang begitu mengerikan Allah telah dan akan menyelamatkan kami – “Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi” – 2 Korintus 1:10. Dua, melepaskan dari kegelapan ke dalam terang. Rasul Paulus menegaskan: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih” – Kolose 1:13. 2. Allah melindungi kita dari segala bahaya Dunia ini penuh dengan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Semua itu berpotensi mengancam keselamatan kita sebagai umat Allah. Namun, syukur kepada Tuhan sebab Dia melindungi kita dari semua malapetaka tersebut. Allah melindungi kita karena beberapa alasan kuat dan mendasar, sebagai berikut : Satu, kita adalah biji mata Allah. “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” – Mazmur 17:8. Lalu dilanjutkan: “Banyak kesakitan diderita oleh orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia” – Mazmur 32:10. Dua, kita hidup dalam taku akan Dia. Ketika kita hidup dalam rasa hormat dan takut kepada Allah, maka Allah mengganjar itu dengan memberikan perlindungan kepada kita. Pemazmur menegaskan bahwa: “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka” – Mazmur 34:8. 3. Allah menghibur kita dalam penderitaan Penderitaan, kesulitan dan kesukaran selalu ada di jalan hidup kita. Terkadang kita juga mengalami dan merasakan bagaimana sulitnya hidup ketika berada dalam penderitaan. Tetapi segala puji bagi Allah karena Dia menghibur kita di dalam semua kesusahan dan dukalara yang kita alami. Allah menghibur kita, karena: Satu, Dia adalah sumber penghiburan kita – “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan” – 2 Korintus 1:3. Dua, Dia telah menganugerahkan Roh Kudus sebagai penghibur kita – “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita” – 2 Tesalonika 2:16. Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita dapat mengerti dan memahami bahwa sesungguhnya Allah memelihara kita dengan sempurna. Tidak ada satupun dari hidup kita sebagai umat-Nya yang tidak dilindungi oleh Allah. Namun, acap kali kita melupakan akan pemeliharaan Allah dalam hidup kita, sehingga kita meragukan Dia saat badai hidup menerpa kita. Padahal, Allah kita adalah yang mahakuasa yang sanggup memberikan perlindungan sempurna bagi kita. Kiranya penjelasan di atas meneguhkan iman kita dan memotivasi pembaca untuk mengingat bahwa Allah melindungi kita karenanya jangan pernah mencari perlindungan yang lain. Amin